Suatu waktu, saya meminta para jamaah Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim untuk membaca dan merenungkan beberapa ayat al-Qur’an dan menemukan inti pesan di dalamnya. Ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut:

QS Shaad ayat 42

ٱرْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَشَرَابٌ 

“Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum”.

QS Asy-Syuara’ ayat 63

فَاَ وْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَا كَ الْبَحْرَ ۗ فَا نْفَلَقَ فَكَا نَ كُلُّ فِرْقٍ كَا لطَّوْدِ الْعَظِيْمِ ۚ

“Lalu Kami wahyukan kepada Musa, Pukullah laut itu dengan tongkatmu. Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.”

QS Al-A’raf ayat 117

وَاَوۡحَيۡنَاۤ اِلٰى مُوۡسٰٓى اَنۡ اَلۡقِ عَصَاكَ‌ ۚ فَاِذَا هِىَ تَلۡقَفُ مَا يَاۡفِكُوۡنَ

“Dan Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.”

QS Al-Mukminun ayat 27

فَاَ وْحَيْنَاۤ اِلَيْهِ اَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَ عْيُنِنَا وَ وَحْيِنَا فَاِ ذَا جَآءَ اَمْرُنَا وَفَا رَ التَّـنُّوْرُ ۙ فَا سْلُكْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَاَ هْلَكَ اِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ ۚ وَلَا تُخَا طِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۚ اِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ

“Lalu Kami wahyukan kepadanya, Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis, juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.”

QS An-Naml  ayat 12

وَاَدۡخِلۡ يَدَكَ فِىۡ جَيۡبِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوۡٓءٍ‌ فِىۡ تِسۡعِ اٰيٰتٍ اِلٰى فِرۡعَوۡنَ وَقَوۡمِهٖؕ اِنَّهُمۡ كَانُوۡا قَوۡمًا فٰسِقِيۡنَ‏

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir‘aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik.”

QS Maryam ayat 25

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا  

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”

Ayat-ayat itu memiliki muatan makna yang luar biasa. Salah satunya adalah bahwa perlu melakukan sesuatu dalam hidup, sesederhana apapun. Kita tidak boleh passif, diam dalam menghadapi masalah kalau ingin masalahnya teratasi dan selesai.

Pesan lain dari ayat itu adalah bahwa apa yang kita harus lakukan adalah harus sesuai dengan perintah Allah. Semua yang berdasarkan perintah Allah akan selesai dengan baik dengan cara mudah, walau secara nalar kadang tidak bisa dipahami secara sempurna. Bagaimana Nabi Nuh diperintah membuat perahu di atas gunung, bagaimana seorang wanita hamil tua yang lemah (Maryam) disuruh menggoyang pangkal pojon kurma, bagaimana Nabi Musa disuruh melemparkan tongkatnya dalam menghadapi tukang sihir adalah sebagai bukti nyata akan datangnya pertolongan Allah jika kita mengikuti perintah Allah.

Sayangnya, kebanyakan kita terlalu mengandalkan kepala kita sendiri. Inilah yangvdisebut besar kepala dalam maknanya yang sesungguhnya. Sudah  bolak balik tertimpa musibah tetap saja tak mau sadar untuk kembali kepada Allah dan merasa dirinya sudah cukup mampu menyelesaikan urusan hidup.

Menghadapi semua masalah hidup sesungguhnya sederhana saja: ikuti perintah Allah, jalani sesuai petunjukNya, lakukan sesuatu untuk itu, berdoalah dan setelah itu pasrahkanlah (tawakkal) kepada Allah. Jangan semuanya dibuat semakin rumit dan ruwet. Selama Allah adalah Tuhan kita,  semua pasti ada jalan keluar. Coba baca kembali ayat- ayat di atas yang telah dishare. Renungkan, insyaAllah pembaca sependapat dengan saya  dalam membaca pesan terkandung di dalamnya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *