Dengki atau hasad dapat diartikan sebagai kebencian terhadap nikmat ‎yang ada pada diri orang lain dan berharap agar nikmat tersebut hilang dari ‎orang tersebut. ‎

Pengertian lain tentang hasad adalah: seseorang menginginkan ‎hilangnya kesenangan (nikmat) yang dimiliki orang lain dan berusaha ‎memindahkannya kepada dirinya. Nikmat yang ada pada orang lain itu bisa ‎berupa kekayaan, kepintaran, kecantikan, kedudukan, kehormatan, dan ‎kelebihan-kelebihan lainnya. ‎

Al-Qur’an mendefinisikan hasad atau dengki dengan sebuah ungkapan ‎yang sangat tepat: ‎

‎“Jika kamu kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, ‎tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya.”  (Q.S. Ali ‎‎‘Imran: 120)‎

Dalam bahasa sederhana, meminjam istilah Aa Gym, dengki itu adalah ‎‎“susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah.”‎

Dalam kehidupan sehari-hari sangat mudah kita jumpai orang-orang ‎yang mempunyai sifat dengki, iri hati atau hasad. Ciri-ciri seorang pendengki ‎dapat kita ketahui dari beberapa sikap berikut ini:‎

*  Dia tidak senang melihat orang yang kaya, pintar, baik, cantik, atau lebih ‎dihormati daripada dia.‎

*  Dia ingin menyaingi orang tersebut dalam hal kekayaan, kepintaran dan ‎kecantikan.‎

*  Dia senang menggunjing atau mendengar gunjingan orang lain tentang ‎orang tersebut.‎

*  Dia tidak senang mendengar orang lain memuji kekayaan,  kepintaran, ‎kecantikan serta kebaikan orang tersebut.‎

*  Dia berusaha menjatuhkan orang tersebut dengan berbagai cara.‎

*  Dia senang jika orang tersebut kehilangan kekayaan, kepintaran,  ‎kecantikan, serta kehormatan dirinya.‎

Jika kita jumpai salah satu saja dari beberapa sikap di atas pada diri ‎seseorang, maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut sudah mengidap ‎‎“penyakit” dengki atau hasad.‎

Rasulullah Saw. bersabda, “Jauhkanlah (oleh kalian) dengki (hasad) ‎karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu ‎bakar.”  (HR. Abu daud) ‎

Hadis ini menegaskan bahwa sifat dengki (hasad) layaknya virus yang ‎akan merusak serta menghancurkan seluruh file amal kebaikan seseorang. ‎

Lantas, apa yang menyebabkan munculnya sifat dengki pada diri ‎manusia?‎

Al-Qur’an menyebutkan dua hal yang menjadi penyebab utama rasa ‎dengki, yaitu: Pertama, rasa permusuhan dan kebencian, seperti disebutkan ‎dalam surat Ali Imran: 118. Kedua, kagum diri dan merendahkan orang lain, ‎sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Zukhruf: 31 dan surat al-Mu’minun: ‎‎33.‎

Meski sifat dengki secara umum dilarang dalam ajaran Islam, tetapi ada ‎sifat dengki atau iri yang dibolehkan. Nabi Saw. bersabda, “Hasad tidak ‎diperbolehkan kecuali dalam dua hal; pertama, kepada seseorang yang ‎dianugerahi Allah rizki berupa harta yang banyak dan digunakan untuk ‎kepentingan kebenaran; kedua, iri hati kepada orang yang dianugerahi Allah ‎ilmu yang banyak, dan ia mengamalkan ilmunya itu dan mengajarkannya ‎‎(kepada orang lain).” (HR. al-Bukhari)‎

* Ruang Inspirasi, Rabu, 10 Februari 2021

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *