Menjelang dini hari pintu Paijo diketuk seorang jamaah muda sambil berujar: “Kang kenapa kita yang selalu diminta bersabar, sementara mereka terus mendholimi kita?” 

Paijo  : “Begini kang saya pernah mendapat nasehat dari Yuk Tin yang bilang;  Jo, semakin kamu bersemangat menjelekkan seseorang, maka semakin banyak pula malaikat yang melaknat dirimu. Semakin sabar kamu menerima hujatan dan cacian semakin banyak pula malaikat yang melindungimu. Itulah hikmah kita diperintahkan bersabar oleh Allah.” 

Si jamaah menimpali: “Tetapi kita sudah sangat lama bersabar, masak terus menerus harus bersabar?”

 Paijo kembali tersenyum dan berujar: ‘Allah menciptakan potensi marah, riya’, sombong, bersama dengan sabar, ikhlas, dan rendah hati, bukan berarti kita bisa menghilangkan atau mengamalkan sepenuhnya (100%) sifat-sifat itu. Kita hanya diperintahkan mengendalikan bukan menghilangkan. Nabi saja dimaksumkan oleh Allah, bukan memaksumkan dirinya sendiri seperti yang banyak dilakukan manusia akhir zaman yang merasa paling benar dan bisa menjamin sorganya sendiri. Karena itulah para ulama menasehati kita bahwa yang paling penting adalah proses ikhtiar kita untuk menahan sifat jelek dan mengutamakan sifat baiknya. Tak perlu menunggu ikhlas untuk beramal, Orang marah karena didholimi itu lumrah, tapi kalau bisa menahan tidak membalas dan bahkan memaafkan, maka itulah ikhtiar melatih kesabaran. Dalam hati manusia selalu muncul rasa angkuh/sombong, iri/dengki, riya’/ingin dipuji, semua itu manusiawi, tetapi kita harus sadar untuk selalu beristighfar agar rasa angkuh/sombong itu tidak terus menerus meguasai kita.” #SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *