Mbah Kiai Sholeh–KH Soleh Banjarmelati , begitu beliau di panggil. Salah satu ulama besar Kediri yang memiliki penerus keulamaan yang mumpuni. Selain nasab besar beliau yang bersambung dengan ulama sekaligus auliya’ seperti Syekh Abdullah Musrsyad hingga Syekh Basyaruddin, beliau juga memiliki menantu-menantu pendiri pesantren besar seperti KH. Abdul Karim pendiri Pesantren Lirboyo dan KH. Ma’roef Kedunglo.

Selain belai memiliki ilmu kanuragan dan kealiman yang mumpuni Mbah Sholeh juga sosok yang sangat penyabar. Dalam sebuah kitab, _Haula’i Masyayikhina_ karya Musa Mushtofa, beliau disebutkan sebagai Kiai penyabar istri. Saking sabarnya beliau menghadapi istri, istrinya pun hingga sadar bahwa apa yang ia lakukan kurang baik.

Dalam buku yang saya sebut di atas, dikisahkan bahwa Mbah Sholeh memiliki istri yang sangat membenci beliau. Setiap Mbah Sholeh kembali ke rumah beliau setelah i’tikaf di masjid langsung dihadang istri beliau di depan pintu rumah sembari membawa bekas air cucian beras. Air bekas cucian beras tadi langsung disirmakan ke wajah Mbah Sholeh. Meski demikian beliau tetap sabar atas perlakuan buruk istrinya.

Kesabaran Mbah Sholeh yang demikian dan prilaku istri beliau, tidak cukup singkat. Hal itu terjadi selama sepuluh tahun. Dari kesabaran beliau inilah sebab istri beliau menjadi tobat. Selain itu beliau buah kesabaran beliau berbuah anugrah yang sangat luar hiasa, beliau bersama istri beliau dikaruniai putri-putri salehah. Dari purti-putri salehah itu kemudian dipersunting oleh kiai-kiai besar pendiri pesantren, seperti Kiai Abdul Karim Lirboyo, Kiai Ma’roef Kedunglo, Kiai Dahlan Jampes.

Dari kisah di atas dapat di bayangkan bagaimana kesabaran beliau. Dalam waktu yang tidak singkat beliau menghadapi istri yang sangat galak. Dapat dibayangkan pula sekaliber Mbah Sholeh disiram air bekas cucian beras. Tentu yang seperti ini diperlukan kesabaran yang berlipat. 

Dari kisah di atas, cukup kiranya sebagai gambaran buah dari kesabaran. Dari kesabaran berbuah anugrah. Kendati hal ini tidak harus terjadi dalam kehidupan kita, namun cukuplah ada padanan jika suatu saat pasangan kita berlaku demikian. Barangkali di akhir episode nanti akan berbuah anugrah berbalut hikmah.

Wallahu A’lam Bisshawab. 

Kediri, 02-02-2021.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *