“Kesulitan akan mendatangkan kemudahan”
Kaidah Fikih
Dalam hidup manusia pasti tidak terlepas dari kesulitan dan kemudahan. Pada kondisi tertentu seseorang mengalami kesulitan. Pada kondisi tertentu pula seseorang mengalami kemudahan. Bisa dikatakan kesulitan dan kemudahan silih berganti menghampiri hidup seseorang.
Memang antara kesulitan dan kemudahan tiada yang abadi. Keduanya hanya kondisional saja. Maknanya, tidak ada kemudahan yang konsisten, dan tidak pula ada kesulitan yang statis. Maka kemudian, jangan putus harapan saat mengalami kesulitan dan jangan terlalu bersorak ria saat mengalami kemudahan. Keduanya sama-sama akan datang dan pergi begitu saja.
Kendati kesulitan dan kemudahan silih berganti–dan itu pasti, namun seseorang tidak pasti siap mengalami kesulitan–kondisi serba sulit. Seseorang seringkali sangat mudah mengeluh dan bersabar saat ia dalam masa-masa sulit. Tidak sebaliknya ketika mengakami kemudahan membersamianya. Contoh rielnya misalnya adalah musim pandemi Covid-19 ini. Hampir tidak ada orang yang tidak mengeluh dengan keadaan.
Keadaan sulit yang dialami seseorang atau bahkan semua orang, meski berat itu akan mendatangkan kemudahan. Betapa berat kondisi kesulitan yang dialami seseorang pasti ada jalan menuju kemudahan. Sepertihalnya kaidah fikih mengatakan, “Kesulitan akan mendatangkan kemudahan.” Paling tidak pasca fase sulit akan datang fase mudah.
Banyak contoh yang dapat kita pilih untuk sekadar menggambarkan kesulitan akan mendatangkan kemudahan. Seperti seseorang di masa-masa belajar yang sulit, lelah, letih, harus mengerjakan tugas ini dan itu, akan terbayar lunas dengan kemudahan hidup yang kelak ia jalani di masa mendatang. Dengan ilmu yang diproleh–di masa muda–tidak ada rasanya kesulitan. Dengan ilmu pula seseorang dapat merubah kesulitan menjadi kemudahan.
Semakna dengan nilai pada contoh di atas adalah pepatah yang sering kita dengan, “Berakit keluhu berenang ketepian. Bersakit dahulu bersenang kemudan.” Siapa yang tahan mengahapi masa-masa sulit dalam hidupnya, niscaya ia pasti mampu menikmati kemudahan yang kelak akan ia peroleh.
Demikianlah, kesulitan dan kemudahan. Kesulitan akan menarik kemudahan. Kesulitan akan mengantarkan seseorang pada jalan kemudahan. Jika kita mengalami kesulitan maka jangan putus harapan akan datangnya kemudahan.
Wallahu A’lam Bisshawab
Kediri, 08-01-2021

No responses yet