Komunitas Padhang Makhsyar menolak apapun dalihnya —
Dua malaikat menolak berzina dan membunuh tapi kemudian ia minum khamer kemudian keduanya berzina kemudian membunuh —
*^^^*
Meski dinyatakan dhaif kisah ini cukup inspiratif, setidaknja menjadi sandaran etik bahwa khamr penyebab mabuk adalah pangkal segala petaka. Darinya semua kejahatan, kriminalitas dan kemungkaran beranak pinak.
Tinjauan teologis saya pikir sudah bukan lagi soal sebab semua agama pasti melarang khamer — obyektif disadari bahwa kemungkaran memang tak bisa enyah dari muka bumi. Bukankah nahy mungkar adalah ‘mencegah’ bukan menghilangkan.
Sampai tahap ini saya berani katakan bahwa segala bentuk kemungkaran, kejahatan, kriminalitas adalah berpasangan dengan segala macam kebaikan tanpa harus disebut satu-satu. Bahkan saya bersyukur dengan hadirnya orang-orang kafer yang menggantikan kedudukan saya di neraka—
*^^^*
Legalisasi investasi minuman berakohol adalah kebijakan ekonomi dan politik. Ini hanya soal investasi dan industri minuman. Tapi kenapa harus pada wilayah tabu — bagaimana jika di dalamnya ada ‘niat jahat’ ? Yang bermaksud merusak dan menghancurkan ? Dilarang saja dilanggar apalagi legal ?
Bangsa Indoenesia bukan bangsa pemabuk — minum minuman berakohol bukan tradisi apalagi mendapat pelindungan hukum karena alasan investasi ekonomi. Legalisasi investasi ‘minol’ apapun dalihnya adalah pelecehan terhadap tradisi religius bangsa Indoenesia.
Tapi cilaka dua belas jika yang memutus legal juga sedang hilang akal alias mabuk — ini memang pada yang substantif bahwa ada sebagian besar kita memang sedang mabuk : bukan hanya mabuk wanita dan miras tapi juga mabuk kekuasaan, tahta dan segala puja lantas membuat keputusan tanpa akal.
*^^^^*
Jadi seperti yang dikatakan Rumi : ‘ada seribu bait syair semua jadi malu dihadapan sang buta huruf’ —
Kadang setiap kita hanya berbuih kata tapi tak pernah singgah ditempat tujuan sebab niat hanya mengelana pada tempat-tempat yang bukan persinggahan. Pada tahap dimana setiap persangkaan terhadap yang mungkar juga perlu dikonstruksi ulang. Agar di dapat pahala dengan maksimal. Jadi mari bersama melawan legalisasi miras dengan segenap tenaga pikiran jiwa dan hati, sebab tanpa itu semua kita sesungguhya telah mati sebelum mati — Wallahu taala alm

No responses yet