اذا اخذ الله منك ما لم تتوقع ضياعه .. فسوف يعطيك ما لم تتوقع ان تملكه
“Jika Allah mengambil darimu sesuatu yang tidak pernah engkau sangka kehilangannya, maka Allah akan memberimu sesuatu yg tidak pernah engkau sangka akan memilikinya.” (Prof. Dr. Syaikh Mutawalli Assya’rawi)
Al-Imam Al-Qadhi Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah Asy-Syaukani Ash-Shan’ani Al-Yamani atau Imam Asy Syaukani rahimahullah (1759 – 1834 M Sana’a, Yaman), dalam Fath-hul Qadiir al-Jaami’ Baina Fannay ar-Riwayah Wa ad-Diraayah Min ‘Ilm at-Tafsiir, Beliau mengatakan,
“Janganlah bersedih dgn nikmat dunia yg luput darimu. Janganlah pula berbangga dgn nikmat yg diberikan padamu. Karena nikmat tsb dalam waktu dekat bisa sirna. Sesuatu yg dalam waktu dekat bisa sirna tidak perlu dibangga2kan. Jadi, tidak perlu engkau berbangga dgn hasil yg diperoleh dan tidak perlu engkau bersedih dgn sesuatu yg luput darimu. Semua ini adalah ketetapan dan takdir Allah … Intinya, manusia tidaklah bisa lepas dari rasa sedih dan berbangga diri.”
Suatu musibah yg dihadapi dgn kesabaran akan mempunyai dua hasil. Pahalanya di akhirat nanti dan gantinya di dunia dgn yg lebih baik. Mereka itulah orang2 yg mendapat ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang2 yg mendapat petunjuk. (QS al-Baqarah :157).
Selamat buat orang2 yg mengalami musibah dan bencana atau ujian apapun, karena mereka akan mendapatkan berita gembira ini. Sesungguhnya usia dunia ini sangat pendek dan kekayaan yg ada padanya tiada harganya, sedangkan pahala di akhirat lebih baik dan lebih kekal.
Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi Asy-Syafi’i atau Imam Muslim rahimahullah (wafat 5 Mei 875 M, Naisabur, Iran) meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha (580 – 680 M, Madinah). Bahwa beliau mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
” ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪٍ ﺗُﺼِﻴﺒُﻪُ ﻣُﺼِﻴﺒَﺔٌ، ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ: ﺇِﻧَّﺎ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺭَاﺟِﻌُﻮﻥَ اﻟﻠﻬُﻢَّ ﺃْﺟُﺮْﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻣﺼﻴﺒﺘﻲ، ﻭَﺃَﺧْﻠِﻒْ ﻟِﻲ ﺧَﻴْﺮًا ﻣِﻨْﻬَﺎ، ﺇِﻻَّ ﺃَﺟَﺮَﻩُ اﻟﻠﻪُ ﻓِﻲ ﻣُﺼِﻴﺒَﺘِﻪِ، ﻭَﺃَﺧْﻠَﻒَ ﻟَﻪُ ﺧَﻴْﺮًا ﻣِﻨْﻬَﺎ “
Tidak ada seorang hamba yg tertimpa musibah kemudian dia berdoa: “Kami adalah milik Allah dan kepada Allah kami kembali. Ya Allah berilah pahala atas musibah saya dan berilah ganti yg lebih baik daripada musibah ini”, kecuali Allah akan memberi pahala dalam musibahnya dan memberi ganti yg lebih baik daripada musibah tsb”
Doa Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu (619 M, Mekkah – 687 M, Masjid Tha’if) :
ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺟُﺒَﻴْﺮٍ، ﻗَﺎﻝَ: ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﺩُﻋَﺎءِ اﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ اﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﻳَﺪَﻉُ ﺑَﻴْﻦَ اﻟﺮُّﻛْﻦِ، ﻭَاﻟْﻤَﻘَﺎﻡِ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ: «اﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻗَﻨِّﻌْﻨِﻲ ﺑِﻤَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘﻨِﻲ، ﻭَاﺧْﻠُﻒْ ﻟِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَاﺧْﻠُﻒْ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻏﺎﺋﺒﺔ ﻟِﻲ ﺑِﺨَﻴْﺮٍ»
Abu Muhammad Sa’id bin Jubair rahimahullah (665 – 714 M, Kufah Irak) berkata bahwa diantara doa yg dibaca oleh Ibnu Abbas di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim (dekat Ka’bah) adalah: “Ya Allah berilah kecukupan kepadaku dgn rezeki pemberian-Mu, berilah ganti untukku dalam rezeki itu. Dan berilah ganti kepadaku atas setiap (nikmat) yg hilang dariku dengan ganti yg lebih baik” (Riwayat Abu Bakr Abdurrazzaq bin Hammam bin Nafi’ Al-Humairu Ash-Shan’ani atau Imam Abdurrazzaq Ash-Shan’ani rahimahullah (wafat 211 H / 826 M), dalam kitab Mushannaf. Juga termaktub dalam kitab Al-Mustadrak karya Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Handawaihi bin Nu’aim al-Dhabbi al-Thahmani al-Naisaburi Asy-Syafi’i atau Imam Al-Hakim atau Imam Ibnu al-Baiyi rahimahullah (933 – 1012 M Naisabur, Iran), dan dikutip oleh Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i atau Imam Ghazali rahimahullah (1058 – 1111 M di Thus Iran) dalam kitab Ihya’ Ulumiddin)
Wallahu a’lam
variety of sources by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet