_”Sesungguhya dengki yang paling besar timbul dari kerabat, dan tetangga karena penglihatan mereka atas nikmat yang kalian didengki atasnya berbeda dengan yang jauh”_
_Tanbihul Mughtarin_
Segala nikmat berpotensi didengki orang. Kecatikan, ketampanan, kekayaan, kesuksesan, jabatan, karir yang melejit, prestasi yang berturut-turut, dan kesuksesan semuanya sangat berpotensi didengki orang. Kedengkian bisa timbul kapan saja dari para pendengki. Sehingga Allah melalui firman-Nya untuk waspada pada para pendengki. (113.4)
Sifat iri dan dengki memang harus dijauhi. Keduanya adalah amat tercelanya sifat yang dapat melebur amal kebajikan layaknya leburnya kayu bakar oleh api. Tentu sifat yang demikian harus dinihilkan dari lubuk hati yang paling dalam. Meskipun yang demikian cukup sulit dan perlu banyak latihan ekstra.
Kedengkian yang timbul seringkali timbul dari penglihatan yang paling dekat–baik di alam nyata maupun maya. Orang yang dekat dengan kita lah yang paling berpotensi dengki kepada kita. Apakah itu kerabat, tetangga, kolega, ataupun siapa yang dekat baik di alam nyata maupun maya. Asal mereka dekat dan sering mengetahui kenikmatan yang kita peroleh sangat berpotensi mereka mendengki kita.
Kedengkian orang lain bagaimanapun bentuknya memang hampir mustahil dihilangkan. Dengan demikian perlulah kita untuk selalu waspada dari para pendengki. Salah satu diantara cara yang lazim digunakan adalah mendoakan mereka menerima nikmat yang sama, hingga mereka turut merasakan sesuatu yang mereka dengkikan atas kita.
Sebagai penutup semoga kita selamat dari pendengki, sekaligus kita bukan bagian dari orang yang sering dengki pada orang lain. Amin.
Wallahu A’lam Bisshawab.
Kediri, 13-03-2021.

No responses yet