Ada hadits, Kanjeng Nabi satu hari didatangi orang baru masuk Islam lalu menawar-nawar ibadah “Saya tidak puasa, Ya Rosul”, Kanjeng Nabi diam. Lalu orang itu berkata lagi, “Saya tidak zakat, Ya Rosul”, Kanjeng Nabi diam. Orang itu berkata lagi, “Saya tidak sholat, Ya Rosul”, Kanjeng Nabi dawuh
لكم ألا تحشروا ولا تعشروا، ولا خير في دين ليس فيه ركوع
Terjemahan bebasnya, “Okelah kamu tidak puasa dan tidak zakat, tapi tidak akan ada toleransi tentang sholat, tidak ada yang namanya agama tanpa adanya sholat, mending tidak usah Islam-Islaman daripada tidak sholat,”
Hadits ini menyatakan pentingnya sholat. Betapa sholat adalah hal yang sangat esensi dalam Islam.
Lebih jauh, seorang tabi’in, Imam Abdullah bin Syaqiq Al ‘Uqaili dawuh:
لم يكن أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم يرون شيئا من الأعمال تركه كفر غير الصلاة
“Menurut pandangan kalangan Sahabat Kanjeng Nabi SAW, Tidak ada hal yang lebih bisa menjadikan seseorang itu kufur, kecuali meninggalkan sholat”
Para ulama pun menyatakan, sholat adalah perkara penting dan wajib secara akal (dhoruri). Seperti fisik manusia kalo gak makan, bisa kelaparan. Kalo kita tinggalkan sholat, maka akan menyalahi akal sehat. Karena sholat ini makanan akal. Kalo akal tidak ada nutrisi, namanya kufur. Tertutup akal sehatnya.
Kok bisa gitu?
Kita yakin bahwa Tuhan itu wujud karena melihat betapa rumitnya alam semesta, detailnya tubuh kita dan uniknya fenomena kehidupan. Tidak mungkin semua itu terjadi tanpa ada wujudnya Sang Pencipta. Otomatis, akal sehat mengatakan Tuhan itu wujud.
Karena akal meyakini dengan pasti wujudnya Tuhan, maka akal dengan sendirinya, lewat naluri kemanusiaannya, akan merasa perlu bersandar pada-Nya atas kesulitan hidup dan mencari bagaimana berkomunikasi dengan-Nya. Seperti kalo kita yakin bahwa orang tua kita yang melahirkan kita, kita pasti akan mencari cara menarik perhatian orang tua kita karena kita butuh pada mereka.
Nah, Islam dengan argumentasi tauhidnya telah menunjukkan bahwa Tuhan manusia itu hanya Gusti Allah dan Dia mengajari kita bagaimana berkomunikasi dengan-Nya lewat sholat. Karena Gusti Allah Maha Mengetahui bahwa salah satu naluri kebutuhan dasar manusia adalah berkomunikasi dengan-Nya. Jadi, sholat ini adalah satu kebutuhan asasi bagi manusia berakal sehat.
Artinya, kalo tidak sholat, kita telah menyalahi naluri dasar kita sendiri sebagai manusia. Menyalahi naluri sendiri artinya mengubur akal sehat kita sendiri. Mengubur akal sehat inilah diistilahi kufur.
Manusia itu banyak lemah, banyak beban dan banyak titik lengahnya. Walau dia sukses menumpuk kekayaan dan selalu berbuat baik pada orang lain, tapi selalu ada rongga menganga yang tidak disadari. Dari sinilah akal merasa butuh pelindung dari hal-hal yang di luar jangkauannya. Di sinilah letak butuhnya orang akan sholat.
Jadi jangan salah menduga bahwa sholat itu kebutuhan Tuhan. Tuhan tidak butuh disembah. Tapi kitalah yang membutuhkan sholat untuk meminta tolong pada Gusti Allah untuk menutup kelemahan dan cacat kita yang notabene kita sendiri tidak menyadarinya. Nah, inilah kenapa orang yang tidak sholat dipandang buruk secara akal sehat.
Kalo kita bisa meresapi perintah sholat dan dimasukkan ke dalam logika akal sehat, kita akan terus merasa cemas kalo tidak sholat. Kecemasan itu karena tubuh kita sendiri menyalahi akal sehat kita sendiri.
Nah, itulah mengapa sholat adalah makanan penting bagi akal sehat. Menyalahi akal sehat akan menimbulkan kegelisahan. Menuruti akal sehat akan menenangkan jiwa.
Mugi manfaat.
#AyoNyarkub #ArbainFiUshuliddin #ImamGhozali

No responses yet