Oleh: Herlangga putra muzackyaffan (Mahasiswa Universitas Dirgantara Mrsekal Suryadarma) 

A. Latar Belakang Masalah

Kebudayaan dalam suatu masyarakat merupakan sistem nilai tertentu yang dijadikan pedoman hidup oleh warga yang mendukung kebudayaan tersebut. Karena dijadikan kerangka acuan dalam bertindak dan bertingkah laku, maka kebudayaan cenderung menjadi tradisi dalam suatu masyarakat. Tradisi adalahsesuatu yang sulit dirubah, karena sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Bahkan menurut Kasmiran Wuryo, tradisi masyarakat merupakan bentuk norma yang terbentuk dari bawah, sehingga sulit untuk diketahui sumber asalnya Oleh karena itu, tampaknya tradisi sudah terbentuk sebagai norma yang dibakukan dalam kehidupan masyarakat.

Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. merupakan salah satu momentum umat Islam memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW.. Bagi kalangan kaum muslim maulid Nabi merupakan ritual istimewa untuk menunjukkan cinta mereka pada Nabi Muhammad SAW.. Tradisi ini muncul sebagai wujud cinta sekaligus pengingat akan riwayat hidup sang Nabi. Memperingati kehidupan Nabi bukanlah hanya sekedar mengingat jasa-jasanya. Tetapi juga menumbuhkan rasa cinta yang berdampak pada keinginan untuk meneladani sosok paling berpengaruh di dunia ini.

Maulid Nabi seharusnya dikembangkan menjadi sebuah tradisi islami yang sangat bermanfaat bagi kaum muslimin. Dalam kegiatan peringatan maulid Nabi kita menghayati atau mengambil hikmah bahwa Rasulullah SAW. merupakan suri tauladan bagi kehidupan. Di seluruh dunia dapat kita temukan bahwa tradisi mauled Nabi Muhammad SAW. ini banyak dilakukan oleh umat Islam, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, tradisi maulid Nabi dirayakan sesuai dengan tradisi daerah masing-masing. Pada umumnya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Bangka Belitung merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan suku Melayu. Perayaan maulid Nabi di Bangka sudah berlangsung lama sejak Syaikh Abdurrahman Siddik datang ke pulau Bangka untuk menyebarkan ajaran Islam.

Masyarakat Bangka memperingatinya dengan berbagai ritual, menyediakan berbagai jenis makanan untuk dinikmati para tamu yang datang ke rumah dan berbagai kegiatan lain pun semarak dari yang biasa sampai yang fenomenal.2 Desa Kemuja merupakan salah satu desa di pulau Bangka yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. dengan meriah. Maulid Nabi di desa Kemuja

adalah momentum yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat desa Kemuja khususnya, dan umumnya masyarakat Kabupaten Bangka. Setiap tahun perayaan maulid Nabi di Desa Kemuja diselenggarakan dengan meriah dan ramai, bahkan melebihi perayaan-perayaan peringatan hari besar Islam lainnya. Hal ini sudah menjadi tradisi dari para leluhur.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa Kemuja, merupakan tradisi turun temurun dari dulu hingga sekarang, yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali bertepatan dengan bulan Rabi’ul Awal. Biasanya dalam menyambut maulid Nabi Muhammad SAW. di Desa Kemuja ini, rangkaian acara festival kesenian daerah berlangsung selama dua belas hari, dimulai dari tanggal 1 sampai puncaknya 12 Rabi’ul Awal yang diadakan di lapangan sepak bola di Desa Kemuja. Berbagai macam bentuk perlombaan yang diadakan seperti Nyanyian Kasidah, Rebana, Tari Dambus, dan Tari Rudat Bangka Belitung yang diikuti oleh perwakilan setiap desa di Bangka, mulai dari tingkat anak-anak sekolah sampai kalangan orang dewasa pun ikut serta dalam lomba yang dilaksanakan tersebut. Kegiatan lain yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kemuja dalam memeperingati maulid Nabi diantaranya ialah Nganggung3 , membaca Barzanji di masjid dan bertamu ke setiap rumah keluarga atau warga di desa tersebut untuk menyambung tali silaturahmi.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *