Ada ungkapan di kalangan Tholabul Ilmi
لولا الإسناد لقال من شاء ما شاء
Andaikan tidak ada sanad, maka orang akan berpikir agama sesuai maunya.
Inilah yang saya alami dan kelompok saya yang saya tapaki, sehingga kami bebas menafsirkan apa yang kami pahami, sebagaimana misal ada klaim Ijma’ dari sebuah kitab yang berjudul Al-Jami’ Fie Tholabil Ilmis Syarief bab Iman Kufur tentang Kafir nya Polisi dan Tentara di negara-negara Muslim, alasannya para polisi dan tentara telah menjadi pasak bagi langgengnya hukum2 buatan manusia, demikian alasan mereka, mereka berdalil dengan penggalan ayat
…اِنَّ فِرۡعَوۡنَ وَهَامٰنَ وَجُنُوۡدَهُمَا كَانُوۡا خٰطِـــِٕيۡنَ
…Sungguh, Fir‘aun dan Haman bersama bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. (Al-Qashas ayat 8)
Lalu di ayat lain
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا ( QS An Nisa : 76)
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
Lalu membawakan kisah Bagaimana sahabat telah Ijma’ para sahabat nabi dalam perang Riddah nabi palsu Musailamah Al kadzab dan Riddahnya Mani’uz Zakat
Tidak cukup di sana, mereka juga mengkafirkan orang yang tidak mengkafirkannya maka dia Kafir dengan kaidah
من لم يكفر او شك في كفره فهو كافر
Barang siapa yang tidak mengkafirkan atau ragu2 dengan kekafiran nya maka dia Kafir.
Lalu mereka membaca bagaimana Dakwah NAJD di era anak-anak cucu Muhammad bin Abdul Wahhab berperang dengan Turki Usmani, jika Turki Usmani saja di kafirkan oleh Dakwah Najd (Wahabi) bagaimana dengan Indonesia.
Buat para new hijrah dr kalangan type esacta, maka dia takjub dan akan menelan mentah-mentah logika ini, apalagi dengan bahasa santun dan sedikit tegas, maka adik2 kita di sebuah halaqoh akan terkagum-kagum melihat sang asatidz ceramah ttg tema ini.
Satu dua kali mengikuti Daurah dan taklim membuat para mustami’ mulai baper, karena syarat di terima “LAA ILAHA ILLA ALLAH” itu harus kufur kpd Thagut baru menetapkan Allah sebagai Ilah yang berhak disembah. Selesai
Benarkah kesimpulan dalil seperti ini ? Bagaimana jika adik2 kita mahasiswa atau para remaja dengan jiwa mudanya jika mendapatkan materi2 ini? Bagaimana jika ada orang2 Sholeh dr POLRI dan TNI atau ASN dengan karir cerah mendapatkan materi2 seperti ini ?
Jangan heran jika saya yg pernah mondok tidak tamat ini tergelincir, lalu ada eks TNI July Karsono yg menembak 4 polisi, eks Kopassus Subagyo alias Daeng Koro yg ikut menggorok 3 polisi di Tamanjeka , Briptu Hendra Saputra menjadi bom bunuh diri di Suriah, eks anggota Krimum Polda Malut Bripda Lesti dan Bripda Rini, eks Direktur otoritas Batam Joko Wiyogo, Bangkir lulusan Australia, pejabat eselon 4 Pak dTriyono, Briptu Syarif Tabubun dan Briptu Anggota Intel polres Ambon dan ratusan mahasiswa lainnya terlibat Terorisme.
Fikrah jahat ini akan memanfaatkan kesalehan dan kecintaan kita akan agama ini, mereka merekrut orang yang ikhlas tmpa pemahaman yang baik dr kita semua, yaitu belajar dr orang yg kita anggap sebagai ulama, guru asatidzah yang ternyata mereka terputus sanadnya, Lalu berfatwa dalam urusan darah dan kehormatan kaum muslimin, demikian seterusnya.

No responses yet