Pada bulan Sya’ban kemarin, Kanthongumur sowan meminta do’a restu dari salah seorang kyai untuk membuka ngaji pasanan di Majlis Ta’lim peninggalan mertua di Kramatsari Pekalongan.

Kanthongumur bercerita bahwa sebagian yang ikut mengaji adalah orang-orang yang berumur lebih dewasa darinya, sehingga kadangkala timbul rasa minder di hatinya.

Kyai tersebut mensupport dengan jawaban berbahasa Arab:

اعلم أن العلم أكبر من السن 

“Ketahuilah bahwa ilmu itu lebih tua dan lebih dewasa dari pada umur”.

Alhamdulillah…

Selain itu, Kanthongumur juga sowan kepada putra-putra Yai di Sarang. Dan oleh Syaikhona Muhammad Najih Maimoen saya diutus agar ngaji saya di-live streaming, atau direkam kemudian di-upload.

Mungkin hal itu sebagai bentuk pengamalan dari dawuh Syaikhona Maimoen Zubair yang menukil perkataan Nabi Ibrohim:

 على العاقل أن يكون عارفا بزمانه مقبلا في شأنه عارفا بربه.

Orang berakal sempurna harus tahu terhadap (tantangan dan kebutuhan) zamannya, menghadapi keadaannya, dan tahu terhadap Tuhannya.

Zaman sekarang adalah zaman media sosial menguasai dunia. Sebagai manusia berakal, kita harus memanfaatkan media sosial untuk nasyrul ilmu biqodril imkan.

Ini adalah rekaman ngaji kitab Nushushul Akhyar pada malam 1 Romadlon 1442 H di Majlis Ta’lim Sabilun Najah Kramatsari III Pekalongan Jawa Tengah.

Pada ayat itu ada yang lupa saya sebut, yaitu:

فمن كان يرجو لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا

Tetapi saya salah sebut:

فمن كان يرجو الله….

Inilah link ngaji kitab tersebut yang saya upload di akun YouTube Kanthongumur, sebagai bentuk Sam’an Watho’atan Li Amrisy Syaikhil Murobbi.

***

Sowan kepada Syaikhona Idror Maimoen Zubair, putra bungsu Syaikhona Maimoen Zubair.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *