_”Di antara matinya hati yakni tidak bersedih atas kebaikan yang ditinggalkan, dan tidak menyesal telah mengerjakan suatu kesalahan”_
Ibn Athaillah Al-Sakandariy
Hati sebagaimana sabda Nabi Saw., merupakan bagian terpenting dalam diri manusia. Saking pentingnya masyhur dikenal sebuah istilah tantang penyucian hati atau _tazkiyatun nafs._ Ibarat kendaraan, hati adalah mesinnya. Ia mampu memerintahkan pemiliknya pada kebaikan atau bahkan mendorong pemiliknya melakukan keburukan.
Lagi-lagi hati memiliki berperan penting pada diri manusia. Seseorang yang hatinya bersih dan terbebas dari kotoran hati akan tercermin darinya prilaku yang baik. Sedang seseorang yang hatinya dipenuhi penyakit hati maka prilaku yang ia tampilkan juga buruk.
Selain hati dapat terkena penyakit yang kemudian menyebabkan hati menjadi buruk, hati juga dapat mati. Ibnu Ajibah Al-Hasaniy merangkan bahwa hati mati sebab tiga hal. Pertama, mencintai dunia. Kedua, lalai dari ingat kepada Allah. Ketiga, menjerumuskan diri untuk melakukan maksiat.
Hati yang mati oleh tiga sebab di atas, menjadikan pemiliknya mati rasa. Ia tidak lagi merasakan manisnya ketaatan dan tidak juga dapat merasakan pahitnya kedurhakaan. Tidak pula ia senang dengan ketaatan dan tidak sedih dengan kesalahan dan kemaksiatan. Selain itu, ciri lain dari hati yang mati adalah, tidak merasa sedih atas terlewatnya ketaatan, tidak menyesal telah melakukan kesalahan, dan berteman dengan orang yang lalai pada Allah.
Meski hati telah mati, ia dapat hidup kembali. Jika di atas dikatakan hati mati oleh tiga sebab, maka menurut Ibn Ajibah Al-Hasaniy hati akan hidup dengan tiga sebab. Pertama, zuhud dalam dunia. Kedua, menyibukkan diri ingat pada Allah. Ketiga, berkawan dengan kekasih Allah.
Jika tiga hal di atas dioptimalkan maka hati akan kembali hidup. Hati dapat merasa kembali. Normal kembali dan mendorong pemiliknya untuk melakukan hal-hal yang diridhai Allah Swt.
Demikianlah uraian tentang tanda hati yang mati. Semoga hati kita tidak demikian. Jika kebetulan dalam hati kita terdapat ciri-ciri hati yang mati masih dapat dihidupkan kembali dengan beberapa cara yang telah penulis urai di atas.
Wallahu A’lam Bisshawab
Kediri, 16-01-2021.

No responses yet