Oleh : Naurah Salsabilah, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Takdir merupakan sebuah sebutan atas pengetahuan Allah SWT yang meliputi seluruh alam, dan biasa juga di sebut dengan “ketetapan Allah”. Allah memberkahi kelebihan akal pada manusia untuk mampu membedakan antara perbuatan baik dan buruk, pada saat yang sama kita sebagai manusia bertanggung jawab atas tindakan kita, dan akan di beri penghargaan dan hukuman yang sesuai pada hari akhir.Umat islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan yang harus di imani sebagaimana di kenal dalam rukun iman. Umat islam juga terkadang memahami secara sederhana pengertian takdir adalah segala sesuatu yang telah terjadi.
Kesadaran manusia untuk beragama merupakan kesadaran akan kelemahan dirinya.Jadi terkait dengan fenomena takdir, karena manusia itu lemah (tidak tau akan takdirnya) maka di wajibkan untuk berusaha secara bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuan hidupnya yaitu beribadah kepada Allah.
Kalau bicara tentang takdir, sekaan akan kita tidak kuasa untuk mengubahnya.Benar kita tidak kuasa mengubah takdir kita, namun tidak benar kalau kita tidak mampu mengubah hidup kita dengan usaha kita.Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita.Terkadang manusia sulit menerima takdir yang menimpa dirinya, apalagi jika takdir itu berupa kesulitan, kegagalan, atau kehancuran, pasti sudah egois dan merasa tidak terima karena sesuatu yang kita tidak harapkan terjadi pada kita.Pada saat itu seringnya manusia lupa hanya Allah yang menciptakannya dan sang pencipta takdir pasti tahu apa yang terbaik buat ciptaanNya.Takdir merupakan pertemuan antara ikhtiar atau usaha manusia dengan kehendak Allah.Hidup merupakan rangkaian usaha demi usaha, ikhtiatr demi ikhtiar.Namun ujung dari usaha dan ikhtiar tidak selalu berhubungan dengan kesuksesan dan keberhasilan.
Ada simpul lain yang menghubungkan dengan keberhasilan yang tidak di ketahui oleh manusia yaitu kehendak Allah.Yakinlah bahwa setiap takdir Allah itu untuk kita selalu baik, apapun bentuk takdir itu.Takdir yang baik tentu sangat baik buat kita.Lalu kalau takdir yang tidak menguntungkan buat kita ingat saja Allah ternyata menyiapkan suatu kejutan yang terbaik untuk kita, teryata ada kebaikan yang Allah paksakan untuk kita yang terkadang kita tidak sadari saat itu.Intinya yakin aja bahwa Allah mengetahui yang terbaik untuk makhluknya.Bisa jadi takdir yang menimpa diri kita merupakan tangga untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di sisi Allah.Bisa jadi juga takdir yang menimpa diri kita adalah buah dari pohon-pohon dosa kita.Bisa jadi juga takdir yang menimpa diri kita itu merupakan lampu kuning pengingat,agar kita lebih banyak berkaca diri.
“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang di takdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanmu.” Umar bin Kattab
Kita sebagai manusia jangan meresahkan apa apa yang bukan menjadi takdir kita. Jangan mengkhawatirkan apa apa yang sudah tercatat baik olehNya.Karena sekuat apapun doa yang di panjat, kalau bukan takdirnya makanya ikhlaskanlah.Allah tau apa yang kita perlu bukan yang kita mau.
Perjalanan hidup atau takdir yang sulit terkadang membuat manusia membenci dirinya sendiri. Menyalahkan diri sendiri atas semua yang terjadi. Akhirnya banyak manusia yang terpuruk dan menghancurkan dirinya sendiri. Banyak cara yang bisa membantu manusia untuk berdamai dengan takdir :
- Sadari bahwa kecewa, kegagalan, duka adalah bagian dari hidup.
- Tidak melakukan kritik yang berlebihan pada setiap pilihan yang gagal memenuhi ekspetasi kita
- Mengakui dan memaafkan masa lalu, karena ia telah menjadi bagian perjalananmu untuk bertumbuh dan belajar banyak hal
- Melakukan hal yang menenangkan hati contohnya seperti istirahat diri dan pikiran
- Tidak memaksakan hal yang memang tidak bisa kamu kendalikan
- Banyak bersyukur dan tidak membandingkan dirimu dengan orang lain
- Menyayangi dan mengapresiasikan diri, karena kamu punya banyak kelebihan tidak melulu kekurangan
- Fokus pada impian dan cita cita dengan banyak belajar banyak hal, karena perjalananmu bukan hanya tentang kemarin dan hari ini, hari esok masih lebih panjang
- Menetapkan rencana beserta tahapan tahapan perjalananmu menuju impianmu, apa yang sudah terlewati sudah menjadi pengalaman jadikan pelajaran berharga
- Memilih lingkungan yang baik yang bisa membuatmu semakin bertumbuh
Kemudian ada juga nih sedikit tambahan beberapa bentuk self healing yang bisa di lakukan seperti melakukan ibadah, relaksasi, positive self talk, dan menulis. Selain melakukan beberapa bentuk kegiatan self healing tersebut, perlu juga di imbangi dengan keyakinan pada Allah swt bahwa segala yang saat ini kita alami merupakan takdir yang terbaik dari Allah.
Jadi cobalah belajar berdamai dengan takdir Allah ya teman teman…
REFERENSI :
-https://www.idntimes.com/life/inspiration/januar-lestari/tips-berdamai-dengan-takdir-c1c2
-https://staff.blog.ui.ac.id

No responses yet