Dalam buku karya Akarhanaf (sebutan untuk Kiai Abdul Karim bin Kiai Hàsyim Asy’ari) ditulis bahwa saat para preman sekitar pondok Tebuireng yang baru dirintis oleh KH. Hasyim Asy’ari semakin merajalela, maka akhirnya Hadlaratussyaikh mengutus santri untuk mendatangkan para kiai-pendekar dari Ceribon. Diantaranya adalah Kiai Saleh dari Benda Kerep.
Dahulu pondok Benda Kerep ini mempunyai banyak keunikan, salah satunya adalah kiai Benda Kerep mengharamkan tv, radio apalagi menonton bioskop.
Selain itu, pesantren Benda Kerep dikenal banyak menurunkan pendekar yang jadug, salah satunya adalah Ning Ratu Kencana Wungu.
Syahdan setelah Benda Kerep dikenal pasukannya yang jadug, maka PKI/BTI menjajal dengan menyerang pondok itu. Merasa ada ancaman, maka Kiai Abdullah Benda Kerep mengumpulkan keluarga dan santrinya.
Salah satu putri beliau yang bernama Ratu kencana Wungu mengusulkan bahwa untuk menghadapi PKI/BTI cukup dia saja. Benar, pada suatu hari, tidak disangka, ratusan PKI-BTI datang ke pondok.
Di pondok itu ada sumur jaman kuno yang bundar berlobang besar. Ratu Kencana Wungu berdiri tegak di àtas bibir sumur untuk menghadapi PKI yang sudah mendekat. Majulah mereka bersama. Saat dua orang PKI mau membabat Ratu Kencana Wungu, Ning Ratu malah masuk ke dalam lobang sumur lalu naik ke atas sambil memegang dengan ringan dua orang itu sekaligus. Selanjutnya dua orang itu dijadikan tameng saat PKI yang lain membabat Ratu Kencana Wungu. Matilah dua orang itu oleh pedang teman mereka sendiri. Jangan tanya kok bisa tangan memegang dan mengobat-abitkan dengan enteng dua orang besar?
Kembali lagi gerombolan PKI menyerang, dan diulangi lagi seperti yang pertama. Akhirnya 6 PKI mati dibabat oleh teman sendiri. Saat itulah gerombolan PKI ini mengundurkan diri takut diri karena mereka bisa menjadi korban pedang dari sesama PKI.
Di atas adalah fragmen kisah pondok Benda Kerep yang bersumber dari Kiai Ilyas seorang yang didatangi Kiai Abbas, Buntet untuk menggembleng pasukannya yang mau berangkat perang 10 Nopember (kisah Kiai Ilyas akan segera saya sajikan).

No responses yet