Habib Ja’far Shodiq bin Muhammad bin Hamid sangat masyhur senang berdo’a di laut. Kesukaan ini dikarenakan beliau adalah murid Nabi Hidlir, sebagaimana beliau sampaikan di beberapa ceramah beliau.
Peristiwa do’a di laut ini pernah dialami oleh Dosen Universitas Tujuh Belas Agustus, Mochamad Riyanto saat ikut bersama teman-temannya di Pantai Ancol Jakarta. Habib Ja’far berdo’a di tepi Pantai Ancol. Anehnya, saat Habib Ja’far datang, nampak banyak ikan ke tepi pantai dan kena sinar rembulan.
Kisah lainnya, Habib Ja’far berdo’a di laut dialami oleh Mohamad Mustafid. Saat di Pantai Bandengan Jepara, ia mengikuti do’a bersama Habib Ja’far.
Semua yang ikut proses do’a bersama diminta untuk menjebur ke laut dengan perintah beliau: “Tengah meneh, tengah meneh; Ke tengah lagi, ke tengah lagi”.
Kira-kira berjalan puluhan meter hingga kedalaman sampai dada.
Anehnya, saat jalan di laut itu ombak malam yang semula besar, seketika itu menjadi tenang dan makin tenang. Sehingga tidak ada rasa takut dan khawatir.
Ombak yang tenang itu kemudian memunculkan sinar yang sangat silau berwarna-warni: putih, biru, merah dan warna lainnya.
Kemudian Habib Ja’far minta kepada rombongan yang ikut do’a untuk membuang uang di laut. Spontan saja, uang yang dibawa dibuang di laut.
Do’a dipanjatkan Habib Ja’far dengan penuh khusyu’ dan khidmat. Subhanallah.
Setelah selesai berdo’a dan rombongan sudah naik kembali ke daratan. Ombak kembali muncul seperti semula.*)

No responses yet