Ust. AndriArdiansyah
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnyaditurunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagaipetunjukbagimanusiadanpenjelasan-penjelasanmengenaipetunjukitudanpembeda (antara yang hakdan yang batil).”(QS. Al-Baqarah,185)
Nuzulul Qur’an diperingatisetiapbulan Ramadhan—bertepatan, padamalamLailatulQadar. Bagiumat Islam peristiwaNuzulul Qur’an merupakansuatukejadian yang memilikinilai spiritual yang agung, di mana Al-Qur’an diturunkansaatmalamLailatulQadar, yang kemudiandikenalsebagai “malam yang nilainyalebihmuliadariseribubulan”. Olehkarenanya, semestinyaaktualisasinilai-nilaiNuzulul Qur’an disongsongdengankesiapan spiritual yang baik, sehinggatransformasinilai yang terdapat didalamnyadapatdiambilhikmahnya, utamanyadalamrangkapeningkatan moral danakhlakumat.
Al-Qur’an merupakanlandasan moral, baikdalamkehidupanpribadi, keluarga, berbangsadanbernegara. Denganberpegangteguhpada Al-Qur’an, makahidupkitaakanterbimbingsesuaidengankoridorhukum yang berlaku. Dalam Al-Qur’an terkandungpetunjuk yang mencakupsemuabidangkehidupan, sepertipolitik, agama, danbudaya. Karenaitusangatpentingmempelajaridanmendekatkandiridengan Al-Qur’an. Al-Qur’an bukancumauntukdibaca, tapidirenungkanayat-ayatnya.
Turunnya Al-Quran padatanggal 17 Ramadhan danpengkaitannyadenganturunnyasuratpertamakepadaNabi Muhammad Saw. saatmelakukankhalwat di gua Hira, masihdiperdebatkan oleh para ulama. Surat pertamatersebutkemudiandinamakansurat Al-‘Alaq, berjumlah lima ayat. Namunsatu yang pasti, padatanggal 17 Ramadhan telahterjadiperangBadar. Perangtersebutmerupakanperang yang pertama kali terjadidalamsejarahawalperkembangan agama Islam. Olehkarenaitu, perangtersebutbegituberartidansangatmenentukan, karenamenyangkutkelangsungan agama Islam di kemudianhari.
Namundemikian, adabaiknya di sinidisinggungarti kata nuzûl al-Qur’ânuntukmemberikanpengertian yang memadaiberkaitandenganperistiwaataukejadiantersebut. Dalam Al-Quran terdapattiga kata yang menjelaskanturunnya Al-Quran—ketiganyamerupakanderivasiatau kata turunandariakar kata yang sama, yaknina-za-la. Ketiga kata tersebutadalahinzâl, dariakar kata anzala, nuzûldariakar kata nazala,dantanzîldariakar kata nazzala.
Al-Quran diturunkanpadamalam-malamganjildalamsepuluhhariterakhirbulan Ramadhan. Malam-malamtersebutdinamakanlaylat al-qadrataumalamkepastian. Proses turunnya Al-Quran disebutinzâl, yakniditurunkannya Al-Quran kelawh al-mahfûzhdalamwujudprototipekitabsuci—proses yang serupa juga dialamiolehkitab-kitabsuci lain sebelumnya. Selanjutnya, Al-Quran diturunkankepada Nabi Muhammad Saw., prosesnyadisebutnuzûl—membutuhkanwaktu 23 tahun.
Semantaraitu, katatanzîlmengandungpengertian proses pembumian Al-Quran kedalamrealitaskehidupan. Di sini, fungsidanperan Al-Quran adalahmerespons, menjawab, danmemberikanberbagaisolusiataupemecahanatasberbagaipersoalansosial yang dihadapiolehumat Islam.Contohnya, adaseseorang yang bertanyakepadaNabi Muhammad Saw. tentangbulansabit, al-ahillah, sepertidalamayat Al-Quran disebutkan, Merekabertanyakepadamutentangbulan-bulanbaru. Katakanlah, “Ituhanyatanda-tandawaktuuntukmanusiadanuntukmusim haji…,” (Q.S. 2: 189).
Pembumian Al-Qur’an perluuntukmemanusiakanmanusia. KehadiranIslammelaluikandungannormativitas Al-Qur’an, dimaksudkanuntukmengubahmasyarakat (nas) dariapa yang diistilahkansebagai ‘kegelapan’ (dzulumat) kepada ‘cahaya’ (nur). Dan sesungguhnyainilahinti dari Al-Qur’an yang mengandungpesan-pesan moral-sosialbagiumatmanusia. InirelevandengansalahsatusabdaRasulullah yang mengatakanbahwabeliaudiutusoleh Allah sebagaipenyempurnamoralitasmanusia.
Misi Al-Qur’an itusendiri, yaknitransformasisosialmelaluijalanpembebasanuntukmenciptakan moral-sosial yang berkeadilan, berkeadaban, maju, progresif, daninklusif. Tuhantidakberbicarapadasuaturuanghampadantidakmengirimpesan yang dibentuk di dalamkehampaan.Karenaitu, peringatanNuzulul Qur’an bagiumat Islam memberikanpesanperlunyatransformasidalamseluruhsegmenkehidupanberbangsadanbernegara, daritingkat paling bawahhinggatingkat paling atas. Transformasisosialiniharusdimulaidariperubahan individual yang kemudiandiikutidenganperubahaninstitusional.
Akan tetapi, transformasitidakakanterwujudtanpadilandasidenganapa yang disebutoleh Al-Qur’an di dalamwahyupertamadengan ‘Iqra’, yaknimembaca. Ayat pertamasurat Al-‘Alaqmemerintahkankepadasemuaumatmanusiauntukmempelajarifenomena-fenomenaciptaan Allah, semuailmu-ilmu Allah, baik yang tertulis di dalamteks-teksKitabSuci, maupun yang tersebar di jagadraya.Dengan kata lain, basis utamasebuahtransformasisosialadalahpemuliaanterhadapilmupengetahuan.
Pengetahuanmembukapikiranmanusiadaritidaktahumenjaditahu. Pengetahuanmenjadicahaya yang menyingkapkegelapanitu. Al-Qur’an telahmemberikansemacam ‘road map’ ataupetajalanbagisebuahtransformasisosialberbasisilmupengetahuan. Transformasiitusendiri, di dalamdirinya, terkandungsemangatpadailmupengetahuan. PeringatanNuzulul Qur’an dengandemikiankembalimenggugahkitauntukmemuliakanilmupengetahuan demi terciptanyatransformasisosial, membawabangsadannegarainikearah yang lebihbaik.
Al-Qur’an mengandungisyarat-isyarattentangilmupengetahuandanteknologi (iptek) sertaayat-ayatalam (kauniyah) yang dapatdijadikanmotivasidaninspirasidalamberbagairekayasa, baiksosial, teknikmaupungenetika. Al-Qur’an tidakhanyamengandungpokok-pokokajaran agama yang meliputiakidah, syariahdanakhlak, yang mengaturhubunganmanusiadenganTuhandanhubungandengansesamamanusiadanlingkungannya, tetapi juga isyarat-isyarattentangiptek.
Al-Qur’an tidakhanyamengandungpokok-pokokajaran agama. Al-Qur’an juga membawamisiperubahan yang memungkinkanmasyarakatmewujudkanperadabanbaruberkatkemampuannyamengembangkaniptekdanpengamalanhukum-hukumIlahi, baik yang termaktubdalamkitabsucimaupun yang terbentang di alamraya.Banyaksekaliiptek yang telahditemukandanmemberimanfaatbesarbagiduniaberkatadanyainformasidalam Al-Quran.Namundemikianmasihterdapatlebihbanyaklagiinformasikemukjizatan yang masihmenjadimisteri yang menunggukesanggupanmanusiauntukmembuktikankebenarannya.
DenganmenjadikanperingatanNuzulul Qur’an sebagai momentum untukmemperbaikiinteraksidengan Al-Qur’an, meningkatkankualitasinteraksidengankitabsuci, bukanhanyasekedarmembacanyapadatingkataspek ibadah.Tetapi juga padaperenunganataupenggalianhikmahdanisyarat-isyarat Al-Qur’an. Dengancaraitukitadapatmenerjemahkannilai-nilaiuniversalitas Al-Qur’an yang diyakinisebagaipandanganhidupdanpetunjukbagikehidupanmanusiasehinggadapatmenjadipetunjukbagiarahperjalananbangsaini. []
AndriArdiansyah,Pengajar di UniversitasIbnuKhaldun, Bogor

No responses yet