Dr. Ferry Muhammad Syah Siregar,Lc. MA. Adalah sahabat seangkatan saya ketika di al-Azhar, dia ngambil ilmu hadist sedangkan saya Filsafat, saat itu dia menjadi mahasiswa indonesia paling berprestasi di Jurusan Hadist dengan predikat Mumtaz, setelah selesai S1 tahun 2000 kami berpisah cukup lama, saya melanjutkan ke Universiti kebangsaan Malaysia dan Universiti Malaya di bidang politik dan pertahanan, sedangkan dia melanjukan ke UGM, Temple University of Amerika dan Post doktoral di  florida university of Amerika, semuanya di bidang studi Islam dan Peradaban. Bahkan beberapa kali post doktoral di beberapa negara Asia seperti Singapura, Brunei dan philipina. 

Barulah pada 2018 saat penerimaan siswa baru pesantren bina insan mulia di hotel luxton Cirebon, dia datang ke acara kami, saat itu kami berbincang banyak hal, dan di akhir perbincangan dia menyatakan akan post doktoral lagi ke Austria, saya langsung merespon ” buat apa lagi kesana ? tidak ada manfaatnya, bukan saatnya lagi keliling dunia mencari ilmu, tapi saatnya mengaplikasikan di dunia nyata, tidak perlu kesana, sudah disini saja membangun generasi bersama saya, kita cetak Ratusan santri yang bisa belajar keliling dunia seperti anda, itu lebih bermanfaat “,  setelah itu saya sampaikan visi besar pesantren BIMA, dan Ajaib; siang itu juga, dia menyatakan mengurungkan niatnya ke austria dan siap bergabung di pesantren BIMA.

Seminggu kemudian, saya berikan amanah Kepala sekolah Madrasah Aliyah Unggulan bertaraf Internasional Bina Insan Mulia kepadanya, sekaligus kepala program studi luar negeri pesantren, selain dipesantren tiap hari sabtu dia juga menjadi dosen pasca sarjana di universitas Bunga Bangsa. Alhamdulillah dengan kehadirannya, Visi kami yaitu memastikan di tahun 2028 harus ada 1000 Alumni pesantren Bina Insan Mulia studi di seluruh penjuru dunia semakin mudah, terbukti kelas 3 tahun ini saja ada 80% santri yang melanjutkan studi keluar negeri, dan terbanyak ke al azhar Mesir berjumlah 96 santri, dan sisanya ke beberapa negara eropa dan Asia. 

Yang menarik, baru beberapa bulan saja dia tinggal di pesantren BIMA, dia meminta di ijazahin tirakat puasa dalailul khairat, kebetulan semua siswa SMK/Aliyah disini memang tirakat semua. saat mengijazahi, saya berkelakar ” ini aneh, alumni filsafat dan politik kok ngijazahi  Doktor bidang studi Islam dan peradaban “,  semenjak hari itu hingga hari ini, dia istiqomah tirakat puasa dalailul khairat, ini tahun ketiganya, saya masih ingat saat itu ia menyampaikan hajatnya pengen menjadi pengasuh pesantren, alhamdulillah sudah/akan menjadi kenyataan, saat ini dia sedang membangun pesantren bernama” pesantren dalailul khairat” letaknya tepat berada di depan bina insan mulia 2.  Dan hajat terbarunya pengen segera menjadi profesor. Apapun itu, insya allah saya akan mendukungnya secara total. Karena saya Sebagai orang tua bagi seluruh civitas BIMA, siapapun itu.

Yang saya salut dari dia, walaupun dia sahabat saya, berpendidikan tinggi, berwawasan luas, tapi sangat manut apapun itu. Dia betul-betul seorang “Salik” dan pelaku tarekat sejati.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *