Oleh: Echalika Septya Nursrhan dan Berliana Maharani (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Keluarga sakinah, harmonis, dan penuh cinta merupakan impian bagi banyak individu. Dalam mencapai tujuan ini, peran penting dimainkan oleh khazanah pendidikan. Khazanah pendidikan bukan hanya tentang keterampilan akademis, tetapi juga tentang membentuk karakter, nilai-nilai, dan pemahaman mendalam tentang arti sejati dari kehidupan keluarga.
Menafsirkan keluarga berdasarkan pendapat Ki Hajar Dewantara bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Jawa dan terdiri dari istilah “rakyat” dan “warga negara”. Kawula artinya abdi dan warga artinya anggota dalam bahasa Jawa Kuno. Sangat mungkin untuk menafsirkan keluarga sebagai salah satu warga negara atau pelayan saya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap anggota Kuwala memandang dirinya sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar dan sebagai bagian dari dirinya secara keseluruhan.
Keluarga merupakan suatu lingkungan dimana beberapa orang yang masih mempunyai hubungan darah bersatu. Keluarga diartikan sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan/sedarah karena perkawinan, kelahiran, pengangkatan anak dan lain sebagainya. Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang belum menikah disebut keluarga batih. Sebagai unit sosial terkecil yang hidup dalam masyarakat, keluarga batih mempunyai peranan tertentu, yaitu:
- Keluarga batih berperan sebagai pelindung bagi individu-individu yang menjadi anggotanya, dimana diperoleh ketentraman dan ketertiban dalam wadahnya.
- Keluarga Batih merupakan suatu kesatuan sosial ekonomi yang bersifat materil
- Memenuhi kebutuhan para anggotanya.
- Keluarga batih memupuk landasan-landasan aturan kehidupan bermasyarakat.
Al-Qur’an menggambarkan keluarga sakinah sebagai keluarga ideal—keluarga yang bercirikan cinta dan kasih sayang. Banyak orang dari dulu dan sekarang tertarik pada keluarga teladan ini karena mewakili sebagian kecil dari “surga” yang Tuhan kirimkan ke Bumi. Surga yang satu itu sungguh didambakan semua orang.
Islam menghadirkan gagasan tentang keluarga yang sempurna. Syekh Yusuf al-Qardhawi mengemukakan gagasannya sebagai berikut dalam bukunya al-Khashaish al-‘Ammah Fi al-Islam:
- Pertahankan cita-cita saling pengertian dan kenikmatan
- Selalu menjunjung tinggi komunikasi yang positif (al-Mu’asyarah bil Ma’ruf)
- Menjunjung tinggi hak dan kewajiban masing-masing antara kedua belah pihak
- Suami harus menjadi mentor dan bertanggung jawab menjaga stabilitas keluarga
- Istri hendaknya menjadi surga bagi suami dan anak-anaknya
- Suami istri hendaknya selalu mengawasi dan menjaga anaknya dengan bijaksana
- Hendaknya anak menjadi anak yang taat dan taat kepada orang tuanya
Khazanah pendidikan mencakup lebih dari sekadar transfer ilmu pengetahuan. Ini juga melibatkan pembentukan karakter, etika, dan moralitas. Dengan demikian, individu yang memiliki fondasi pendidikan yang kuat dapat menjadi pilar keluarga yang kokoh.
- Nilai-Nilai Keluarga
Pendidikan yang baik membawa individu untuk memahami dan menghargai nilai-nilai keluarga. Nilai-nilai seperti saling menghormati, komunikasi efektif, dan tanggung jawab bersama menjadi landasan dalam menciptakan keluarga sakinah.
- Pendidikan Sebagai Pondasi Cinta
- Pemahaman Terhadap Pasangan: Pendidikan memainkan peran dalam membentuk pemahaman yang mendalam terhadap pasangan. Dengan kesadaran tentang perbedaan dan kesamaan, pasangan dapat membangun cinta yang kokoh dan saling melengkapi.
- Komunikasi Efektif: Khazanah pendidikan membantu dalam mengasah keterampilan komunikasi. Komunikasi yang efektif menjadi jembatan penting dalam membangun hubungan yang sehat dan cinta yang tumbuh bersama.
Mewujudkan Keluarga Sakinah
- Tanggung Jawab Bersama: Pendidikan membimbing individu untuk memahami tanggung jawab mereka dalam keluarga. Tanggung jawab bersama antara suami, istri, dan anak-anak menciptakan lingkungan keluarga yang stabil.
- Resolusi Konflik yang Sehat: Dengan pemahaman tentang penyelesaian konflik, khazanah pendidikan mempersiapkan individu untuk mengelola konflik secara konstruktif, mencegah pertengkaran yang merugikan hubungan keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Naufal, A. (2020). Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah Menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat. (Tesis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/52991/1/21160110000024%20Ahmad%20Naufal%20water%20mark.pdf
Nurtitin. (2019). Kasih Sayang dalam Keluarga. Mubaadalah News.

No responses yet