Satu ketika Nabi Ibrahim AS bertanya kepada Malaikat pencabut nyawa, “Hallo malaikat pencabut nyawa, apa yang bakal kamu lakukan jika ada dua orang yang akan meninggal pada waktu yang sama, yang satu di ujung timur, yang satu lagi di ujung barat, serta di tempat lain tersebar penyakit yang mematikan, serta dua ekor binatang melata pun akan mati?”

Maka Malaikat pencabut nyawa menjawab, “Aku akan panggil ruh-ruh tersebut, dengan izin Gusti Allah, sehingga semuanya berada di antara dua jariku, bumi ini aku beberkan, kemudian aku biarkan seperti sebuah kuali bejana besar, sehingga aku dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku”

Kematian adalah hak Gusti Allah semata dan merupakan rahasia yang tidak diketahui oleh manusia. Bahkan, para nabi pun tidak mengetahui tentang rahasia kapan seseorang akan meninggal. Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan umatnya tentang peringatan untuk selalu mengingat kematian.

Gusti Allah SWT telah memperingatkan malaikat pencabut nyawa untuk mengirimkan tanda-tanda kematian agar manusia lebih berhati-hati, maka malaikat menjawab, “Demi Allah, kami telah memberikan peringatan dan tanda-tanda-Mu yang sangat banyak berupa penyakit, uban, berkurangnya pendengaran, penglihatan mulai tidak jelas, semua itu adalah peringatan bahwa sebentar lagi kami akan menjemputnya,”

Dawuh Imam Ghozali, ada tanda-tanda kematian yang spesifik yang dapat dikenali satu tahun sebelum berpisahnya ruh dan jasad (kiamat sughra). 

Pertama, biasanya dalam waktu 12 bulan sebelum ajal, akan mendengar suara yang aneh, yang belum pernah didengarnya.

Kedua, dalam waktu sembilan bulan sebelum ajal, akan melihat sinar matahari berwarna hitam. 

Ketiga, dalam waktu enam bulan sebelum kematian, akan melihat warna air menjadi merah, sedangkan api berwarna hitam. 

Keempat, dalam masa seratus hari sebelum kematian, tiba-tiba mata akan melihat seperti laut yang terbentang luas ada di depannya.

Kelima, sebelum 80 hari menjelang ajalnya, kalo menopang kening dengan lengannya sendiri dengan posisi lengan tangan di depannya, ia gak melihat lengan tangannya itu.

Keenam, dalam 70 hari sebelum kematian menjemput, gak bisa menggerakkan jari manisnya seperti biasa. 

Ketujuh, sebelum 40 hari kematian menjemput, akan melihat bahwa matahari tampak seperti kaca cermin yang didalamnya terdapat bayangannya sendiri.

Kedelapan, pada 40 hari sebelum ajal, telinga akan berdengung terus-menerus. 

Kesembilan, dalam 30 hari sebelum ajal, perasaan kadang-kadang kosong. 

Kesepuluh, dalam tujuh hari menjelang kematian, langit-langit mulut jika dijilat dengan ujung lidah gak terasa geli. 

Kesebelas, dalam waktu tiga hari sebelum ajal, terdengar suara gaduh, dan mendengat suara tangis bayi yang baru lahir.

Kedua belas, sebelum dua puluh empat jam menjelang ajal, napas yang keluar dari hidung terasa sangat dingin, sedang lidah terasa panas. Denyut pada kedua kaki menghilang dan denyut pada bagian dada bergetar hebat. 

Ketiga belas, sebelum tiga jam kematian, jalannya napas mulai berkurang.

Setelah mendapatkan dan memperoleh tanda-tanda ini semua, Imam Ghozali pun menyarankan untuk segera menyiapkan diri untuk menghadapi datangnya ajal. Yaitu mempersiapkan diri dengan mandi dan berwudhu. Wudhu lahir dan wudhu batin.

Dawuh Imam Hatim Al Ashom, “Wudhu lahir seperti yang dijelaskan oleh ahli fiqih. Sedangkan wudhu batin adalah dengan bertaubat, menyesali dosa, meninggalkan dendam, tipu-tipu, keraguan atas Gusti Allah, sombong, kemudian meninggalkan kesenangan dunia, pujian manusia, kecurangan dan peliknya politik,”

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *