Oleh: Muhammad Fajar Setiawan, Shabrina Dwi Ramadhanti, Siti Nurhalisah (Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka)
Pendahuluan
Pada dasarnya, suasana hati yang baik dan buruk tidak lepas dari jati diri
manusia. Kondisi ini merupakan hal yang wajar, tetapi hal ini berbeda dengan
penderita bipolar (Triswidiastuty & Rusdi, 2019). Bipolar merupakan suatu
kelainan psikologi yang ditandai dengan perubahan mood yang sangat ekstrim dan
berulang, dari kondisi yang sangat semangat (mania) hingga menjadi sedih yang
sangat dalam (depresi) (N et aL., 2015). Hal ini membuat seseorang merasa sering
berubah-ubah mood. Oleh karena itu, zikir diperlukan sebagai naungan agar mood
itu bisa terjaga. Dan dalam fase ini pengidap bipolar cenderung bertindak implisif,
berbicara banyak hal, dan tidur dalam waktu singkat. Fase mania berlangsung
setidaknya 1 minggu. Jika tidak di obati, fase ini tersebut akan bertahan selama
berbulan-bulan. Akan tetapi kekhawatiran dan kebahagiaan berlebihan dapat
menyangkut kondisi psikologi seseorang dan dari itu mengakibatkan lemahnya
iman seseorang. dan pelaksaan ibadah pada seseorang yang mengidap bipolar akan
memiliki dampak yang baik bagi psikis seseorang dan akan membawa ketenangan
seseorang tersebut dengan menggunakan zikir di kehidupan sehari-harinya.
Sebelum itu, alangkah baiknya kita memahami apa itu zikir atau definisi zikir.
A. DEFINISI ZIKIR
Dzikir berasal dari kata dzakara, yadzukuru atau dzukr/dzikr yang berarti
menyebut, menuturkan, mengingat, mengerti dan perbuatan baik (Al-Misri, 2005).
Adapun kebalikan dari makna zikir adalah lupa (ghaflah) (Shihab, 2007). Kata zikir
terkadang diartikan sebagai keadaan jiwa yang memelihara (mengingat)
pengetahuannya, ia hampir sama dengan menghafal. Namun, menghafal dilakukan
ketika belum memperolah apa yang didapatkan, sedangkan mengingat dilakukan
dengan menyertakan pengetahuan yang sudah ada. Kata ini juga dimaksudkan dalam
arti kehadiran sesuatu di dalam hati atau dalam lisan. Oleh karenanya ada yang
membagi zikir kedalam dua jenis; pertama, zikir dalam hati dan kedua, zikir dalam
lisan (Al-Ashfahani, 2017). Sebagaimana Allah berfirman dalam kitabnya surat Al-
ahzab :41-42
“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama)
Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi
dan petang.
Allah memerintahkan orang-orang mukmin agar senantiasa berdzikir,
mengingat_Nya sebanyak-banyaknya dalam bentuk tahlil tahmid, tasbih, takbir dan
lainnya dari setiap bacaan yang mengandung pendekatan diri kepada Allah.
Minimal seorang hamba berdzikir pagi dan petang, dziki sehabis sholat fardhu dan
sunnah dan pada saat waktu tertentu dan sebab-sebab yang khusus. Dan dzikir ini
di jelaskan bahwasannya adalah pengobatan psikologis dengan mengingat allah
dengan cara membaca lafal tertentu dan disertai dengan perenungan terhaap
petunjuk yang Allah tampakkan.
B.Dampak zikir untuk terapi bipolar
Sampai saat ini tidak ada obat secara spesifik untuk penderita bipolar, akan tetapi
pengobatan yang dilakukan secara benar dapat mengontrol penderita
bipolar.’’Pendekatan agama dan spiritual sangat dibutuhkan dalam mendukung
kesehatan mental, karena pada umumnya orang yang sedang menderita sakit akan
disusul rasa cemas dan gelisah yang mengakibatkan jiwa tidak tenang
“(Triswidiastuty & Rusdi, 2019)
Menurut psikologis, membiasakan diri umtuk berzikir demgan menyebut dan
senatiasa mengingat allah swt secara terus menerus akan menimbulkan perasaan
tenang dan damai.(Triswidiastuty& Rudy,2019). “Salah satu media yang
dianjurkan oleh Allah Swt. sebagai upaya mendekatkan diri kepada-Nya yaitu
melalui ibadah zikir’’ (Hafidz, 2019). “Penerapan terapi zikir dapat membantu
seseorang yang memiliki gangguan kesehatan mental untuk konsentrasi kepada
ketegangan yang dirasakan sehingga menimbulkan perasaaan relaks, oleh karena
itu terapi zikir dapat meredakan emosional, menurunkan tingkat stres yang
merupakan salah satu gejala gangguan bipolar” (Triswidiastuty & Rusdi, 2019).
‘’Ketentraman dengan mengingat Allah Swt. akan meresap ke dalam hati dan
pikiran yang menimbulkan kesenangan, kegembiraan, kedamaian dan ketenangan.
Maka makna zikir diartikan secara kompeherensif, bukanhanya berdampak pada
akal yang menimbulkan pemikiran yang jernih akan tetapi lebih dari itu, zikir juga
berdampak pada hati yang mewujudkan adanya ketentraman hati. Zikir juga
merupakan bentuk terapi yang ditawarkan oleh para sufi, zikir diyakini dapat
menentramkan hati dan membuahkan pemikiran yang bersih dan jernih serta
kesehatan jasmani. Zikir dinilai mempunyai efek terapi terhadap orang yang
mengalami gangguan kesehatan mental, dengan zikir pikiran dan jiwa seseorang
akan lebih terarah dan seimbang, sehingga sangat relevan apabila zikir dijadikan
sebagai terapi dalam mengobati gangguan kesehatan mental seperti bipolar’’(Esya
heryana dkk,2022).

No responses yet