Setelah istri Gubernur Ridwan Kamil dan Atta Halilintar yang sudah divaksin lalu bisa positif, maka banyak orang yang sudah divaksin bingung, apalagi ditambah berita-berita ruwet yang kadang malah membuat lebih takut.
Kalau orang yang sudah divaksin saja bingung dan takut, apalagi yang belum divaksin.Tapi harapan saya bagi yang belum divaksin tetap tenang saja, karena masih banyak yang belum divaksin, termasuk saya. Kalaupun bingung malah repot dan bisa drop.
Di bawah ini adalah ringkasan dari diskusi saya dengan kolega yang selalu menekankan agar kita terus belajar tentang virus dan vaksin serta mengajak kita agar bisa berpikir logis sehingga diri kita tidak didominasi oleh ketakutan.
Vaksin bertujuan memasukkan “data” untuk membuat sel memory. Kalau sudah punya sel memory, tubuh lebih cepat membentuk antibody. Kenapa? Karena tubuh sudah mengenali virusnya setelah divaksin atau setelah terkena covid secara alami.
Kalau tubuh sudah punya sel memory, orang yang positif akan bergejala lebih ringan atau malah bisa tanpa gejala dan segera sembuh.
Masalah orang yang bisa terpapar atau bisa positif lagi adalah wajar, karena memang virus selalu ada. Apalagi masih ada pandemi sehingga paparan virus bisa terjadi di mana-mana. Orang yang positif bila hanya terpapar, bisa dibersihkan virus yang menempel di mukosa hidung/mulut dengan larutan garam krosok (non yodium) 1%.
Walhasil tetap tenang, logis, ikhtiar sesuai kadar pengetahuannya ilmiahnya dan spiritualnya, dan bersandar kepada yang Maha segalanya.
Oh ya, harap bisa dibedakan antara terpapar dan terinfeksi. Terpapar adalah ketempelan virus, yakni orang sehat yang bila diperiksa hidungnya lewat swab akan positif. Biasanya disebut OTG. Sedang terinfeksi adalah bila virusnya masuk ke tubuh dan sudah membikin sakit.

No responses yet