Olejh: Julia Jasmine dan Aulia Rahmi dari Fakultas Psikologi, Program Studi Psikologi, Universitas Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)
A. PENDAHULUAN
Sebagian orang pasti pernah mengalami Gangguan kecemasan, misalnya
saat akan mengikuti ujian, saat datang telat ke kampus, dan lain sebagainya.
Gangguan kecemasan merupakan keadaan dimana perasaan rasa gelisah,
kekhawatiran, ketegangan, keraguan, rasa tidak aman, dan rasa takut dari keadaan
yang di persepsikan sebagai ancaman yang tidak diketahui sumber aktual.
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan gangguan kecemasan pada
mahasiswa. Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Gangguan kecemasan juga tentu mempunyai banyak
dampak bagi penderitanya. Dampak yang ditimbulkan dari kecemasan salah
satunya adalah perubahan perilaku seperti, menarik diri dari lingkungan, sulit
fokus dalam beraktivitas, susah makan, mudah tersinggung, rendahnya
pengendalian emosi amarah, sensitive, tidak logis, susah tidur (Bloom & Reenen,
2013).
Oleh karena itulah gangguan kecemasan ini seharusnya mendapat
perhatian khusus, agar para penderitanya dapat menyembuhkan gangguan
kecemasan. Karena apabila tidak ditangani maka gangguan kecemasan ini bisa
menjadi boomerang bagi penderitanya dalam kehidupan sehari-hari.
B. PEMBAHASAN
Allah Swt menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya ciptaan. Karena
manusia diciptakan dengan akal yang dapat membedakannya dengan makhluk
hidup lainnya. Tetapi, dengan demikian bukan berarti manusia tidak punya
kekurangan. Manusia memiliki sifat yang beragam. Sifat yang beragam tersebut
salah satunya adalah sifat manusia yang mudah merasa gelisah, sangat dengan
mudah dan gampang untuk mengeluh, hatinya tidak memiliki ketentraman dan
ketenangan, mudah merisaukan segala hal, mempunyai rasa ketakutan yang
berlebihan, tidak pernah merasa cukup atau merasa kekurangan terus-menerus.
Sifat-sifat tersebut tanpa disadari menjadikan manusia semakin gampang untuk
mendapatkan berbagai macam-macam penyakit jiwa, salah satu penyakit jiwa
tersebut disebutkan dalam Alquran surah ke-70 juz 29 yaitu:
اِ ن
ۙ
او ًعا
ُ
ان َسا َن ُخِل َق َهل
ا َََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّ اْلِ
“Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.” (QS. Al-
Ma’arij : 19)
Dalam ayat tersebut terdapat salah satu sifat manusia, sifat tersebut adalah
disebutkan dengan perangai manusia yang dengan mudah untuk berkeluh kesah
atau juga dapat dipahami dengan sifat yang cepat gelisah yang terambil dari kata
hala’. Lafadz tersebut diartikan juga dengan kesedihan yang mendalam. Sehingga
secara tidak langsung dapat dipahami bahwa setiap manusia pasti mempunyai rasa
gelisah, ketakutan yang mendalam, kesedihan yang sampai membuat hatinya tidak
pernah tenang, dan akan menimbulkan kecemasan atau dalam bahasa
psikologinya dikenal dengan anxiety (Anggraini, 2023).
Kecemasan sendiri menurut kajian psikologi islam, merujuk di dalam Al-
Qur’an dijelaskan sebagai emosi takut. Lebih lanjut Abdul Hasyim dalam
(Cahyandari, 2019) menjelaskan bahwa kata khassyah dan derivasinya dalam Al-
Quran disebutkan sebanyak 39 kali.
Takut disini lebih kepada arti takut kepada Allah SWT, takut akan siksa,
takut tidak mendapatkan Ridha-Nya. Dalam ayat Al-Qur’an pada surat Al-
Baqarah ayat 155, juga dijelaskan bahwa manusia akan diuji dengan ketakutan.
ِِۗت َوبَ
َمٰر
ِس َوالث
اْلَانفُ
ِل َوا
امَوا
اْلَ
ٍص ِِّم َن ا
َونَقا
ِ
ُجاوع
ا
َخاو ِف َوال
ا
َش ايٍء ِِّم َن ال
ِ
َون ُكام ب
ُ
نَ ابل
ِِّش َو ِر لَ
ِ ِراي َن
ال ّٰصب َََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira
kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Adapun beberapa faktor penyebab terjadinya gangguan kecemasan adalah
sebagai berikut:
- Faktor Internal:
a. Faktor genetik, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami
gangguan kecemasan. Jika seseorang memiliki keluarga dengan
riwayat gangguan kecemasan, maka ia juga memiliki risiko yang lebih
tinggi untuk mengalami gangguan kecemasan
b. Faktor kepribadian, seperti kepribadian perfeksionis, dapat
meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kecemasan. - Faktor Eksternal:
a. Tekanan akademik, seperti beban tugas yang berat, dapat menjadi
salah satu faktor penyebab gangguan kecemasan pada mahasiswa.
Gangguan kecemasan dapat mengganggu konsentrasi dan motivasi
belajar mahasiswa. Hal ini dapat menyebabkan mahasiswa mengalami
kesulitan dalam mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan tugas-
tugasnya.
b. Tekanan sosial, seperti tuntutan untuk berprestasi, dapat menjadi salah
satu faktor penyebab gangguan kecemasan pada mahasiswa.
Gangguan kecemasan dapat membuat mahasiswa menarik diri dari
lingkungan sosialnya. Hal ini dapat menyebabkan mahasiswa merasa
kesepian dan terisolasi.
c. Trauma, seperti pengalaman pelecehan atau kekerasan, dapat menjadi
salah satu faktor penyebab gangguan kecemasan pada mahasiswa.
Dengan demikian, gangguan kecemasan bisa menimbulkan berbagai
dampak bagi penderitanya. Menurut Yustinus (2006) dalam (Bloom & Reenen,
2013) membagi beberapa dampak dari kecemasan ke dalam beberapa simtom,
antara lain :
a. Simtom suasana hati, individu yang mengalami kecemasan memiliki
perasaan akan adanya hukuman dan bencana yang mengancam dari
suatu sumber tertentu yang tidak diketahui. Orang yang mengalami
kecemasan tidak bisa tidur, dan dengan demikian dapat menyebabkan
sifat mudah marah.
b. Simtom kognitif, yaitu kecemasan dapat menyebabkan kekhawatiran
dan keprihatinan pada individu mengenai hal yang tidak
menyenangkan yang mungkin terjadi. Individu tersebut tidak
memperhatikan masalah yang ada, sehingga individu sering tidak
belajar secara efektif, dan akhirnya akan menjadi lebih merasa cemas.
c. Simtom motorik, individu yang mengalami kecemasan sering merasa
tidak tenang, gugup, kegiatan motorik menjadi tanpa arti dan tujuan,
misalnya jari kaki mengetuk-ngetuk, dan sangat kaget terhadap suara
yang terjadi secara tiba-tiba. Simtom motor merupakan gambaran
rangsangan kognitif yang tinggi pada individu dan merupakan usaha
untuk melindungi dirinya dari apa saja yang dirasanya mengancam.
Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan kecemasan. Salah satunya
yaitu dengan berpikir positif, mengelola perasaan cemas tersebut. Allah Swt
berfirman dalam sura Al-Baqarah ayat 38:
َجِمۡيعًا
َها
ُطۡوا ِمنۡ
ِ
نَا اۡهب
ۡ
ل
ۡۡ ُهًً ُ
ق ِِيَن ُكۡم ِِّمنِِّ
ۡ
َى ََ ََل َخۡوَعَ ََِا لَۡي ما يَا
ِ َع ُهًَا
َوَْل ُهۡم َمۡن َِب
ِهۡم
ى ََ
يَ ۡح َزنُۡو َن ٌَََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّ
“Jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, siapa saja yang mengikuti
petunjuk-Ku tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak
bersedih hati”(QS. Al-Baqarah [2]: 38).
Dikutip dari Prof. Quraish Shihab, bahwa rasa takut dan gelisah dapat
diatasi dengan mengamalkan tiga cara berikut1
:
- Mencari tahu penyebab rasa takut lalu mengelolanya dengan perasaan
yang positif. Rasa takut yang lahir dari mengenali apa yang ditakuti
disebut khasyyah. Saat seseorang mengenal Allah, maka lahirlah rasa takut
(khasyyah) yang membuatnya selalu berusaha mendekat kepada-Nya dan
berhati-hati dari larangan-Nya. Allah berfirman:
1 https://kesan.id/feed/3-cara-mengatasi-anxiety-lewat-ajaran-islam-80ef
اخ َشۡ ّّٰٰللاَ ِم ان ِع
َما يَ
اِن
ِل َكِۗ
َوانُٗه َكذٰ
ا
اْلَانعَاِم ُم اختَِل ف اَل
ِِّب َوا
ۤ
َوا
َو ِم َن الن ا ِس َوالً
عُلَ
بَاِدِه ال اِ ن ا
ِۗ
ُُا
ٰمۤ
ّّٰٰللاَ َعِزايزَََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّ
“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para
ulama” (QS. Fathir [35]: 28).
Prof. Quraish juga berkata, rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu
yang belum terjadi kadang lebih berbahaya dan merusak daripada sesuatu
yang ditakuti itu sendiri. Inilah yang menjadi cikal bakal anxiety.
- Bertoleransi terhadap diri sendiri dan tidak menganggap buruk kegagalan
atau kesalahan saat keinginanmu belum tercapai. Karena kegagalan
bukanlah akhir dari segalanya. Justru dengan kegagalan Allah Swt ingin
melihat bagaimana kita gigih dalam berusaha. - Sebagai muslimin tentu kita harus memiliki sifat optimis. Allah selalu
mengajak kita untuk optimis, karena kita bertuhan kepada Tuhan yang
rahmat-Nya selalu terbentang luas. Seperti Nabi Yakub as. juga berpesan
kepada anak-anaknya:
َح س ُساوا ِم ان 4.
َهبُ اوا ََتَ
ي اذا
ٰيبَنِ اي
۟
ّّٰٰللاِِۗاِن ٗه َْل يَا
ِ
ُساوا ِم ان راوح
َٔ
ايـ
۟
َوَْل َِا
ِخاي ِه
َف َواَ
يُّ او ُس ُس ِمان
َٔ
ـ
ِ
راوح
ا ٰكِف ُراو َنََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّ
او ُم ال
قَ
ا
ّّٰٰللاِ اِ ْل ال
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak
ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir” (QS.
Yusuf [12]: 87).
Lalu, sebagaimana pula Allah swt berfirman dalam surah Asy-Syarh:
ََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََََّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّّ)٦(
ِۗ
عُ اسِر يُ اس ًرا
ا
)٥( اِ ن َم َع ال
ۙ
عُ اسِر يُ اس ًرا
ا
ََِا ن َم َع ال
“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya
beserta kesulitan ada kemudahan” (Asy-Syarh [94]: 5-6).
C. KESIMPULAN
Setelah paparan sederhana ini, maka penulis menyimpulkan bahwa
gangguan kecemasan biasanya rentan terjadi pada usia remaja, atau biasa juga
terjadi pada kalangan mahasiswa. Dimana penyebab gangguan kecemasan
tersebut disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan juga eksternal.
Gangguan kecemasan yang tidak ditangani akan memberikan dampak bagi
penderitanya. Maka dari itu gangguan kecemasan ini harus ditangani dengan cara
yang tepat sesuai dengan ajaran islam.

No responses yet