قال النبي ﷺ: تسموا باسمي و لا تكنوا بكنيتي.

Rasulullah ﷺ bersabda: namakan diri kalian dengan namaku, dan jangan menggunakan kunyah yang aku gunakan (Abu Al-Qasim).

قال القاضي عياض رحمه الله تعالى:

اذا كان ﷺ استجاب لرجل نادى: يا أبا القاسم! فالتفت اليه، فقال: لم أعنك، انما عنيت فلانا؛ فنهى حينئذ عن التكني بكنيته لئلا يتأذى بإجابة دعوة غيره ممن لم يدعه.

Jika Rasulullah ﷺ menjawab panggilan seseorang yang memanggil dengan Abu Al-Qasim kemudian Rasulullah ﷺ menoleh, maka orang tersebut akan berkata: “bukan kamu yang saya maksud, tapi orang lain!”. Oleh karena itu dilarang menggunakan kunyah yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ, agar Rasulullah ﷺ tidak terganggu dengan menjawab panggilan yang tidak dituju untuknya.

و يجد بذالك المنافقون و المستهزئون ذريعة إلى أذاه و الازراء به فينادونه، فإذا التفت قالوا: انما أردنا هذا لسواه تعنيتا له و استخفافا بحقه على عادة المجان و المستهزئين. فحمى ﷺ حمى أذاه من كل وجه. فحمل محققو العلماء نهيه عن هذا مدة حياته، و أجازوه بعد وفاته لارتفاع العلة.

Kejadian ini banyak dilakukan oleh orang-orang munafiq yang seringkali merendahkan dan menyakiti Rasulullah ﷺ, mereka akan memanggil Rasulullah ﷺ, jika Rasulullah ﷺ menoleh, mereka akan berkata: “bukan kamu yang kami panggil!”. Agar menyusahkan Rasulullah ﷺ dan merendahkan haknya.

Oleh karena itu Rasulullah ﷺ melindungi agar orang tidak menyakitinya dari tiap sisi. Atas dasar ini para ulama berpendapat bahwa larangan ini hanya semasa hidupnya Rasulullah ﷺ, dan memperbolehkan menggunakan kunyahnya Rasulullah ﷺ setelah beliau wafat, karena sudah tidak ada ‘illatnya.

و لذالك لم ينه عن اسمه لانه قد كان منع الله من ندائه بقوله: (لا تجعل دعاء الرسول كدعاء بعضكم بعضا). و إنما كان المسلمون يدعونه: يا رسول الله، و يا نبي الله، و قد يدعونه بكنيته أبا القاسم.

كتاب الشفاء بتعريف حقوق المصطفى ص ٧٦١-٧٦٢

Oleh karena itu, memberikan nama dengan nama “Muhammad” tidak dilarang. Sebab Allah telah melarang seseorang memanggil Rasulullah ﷺ dengan namanya. Allah berfirman: “Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).” (QS. An-Nur 63).

Dan umat muslim pun memanggil Rasulullah dengan panggilan: “wahai Rasulullah, wahai Nabi Allah”, dan terkadang memanggil beliau dengan kunyahnya (Abu Al-Qasim).

Kitab Asy-Syifa karya Al-Qadhi ‘Iyadh hal 671-672.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *