Dzikir qolbu atau dzikir hati, ialah menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala di dalam diri dan jiwanya sendiri, sehingga mendarah daging dan tidak dgn suara. Dzikir dengan hati, lebih mudah di lakukan daripada dzikir dhn lisan, dan lebih terhindar dari hal yg dapat menghambatnya, karena tidak terikat waktu dan dapat di lakukan setiap saat.
Dzikir hati, yaitu berdzikir dgn mengkonsentrasikan diri pada suatu makna (di dalam hati) yg tidak tersusun dari rangkaian huruf dan suara. Karenanya, seorang yg sedang berdzikir jenis ini tidak akan terganggu oleh apa pun juga. Berdzikirlah mengingat Allah dgn hatimu tanpa bersuara, tanpa diketahui oleh orang lain, dan tanpa ada lafal dan ucapan yg dikeluarkan. Dzikir dgn hati merupakan tempat pengawasan Allah subhanahu wa ta’ala, tempat bersemayamnya iman, tempat bersumbernya rahasia, dan tempat bertenggernya cahaya.
Hati yg baik akan mengakibatkan jasad seluruhnya menjadi baik. Begitu juga hati yg buruk, akan berdampak menjadikan jasad menjadi buruk. Ini seperti yg telah dipaparkan oleh Rasulullah Saw.. Karenanya, seorang hamba tidak dikatakan mukmin, jika hatinya tidak terpaut pada apa yg harus diimaninya. Begitu pula ibadah yg menjadi tujuan tidak akan sah jika tidak menyertainya dgn niat (di dalam hatinya).
Syaikh Abu Hamid Ahmad bin Hadhrawaih Al-Balkhi rahimahullah (wafat 240 H / 854 M Khurasan) berkata, “Hati adalah wadah. Jika wadah itu penuh dgn kebajikan, maka cahaya2 kebajikan (yg ada di dalamnya) akan keluar menyinari anggota2 tubuhnya. Jika wadah itu penuh dgn kebatilan, maka kegelapan yg ada di dalamnya akan bertambah ketika sampai pada anggota tubuhnya.”
Al-Ghauts al-A’dham Shulthanul Aulita’ Syeikh Abdul Qadir Al Jilany Radhiyallahu Anhu (23 Maret 1078 M Jilan, Iran – 21 Februari 1166 M Bagdad, Irak) berkata, “Diriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah bersabda :
“Maukah kuceritakan kepadamu, tentang amalmu terbaik dan paling bersih dalam pandangan Allah subhanahu wa ta’ala,, serta orang yg tertinggi derajatnya di antaramu, yg lebih baik dari menyedekahkan emas dan perak serta memerangi musuh2mu ?” Para sahabat bertanya, “Apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.” (HR Imam Al-Baihaqi atau Abubakar Ahmad bin Husain bin Ali bin Abdullah al-Baihaqi Asy-Syafi’i rahimahullah, 994 – 1066 M di Naisabur, Iran).
Ikhtiar untuk menahan dan menyingkirkan sifat2 yg kurang baik, bukan main susahnya, kalau tidak dilandasi dgn dzikir kalbu, sebab dzikir kalbu dapat mengikis sifat2 yang kurang baik yg sekian lama membelenggu diri.
Sebagian orang yg telah mencapai tahapan makrifat mengatakan, “Berdzikir dgn hati adalah pedangnya orang2 yg meniti jalan ruhani. Dengan dzikir itu, mereka bisa membunuh habis musuh2 mereka dan menjadi tameng dari bahaya2 yg merongrong mereka. Karena bahaya (musibah) yg datang pada seorang hamba, lalu hatinya kaget terperanjat dan langsung mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, maka itu akan mencegahnya dari segala sesuatu yg tidak diinginkannya.
Qalbu merupakan penghubung manusia dgn Allah subhanahu wa ta’ala. Qalbu yg kotor menyulitkan hubungan dgn Allah subhanahu wa ta’ala dan qalbu bisa dibersihkan salah satunya dgn berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Jika qalbu terbiasa berdzikir, sesungguhnya tanpa disadari oleh para pelaku dzikir pada umumnya, ternyata bacaan2 dzikir merupakan simpul energi positif alam, yg berbeda tingkat kepadatan/potensial energi pada tiap2 bacaannya. Dengan berdzikir membuat energi positif alam tertarik & menempel di jiwa-raga si pelaku dzikir.
Dzikir adalah mengingat. Tetapi, dzikir bukan hanya mengingat, melainkan juga memiliki kekuatan. Seperti turbin yg menyalakan energi, mulut yg berkomat-kamit berdzikir merupakan sarana untuk membangkitkan energi di dalam jiwa. Pada tahap selanjutnya, dzikir bukan hanya gerakan komat-kamit mulut, tetapi komat-kamit di dalam hati.
Jika turbin hati sudah mulai bergerak, energi yg dihasilkan lebih dahsyat dari komat-kamit turbin mulut. Di saat turbin hati menyala, satu detik gerakan turbin berarti mengalirkan seluruh energi dzikir ke seluruh aliran darah, hingga sampai pada seluruh tubuh. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Akhirnya, dzikir qalbu dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan dalam qalbu seseorang, sehingga dzikir qalbu dapat menjadi alternatif untuk mengatasi kecemasan, stres, bahkan depresi.
Sebab, dgn dzikrullah yg dikerjakan di kalbu, disamping menghilangkan sifat2 yg kurang baik, sifat2 yg baik pun menguasai diri dan menambah ketenangan dan ketentraman hati.
Inti dari cara2 berdzikir itu sama menuju kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam kesehatan, dzikir juga sangat berguna karena dzikir di sini juga bisa sbg kesehatan pada tubuh baik itu psikis maupun fisik. Kesehatan adalah karunia yg sangat berharga dari Allah yg diberikan kepada manusia. sehingga manusia dalam kehidupan sehariharinya dapat melakukan kegiatan sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup. Kesehatan manusia tidak hanya berhubungan dgn keadaan fisik saja, tetapi juga berhubungan dgn keadaan psikis, jasmani dan rohani. Manusia merupakan satu kesatuan yg dapat membentuk diri manusia seutuhnya, sehingga kondisi yg satu akan mempengaruhi kondisi yg lain. Dalam ilmu kedokteran yg berkembang saat ini diterangkan bahawa tubuh kita mempunyai kejiwaan (psikis), saraf (neuron), dan psikoneuron endokrinologi, ketiganya terdapat hubungan yg sangat erat.
Semakin banyak seorang hamba melakukan dzikir, maka semakin dekat pula dia dgn Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga hatinya terbebas dari segala macam kerisauan. Karena dia akan selalu ikhlas dgn ketetapan dari Allah.
Wallahu a’lam
CHANNEL YOUTUBE SARINYALA
https://youtube.com/channel/UC5jCIZMsF9utJpRVjXRiFlg
From various sources by Ahmad Zaini Alawi
CHANNEL YOUTUBE SARINYALA

No responses yet