Setelah kepergian Tuk Tin, warung memang terlihat tidak seceria dulu lagi. Jama’ah masih belum bisa move on sepenuhnya. Apalagi para tokoh jama’ah oposisi sudah jarang muncul entah kemana. Konon perkumpulan mereka sudah bubar dan hanya tinggal jama’ah nya sekarang menyebar menjadi aktivis Klandestin yang menyusup ke hampir semua lapisan masyarakat. Bahkan di warung Yuk Tin masih cukup banyak. Hanya Paijo yang tahu siapa mereka. Tapi Paijo seperti Yuk Tin tidak mau menunjukkan siapa saja mereka. Meskipun sebenarnya semua jama’ah sudah bisa mengira-ngira siapa saja mereka. Siang itu seorang jama’ah setengah baya datang dan langsung mencari Paijo. Setelah ditunjukkan oleh seorang jama’ah lama, diapun segera menghampiri Paijo dan langsung bertanya; “Jo kenapa kita diciptakan Allah dengan proses yang bertahap dari bayi menua dan terus mati. Apakah malaikat juga begitu Jo?”

Paijo : “Maaf kang aku tidak paham, dulu Yuk hanya sempat bercerita bahwa Allah menciptakan ruh dan membaiatnya sebagai hamba-Nya. Setelah itu baru diciptakan jasad.”

Jama’ah : “Kalau sudah dibaiat kenapa masih banyak manusia yang musyrik Jo?”

Paijo : “Kata yuk Tin manusia itu  perpaduan ruh dan jasad. Karena itulah kata beliau ada beberapa tahap proses kelahiran dan perkembangan manusia. Tahap pertama adalah penciptaan ruh dan itu jadi rahasia Allah. Konon semua ruh diciptakan pada saat yang sama dan disumpah bahwa hanya mengakui Allah sebagai Rabb yang Maha Tinggi. Setelah itu diciptakanlah jasad, jasad pertama diciptakan Allah yang kemudian  disatukan dengan ruhnya dinamakan “manusia” atau Adam. Allah membekali Adam (manusia) dengan nafsu dan akal, serta hati nurani.  Tahap awal perkembangan manusia adalah jasad dengan nafsunya. Pada tahap ini nafsu benar2 dominan. Perkembangan berikutnya adalah “kelahiran” akal Budi sehingga disebut akil baligh ketika jasad mulai remaja. Di tahap ini manusia mulai mampu belajar perbedaan yg baik/benar dengan yang buruk/salah. Tapi nafsu belum bisa dikontrol  secara baik. Kemudian masuk pada perkembangan  atau kelahiran hati nurani. Yakni ketika muncul kesadaran untuk beragama. Nafsu mulai dikendalikan. Tahap kelahiran nurani, ditandai dengan kesadaran untuk ber-TUHAN. Nafsu benar2 terikat oleh hati dan nurani. Tapi aneh zaman ini kebanyakan manusia masih suka jadi anak2 yg mengumbar nafsu tanpa malu.” #SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *