Categories:

oleh: Nurul Amalia Rizki, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan setiap manusia. Pendidikan ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi diri, memiliki akhlak yang cerdas, dan memiliki keterampilan dalam dirinya. Tripusat pendidikan adalah konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara pendiri Taman Siswa yang diakui sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tripusat pendidikan berkaitan dengan lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan berfungsi sebagai tempat untuk mengembangkan kepribadian seseorang. Tripusat pendidikan ialah tiga pusat yang bertanggung jawab untuk berjalannya pendidikan, yaitu dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.
Tripusat pendidikan secara tidak langsung telah mengadakan pembinaan terhadap praktik pendidikan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain, yaitu orang tua melaksanakan kewajibannya mendidik anak di dalam keluarga, orang tua memiliki keterbatasan dalam mendidik anaknya dirumah, maka proses mendidikan diserahkan di sekolah, dan masyarakat akan menjadi fasilitator bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan keterampilannya. Menurut Ki Hajar Dewantara (dalam Ahmadi, 2012, hlm. 171) misi pendidikan tidak bisa diraih hanya dengan satu jalan, semua lingkungan pendidikan wajib bekerja sama dalam membangun pendidikan. Berikut adalah peran dari masing-masing lingkungan.

  1. Lingkungan keluarga menjadi lingkungan pendidikan yang paling utama dalam membangun etika, agama, serta perilaku sosial.
  2. Lingkungan sekolah menjadi lembaga wiyata untuk menyampaikan ilmu pengetahuan serta pendidikan keahlian.
  3. Lingkungan masyarakat menjadi lokasi anak belajar membangun karakter serta kepribadiannya. (Dewantara dalam Ahmadi, 2012, hlm. 171).
    Pendidikan di Lingkungan Keluarga
    Lingkungan keluarga ialah lingkungan pendidikan pertama dan utama. Pendidikan di lingkungan keluarga harus didasari oleh pengalaman melalui rasa kasih sayang dan penuh kecintaan, kebutuhan, kewibawaan, dan nilai-nilai kepatuhan. Pendidikan di dalam keluarga muncul disebabkan karena manusia memiliki naluri asli untuk memperoleh keturunan demi mempertahankan eksitensinya.
    Pendidikan keluarga memiliki beberapa fungsi untuk menunjang sifat dan perilaku anak. Fungsi pendidikan keluarga, yaitu menjamin kehidupan emosional anak, meletakkan dasar-dasar keagamaan, menanamkan dasar pendidikan moral/akhlak, memberi pengalaman pertama masa kanak-kanak, serta memberikan dasar pendidikan sosial.
    Pendidikan di Lingkungan Sekolah
    Pendidikan sekolah ialah proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang untuk mendewasakan seseorang dengan pengajaran yang dilakukan pada suatu lembaga pendidikan dan berperan untuk pembelajaran serta pengajaran. Pendidikan sekolah juga dituntut untuk membuat kebijakan-kebijakan sesuai dengan kepribadian manusia. Pendidikan sekolah disebut juga pendidikan formal. Dalam menentukan wadah pendidikan formal, faktor agama tetap harus menjadi prioritas utama karena penyerapan ilmu anak harus berorientasi kepada konsep pendidikan yang bertujuan akhir untuk penghambaan diri kepada Allah dan memiliki perilaku untuk mengantarkan manusia menjalankan syari’at Allah.
    Fungsi sekolah sebagai pendidikan formal, yaitu :
    ● Membantu mempersiapkan anak-anak untuk menjadi seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keahlian yang dapat digunakan dalam hidupnya.
    ● Membantu mempersiapkan anak untuk menjadi seseorang yang memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah hidupnya.
    ● Meletakkan dasar-dasar hubungan sosial yang harmoni dan manusiawi supaya anak dapat mewujudkan realisasi dirinya di dalam masyarakat.
    Menurut Wahyudi (dalam Ahmadi, 2012, hlm. 195-198) fungsi pendidikan sekolah adalah sebagai berikut :
  4. Fungsi transmisi kebudayaan, dibagi menjadi dua kategori yaitu: transmisi pengetahuan keterampilan dan pengetahuan, penyebaran sikap, nilai, serta peranan sosial.
  5. Fungsi menentukan serta mendidik peran sosial.
  6. Fungsi penyatuan sosial, fungsi perubahan sosial .
  7. Fungsi mengembangkan karakter anak.
    Pendidikan di Lingkungan Masyarakat
    Pendidikan masyarakat terjadi ketika lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar pendidikan formal atau sekolah. Pendidikan masyarakat terjadi secara tidak langsung, hal ini memiliki arti bahwa anak akan mencari pengetahuan dan pengalaman sendiri, mempertebal keimanan, serta mempertebal keyakinan sendiri akan nilai-nilai kesusilaan dan keagamaan di dalam masyarakat. Masyarakat turut serta untuk memikul tanggung jawab pendidikan. Masyarakat memiliki pengaruh besar untuk memberi arah terhadap pendidikan anak, terutama pemimpin atau penguasa di dalam masyarakat. Konsep pendidikan Islam ialah untuk meningkatkan mutu dan kebudayaan agar tidak terhindar dari kebodohan.
    Menurut Meta Spencer dan Alec (1982), fungsi pendidikan dalam masyarakat adalah sebagai berikut: (1) memindahkan nilai-nilai budaya, (2) nilai-nilai pengajaran, (3) peningkatan mobilitas sosial, (4) fungsi stratifikasi, (5) latihan jabatan, (6) mengembangkan dan memantapkan hubungan hubungan sosial, (7) membentuk semangat kebangsaan, (8) pengasuh bayi.

Penulis :

  1. Nurul Amalia Rizki (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta)
  2. Prof. Dr. Asep Usman Ismail, M. A. (Dosen Universitas Islam Negeri Jakarta)

Referensi

Sukarman. (2017). Reaktualisasi konsep tri pusat pendidikan ki hajar dewantara dalam perspektid
pendidikan islam bagi generasi milenial. Universitas Wahid Hasyim, Volume 5 Nomor 1.
Gamal Thabroni. 2022. ”Tripusat Pendidikan-Penjelasan Lengkap Semua Lingkungan”,
https://serupa.id/tripusat-pendidikan-penjelasan-lengkap-semua-lingkungan/ , diakses pada 9 Oktober 2022

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *