اْلحَمْدُ للهِ, اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله, وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا, مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ, وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ, وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ, بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله, وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أَعُوْذُبِااللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ, وَتَزَوَّدُوا, فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ, وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ. صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ.

Hadirin Jama’ah Jumu’ah .. rahimakumullah

Kita harus selalu meningkatkan iman dan taqwa kita, dengan melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, menjauhi larangan Allah, dan kita sempurnakan dengan selalu bersyukur kepada Allah. Dengan peningkatan itu, kita semua semoga termasuk hamba-hamba Allah yang selamat dan bahagia fid diini wad Dunya wal akhirah.. aamiin yaa robbal ‘alamiin.

Fenomena akhir-akhir ini, perilaku bom bunuh diri atas nama jihad terjadi. Islam secara tegas melarang aksi bom membunuh orang yang tak berdosa, termasuk aksi bom bunuh diri. Itu murni karena kesalahan individu seseorang, dalam memahami agamanya. Oleh demikian peran seorang guru dan lingkungan sangat penting untuk menghindari anak-anak dari tindakan radikalisme dan terorisme.

Mayoritas ulama di dunia sepakat, bahwa TERORISME itu bukan produk agama, apalagi termasuk ajarannya. Terorisme itu, merupakan konstruksi produk dari kebencian, kesesatan berpikir, serta pelampiasan dari kecongkakan dan kesombongan, yg merasa paling benar mewakili Allah dan Rasul-Nya. Sebab, ajaran agama, khususnya Islam, pasti menuntun pada kedamaian, dan kebaikan umat manusia.

Hadirin Jama’ah Jumu’ah .. rahimakumullah

Aksi terorisme dalam bentuk apapun, oleh siapapun, bukan sebuah amal jihad yg diajarkan agama. Terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban, yang menimbulkan ancaman serius, terhadap agama, kedaulatan bangsa dan negara, membahayakan keamanan dan ketertiban sosial, perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. 

Mereka yang kurang pemahaman soal agama, meskipun berpendidikan tinggi, atau terbelakang, sangat rentan terhadap doktrin mentah, yang disebut kalangan psikolog sebagai CUCI OTAK dan BONEKA, yang membuat individu di dalam suatu kelompok, membenarkan suatu hal, tanpa bisa diganggu gugat. 

Mereka membenarkan bahwa, siapa saja yang mati saat berperang melawan non-Muslim atau kaum muslimin yang tidak sekelompok dengannya, akan dianggap sebagai martir dan layak mendapat surga. Mereka pun diikat dengan pemahaman bahwa, muslim mencintai kematian menggapai surga, sedangkan yang lainnya adalah musuh penyembah kehidupan yg layak dineraka.

Hadirin Jama’ah Jumu’ah .. rahimakumullah

Atas dasar itu, sejumlah kajian mendalam, terkait bom bunuh diri menyimpulkan bahwa, perilaku tersebut murni didorong oleh ideologi Islam radikal. Pelaku pada umumnya cenderung terintimidasi, mudah dikendalikan, dan depresif. Mereka juga tidak mutlak menjadikan agama, sebagai motivasi utama pengeboman. 

Prof Dr. Eyad Sarraj, psikiater Muslim di Palestina mengatakan, pengebom bunuh diri biasanya orang-orang yang sangat penakut, introver, sulit berkomunikasi, dan sama sekali tidak melakukan kekerasan. Dengan melakukan aksi ekstrem, mereka seolah bisa mengatasi kekurangannya tadi, lewat keberanian besar menghadapi kematian. Mereka juga merasa bagaikan idola, ikon, bahkan pahlawan, karena telah melakukan hal yang dianggapnya paling mulia, baik itu di mata Tuhan maupun kelompoknya.

Tak hanya itu, kajian psikoanalis dan para ahli kontraterorisme menyebutkan bahwa, aksi bom bunuh diri juga kerap dipicu kemiskinan dan keinginan balas dendam. Pun banyak dilakukan oleh kaum perempuan, karena dampak teror dan kekerasan yang ditimbulkannya, bisa jauh lebih besar ketimbang pelaku laki-laki. Pelaku biasanya dipaksa, tapi sebagian besar juga datang secara sukarela. 

Ada banyak faktor yang memotivasi perempuan, misalnya kehidupan yg menyedihkan, dilecehkan laki-laki, hingga balas dendam atas suatu penderitaan, permasalahan psikologis seperti stres pasca-trauma, keputusasaan, dan hilang harapan.

Hadirin Jama’ah Jumu’ah .. rahimakumullah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpendapat bahwa bom bunuh diri hukumnya HARAM, karena merupakan salah satu bentuk tindakan keputusasaan (al-ya’su) dan mencelakakan diri sendiri (ihlakun nafsi). Baik dilakukan di daerah damai (darus shulhi/darus salam) maupun di daerah perang (darul harbi). 

Bunuh diri, merupakan perbuatan yang memiliki dampak besar bagi keberislaman seseorang. Nabi Muhammad SAW tidak merestui, terhadap orang-orang yang melakukan bunuh diri. Telah banyak diriwayatkan hadits bahwa Rasulullah SAW mendoakan orang yang memusuhinya, Berdiri menghormati jenazah orang Yahudi, tetapi Rasulullah SAW dengan tegas menolak menshalatkan pelaku bunuh diri.

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari dari Jabir bin Samurah, “Pernah didatangkan kepada beliau saw jenazah seorang laki-laki yang bunuh diri dengan anak panah. Tetapi jenazah tersebut tidak dishalatkan oleh beliau.” (HR Imam Muslim rahimahullah yg wafat tahun 875 M di Iran). 

Hadirin Jama’ah Jumu’ah .. rahimakumullah

Allah swt berfirman, An Nisa’: 29 – 30

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ, إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا, وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا, فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا, وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

“Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian; sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada kalian. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Aksi bunuh diri, menyebabkan pelakunya mati, maka hukumnya HARAM, bahkan termasuk DOSA BESAR, karena Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa :

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ, عَذَّبَهُ اللهُ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Siapa yang membunuh dirinya sendiri, maka ia akan disiksa (sesuai) dengan perbuatannya di neraka Jahannam.” (HR. Imam Hambali dan Imam At-Thabrani, sohih)

Disebutkan dalam kitab ensiklopedi terbesar, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah :

إِنَّ مَنْ قَتَل نَفْسَهُ كَانَ إِثْمُهُ أَكْثَرَ مِمَّنْ قَتَل غَيْرَهُ

“Sungguh orang yang melakukan bunuh diri dosanya lebih besar dibanding orang yang membunuh orang lain”. 

Tidak hanya itu, selain berdosa, pelaku bunuh diri, tindakan bom bunuh diri juga telah meresahkan masyarakat ini akan kekal di neraka. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ, فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ, فِي نَارِ جَهَنَّمَ, خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا. وَمَنْ شَرِبَ سَمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ, فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ, فِي نَارِ جَهَنَّمَ, خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا. وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ, فَقَتَلَ نَفْسَهُ, فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ, خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا.

“Barangsiapa yang bunuh diri dengan besi, maka besi yang tergenggam di tangannya, akan selalu ia arahkan, untuk menikam perutnya dalam neraka Jahanam, secara terus-menerus, dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara meminum racun, maka ia akan selalu menghirupnya di neraka Jahannam dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang bunuh diri, dengan cara terjun dari atas gunung, maka ia akan selalu terjun ke neraka Jahanam dan dia kekal di dalamnya.” (Hadits sahih riwayat Imam Muslim, Imam Hambali dan mam Tirmidzi rahimahumullah).

Hadirin Jama’ah Jumu’ah .. rahimakumullah

Terorisme bukan jihad, pelaku teror atas nama agama adalah pemecah belah ummat Islam dan negara. Maka, para pembuat keonaran adalah laku AL-IRJÂF (gangguan terhadap keamanan), bukan jihad. Prof DR Syaikh Ali jumah berkata, terorisme sangat tepat di sebut IRJAF, dari kata ARJAFA – YURJIFU – IRJAFAN, yg berarti menimbulkan kegoncangan, perasaan takut, baik dgn ucapan maupun tindakan. 

AL-IRJAF adalah aktivitas menebar berita heboh, bombastis, tapi kontennya dusta, yang tujuannya untuk menciptakan sebuah kegaduhan dan kepanikan. Orang yang suka melakukan perbuatan itu disebut dengan Murjif, jamaknya Murjifun. Kaum teroris bisa dikatakan kelompok murjifun.

Yang menarik, Al-Qur’an menyematkan kata al-murjifun, dalam surat al-ahzab ayat 60, kepada komunitas kaum munafik Madinah yg menentang nabi, yang kerjaannya membuat onar, kerusuhan, serta menebar ketakutan kepada penduduk Madinah. Maka, kata al-murjifun lebih pas digunakan untuk menerjemahkan terorisme.

Tipikal Murjif seperti itu terdapat sekarang ini. Modus vivendi dan modus operandinya hampir sama. Mereka gemar menebar berita heboh dan bombastis, namun kontennya dusta. Tujuan mereka adalah, memecah belah barisan kaum muslimin, membuat gaduh, memunculkan kepanikan, adu domba, dan fitnah, sehingga umat beriman kehilangan persatuan, jati diri, dan kekuatan mereka.

Hadirin Jama’ah Jumu’ah .. rahimakumullah

Hasil Bahtsul Masail NU, dalam Munas Alim Ulama di Pondok Gede tahun 2002, tentang hukum INTIHAR (mengorbankan diri), dinyatakan bahwa, bom bunuh diri (intihar) yang dilakukan oleh para teroris, tidak akan mengantarkan mereka kepada level syuhada. Karena sejatinya, motif mereka adalah adalah frustasi (putus asa) dalam menghadapi hidup. Artinya putus asa dalam mencari jalan solusi kehidupan yang benar. Dalam keputusan itu, dengan jelas diterangkan bahwa “Bunuh diri dalam Islam adalah diharamkan oleh agama dan termasuk dosa besar.

الانتحار في كل الأحوال حرام بالاتفاق، من أكبر الكبائر 

Semoga bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita dan keluarga kita dijauhkan oleh Allah dari pemahaman dan ajaran yg fahamnya salah, agar kita selamat fid dini wad Dunya wal akhiroh .. aamiin

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا, وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ اَكْرَمَنَا بِالْإِيْمَانِ، وَاَعَزَّنَا بِالْإِسْلاَمِ، وَرَفَعْنَا بِالْإِحْسَانِ، اَحْمَدَهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالىَ، اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ, وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّابَعْدُ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ – أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى :أَعُوْذُبِااللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ, حَقَّ تُقَاتِهِ, وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ, وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ, وَمَلاَئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ, وَاَهْلَ طَاعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ, وَارْضَ مَعَهُمْ, بِرَحْمَتِكِ, يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ سَلِّمْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ, وَعَافِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ, وَاعْفُ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ, وَقِنَا وَاِيَّاهُمْ, شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ, اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا, وَلِاَبَائِـنَا وَاُمَّهَاتِنَا, وَلِاَوْلاَدِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا, وَلِمَشَايِخِنَا, وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهَ وَسَلَّمَ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ,   

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Oleh Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA Kabupaten Gresik

Video : https://youtu.be/aosw7M1v2DA

Channel YouTube Majelis Ngaji Sarinyala

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *