Oleh: Feby Rahmawati dan Salwa Azka dari fakultas Psikologi, program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).
Seandainya kita berobat ke psikolog tentang permasalahan yang ada, yang dimana
penyebabnya akan digali lebih dalam dan mengharuskan kita membuka aib, apakah
diperbolehkan?
Diakhir akhir ini sering disuarakan kesadaran akan suatu disiplin ilmu yang sangat
penting dalam hidup kita, yaitu ilmu tentang kejiwaan dan tentang kesehatan mental. Ilmu ini
ditekuni diberbagai kampus dan juga pesantren namun berbeda istilah. Dalam dunia
pesantren disebut sebagai ilmu tasawuf yang berarti mencakup ilmu, membersihkan hati, dan
kekotoran dalam jiwa. Ilmu psikologi merupakan ilmu yang sangat penting, karena tak jarang
manusia memiliki kesehatan mental maupun gangguan jiwa.
Puji syukur kepada Allah yang telah memudahkan dalam hal ini dengan adanya
kampus-kampus yang menerapkan ilmu psikologi, dalam mempelajari ilmu psikologi
diperlukan juga belajar akhlak dan tata krama, jika harus menggali lebih dalam tentang masa
lalu seseorang tentunya itu sangat bersifat pribadi. Terkadang untuk memberikan solusi
diperlukan untuk mengetahui problem seorang anak yang terkena luka di kakinya, seorang
dokter harus tahu sebabnya apa, karena goresan sesuatu yang biasa atau sesuatu yang beracun
atau sesuatu yang akan menjadikan sebab tetanus, dari situlah nanti seorang dokter akan
memberikan obat yang sesuai dengan penyebab yang terjadi.
Goresan dalam dunia psikologi juga demikian, seorang psikolog harus tahu penyebab
terjadinya masalah seseorang tapi tidak juga melupakan adab, selagi tidak perlu ditanyakan
maka tidak diperlukan untuk bertanya, kebanyakan orang memang senang menikmati kisah
tragis maupun kisah syahwat. Seorang psikolog memiliki amanah untuk menolong orang
yang memiliki gangguan jiwa, mereka juga wajib memiliki adab tentang sejauh mana
permasalahan yang boleh diketahui. Seorang psikolog bisa dikatakan hebat jika ia bisa
menjaga privasi seorang konsultan.
Jika seorang konsultan mempunyai permasalahan, yang perlu diceritakan hanya
sebatas yang dibutuhkan saja, intinya sangat memerlukan kejujuran dari seorang psikolog.
Konselor dan konsultan memiliki keterikatan, sehingga konsultan memberi amanah kepada
konselor agar dapat menjaga privasinya dan konselor juga diharapkan untuk menjaga aib
yang mungkin akan diceritakan kepada orang terdekat.
Jika kita memiliki ilmu harus diamalkan, karena jika tidak diamalkan bagaikan pohon
tak berbuah.Harus selalu kita ingat bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang baik
akhlaknya dan bermanfaat bagi orang lain, karena islam mengajarkan umatnya untuk saling
tolong menolong dalam kebaikan.

No responses yet