Kubur Tumpang Talu atau Makam Datuk Tumpang Talu. Kisah satu lubang kubur ada tiga Jenazah yakni Bukhari, Landuk dan Haji Matimin. Salah satu dari tiga sosok jenazah yang dikubur di Makam Tumpang Talu yang berada di Desa Parincahan Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini adalah seorang panglima perang Banjar di medan perang Amuk Hantarukung. Ini juga menjadi bukti perjuangan rakyat Banjar yang punya semboyan Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing.
Bukhari sebagai panglima perang Banjar pada masa Sultan Muhammad Seman bin Pangeran Antasari, berdasarkan berbagai sumber, dijelaskannya bahwa beliau dilahirkan di Desa Hantarukung Kecamatan Simpur, tahun 1850.
Ayah beliau bernama Manggir dan ibu beliau bernama Bariah kelahiran Kampung Hantarukung.
Beliau juga pernah sebagai panakawan atau ajudan Sultan Muhammad Seman dan ikut berjuang melakukan perlawanan rakyat terhadap Belanda. Berdasarkan kisah sejarah, beliau dan dua pejuang lainnya yakni Landuk dan Haji Matimin dikuburkan dalam satu liang kubur karena saat itu dalam keadaan darurat. Masih dalam suasana perjuangan melawan Belanda sehingga ketiganya dikubur dalam satu liang saja
Kami personil Suluh Benua, yakni Zulfaisal Putera, Humaidy (Ibnu Sami) dan Gusti Ardiansyah, ziarah ke sana, menghadiahkan fatihah 4 (kulhu 3x, al-falaq 1x, An-nas 1x dan al-fatihah 1x) dan mengirim doa arwah untuk ketiganya. Kami juga berharap dari ziarah akan selalu ingat mati sesuatu yang alami, silaturrahmi ruhaniyah kepada Bukhari, Landuk dan Haji Matimin. Kami berharap semoga Allah bisa menyuntikkan aura (kasih) putih atau energi positif 3 pahlawan Amuk Hantarukung ini berupa keberanian, perjuangan dan kebaikan dalam pengabdian kepada kebenaran.

No responses yet