Categories:

Oleh : Ai Erika (Mahasiswi ITB AD Jakarta)

Banyak orang yang berpendapat bahwasannya menutup aurat merupakan sebuah kesiapan atau bahkan hanya sebuah pilihan dan akhirnya mereka memutuskan untuk menutup aurat mereka jika mereka sudah siap. Hal itu entah di karenakan mereka kurang paham atau bahkan tidak paham tentang kewajiban seorang wanita muslim untuk menutup auratnya. Sebuah kewajiban tentu saja bukanlah hal yang harus dipertimbangkan itu bukanlah tentang siap atau tidak siap tetapi sudah menjadi hal mutlak yang memang harus untuk dilaksanakan yang jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa dan jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala. Sama hal nya seperti melaksanakan ibadah shalat, kita tidak harus menentukan kita siap shalat ataupun tidak tetapi itu adalah sebuah kewajban yang memang harus Kita laksanakan sebagai bentuk ibadah kita yang kepada Allah Swt.

Wanita muslim menutupi auratnya salah satunya rambut yaitu dengan menggunakan hijab, tetapi hijab ini sering disangkut pautkan dengan ahlak Seorang wanita muslim orang orang menganggap bahwasanya Seorang wanita muslimah yang berhijab merupakan mereka yang memiliki akhlak baik, padahal mau ia berahlak baik atau  buruk  sekalipun tetap saja itu kewajiban Seorang wanita muslim, bahkan .jika Seorang wanita berjilbab melakukan suatu perbuatan dosa atau suatu kesalahan kebanyakan orang akan menyangkut pautkan dengan hijbab yang ia kenakan  Padahal jelas jelas itu tdak ada sangkut pautnya dengan hijab yang ia kenakan. berkelakuan baik adalah perkara lain., itu  merupakan sebuah  kewajiban lain yang memang sama Sama harus dikerjakan, atau bahkan bisa saja jika Seorang muslimah yang melaksanakan kewajiban mereka  memakai jilbab mereka akan terdorong untuk semakin memperbaiki ahlaknya.

 Tentu saja perintah kewajiban memakai jilbab bagi perempuan bukan hanya disampaikan dari mulut ke mulut atau hanya sekedar trend belaka  namun hal tersebut telah jelas disampaikan oleh pencipta kita Allah swt dalam firmannya surat an-nur ayat 3 yang berarti :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. dari ayat diatas kita bisa ketahui tentang bagaimana aturan bagi perempuan dalam menutup auratnya termasuk memakai hijab  oleh karena itu kita sebagai wanita muslimah wajib melaksanakan apa yang telah allah sampaikan untuk menuntun hidup kita di dunia dan akhirat. Jika memang kita masih belum bisa mengajak orang lain untuk melaksanakan kewajibannya dalam berhijab setidaknya kita telah melaksanakan kewajiban tersebut pada diri kita namun tetap kita jangan sampai lupa untuk terus mengajak dan mengingatkan saudari saudari kita sesama muslimah untuk senantiasa mempercepat dalam melaksanakan perintah allah Swt. Mengapa demikian karena sesungguhnya Allah Swt tidak akan pernah mengubah nasih seseorang sebelum seseorang itu mengubah dirinya sendiri. Intinya kita harus mempunyai niat untuk menjadi manusia yang lebih baik dimata Allah Swt. Dan jika ada yang mengatakan bahwa berhijab belum tentu  akhlak nya baik, lantas bagaimana dengan mereka yang tidak menutup auratnya?  Apakah ada jaminan bahwa  akhlak mereka baik, jika kita sadar bahwa akhlak kita tidak baik setidaknya kita sudah berusaha untuk taat kepada Tuhan kita. Jangan sampa

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *