قال الشيخ ابو الحسن علي الشاذلي قدس سره:
نظرت إلى الخلق فوجدتهم على قسمين: أعداء و أحباء.
Syekh Abu Al-Hasan ‘Ali Asy-Syadzili:
Setelah aku memerhatikan para makhluk, aku faham bahwa mereka terdiri dari bagian; musuh dan kekasih.
فنظرت إلى الأعداء, فعلمت أنهم لا يستطيعون أن يشوكوني بشوكة لم يردني الله تعالى بها، فقطعت نظري عنهم.
Pada golongan musuh, aku faham bahwa mereka tidak akan bisa menyakitiku meski hanya dengan sebuah duri yang tidak Allah inginkan hal itu terjadi. Oleh karena itu, aku berhenti memerhatikan mereka.
ثم تعلقت بالاحباء فرأيتهم لا يستطيعون أن ينفعوني بشيء لم يردني الله به، فقطعت اياسي منهم.
Setelah itu, aku kaitkan hatiku dengan para kekasih. Kemudian aku faham, bahwa mereka tidak akan bisa memberikan aku manfaat dengan hal apapun yang tidak Allah inginkan hal itu terjadi kepadaku. Oleh karena itu, aku putus harapan ku dari mereka.
و تعلقت بالله تعالى، فقيل لي: انك لن تصل إلى حقيقة هذا الأمر حتى لا تشك فينا، و تيأس من غيرنا أن يعطيك غير ما قسمناه لك.
كتاب التنوير في إسقاط التدبير ص ٢٥١
Pada akhirnya, aku kaitkan hatiku untuk Allah. Seketika di hatiku ada suara yang berbisik:
“Ketahuilah! Bahwa kamu tidak akan bisa sampai kepada kebenaran hal ini, hingga kamu tidak lagi ragu kepada kami. Hingga kamu memutus harapan kepada selain kami, bahwa mereka tidak akan bisa memberikan apapun kecuali apa yang telah kami tetapkan”.
Kitab At-Tanwir fi Isqath At-Tadbir hal 251.

No responses yet