Oleh : Khaila Adzra (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Fashion di Indonesia saat ini terus berkembang seiring dengan perkembangan hijab. Mengenakan hijab kini membuat penampilan lebih modis. Dan media sosial baru-baru ini menghebohkan fenomena jilboobs. jilboobs adalah gabungan dari kata Jil dari kata ‘jilbab’ dan ‘Boobs’. Jilboobs merupakan julukan bagi wanita yang mengenakan penutup kepala atau jilbab namun tetap memamerkan lekuk tubuhnya.
A. Mengenal Lebih Jauh Fungsi Hijab
Makna hijab dalam perspektif tafsir modern dimana hijab seseungguhnya merupakan pakaian yang dikenakan oleh perempuan muslimah. Dalam al-Qur’an terdapat ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang hijab diantaranya surat al-Ahzab/33 ayat 59, dan surat an-Nur/24 ayat 31. Namun dalam memahami ayat tersebut terjadi berbagai perbedaan pendapat di kalangan para mufassir, baik dalam tafsir klasik maupun modern. Pada bahasan tafsir klasik walaupun terdapat berbagai perbedaan pendapat di kalangan ulama akan tetapi pendapat tersebut menuju pada tujuan yang sama yaitu untuk menutupi seluruh tubuh dalam menafsirkan ayat-ayat jilbab dalam al-Qur’an.
Dalam penafsiran ayat-ayat tentang jilbab juga ditujukan untuk wanita yang sudah merdeka, sedangkan bagi wanita yang belum merdeka tidak diperkenankan memakai jilbab karena takut mereka akan menyerupai wanita yang sudah merdeka. Fungsi hijab bukan hanya semata-mata untuk penutupi aurat, tetapi juga melindungi kehormatan wanita menjaga kesucian dari lingkungan sosial dengan membatasi interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram untuk mengurangi godaan maksiat. Menjaga fokus pada batin dari pada penampilan fisik dengan memutupi bagian tubuh tertentu, lebih fokus pada kepribadian, karakter, dan batin.
B. Kesehatan Mental muslimah
Pandangan diri dalam fenomena jilboobs dapat mempengaruhi pandangan seorang muslimah. Penting untuk membangun rasa percaya diri yang positif dan fokus pada nilai-nilai pribadi yang lebih dalam daripada penampilan fisik. Adanya tekanan dari media sosial atau lingkungan sekitar terkait penampilan dan ekspektasi tertentu terhadap penampilan fisik dapat mempengaruhi kesehatan mental, penting untuk memiliki lingkungan yang mendukung dan terbuka untuk berbicara tentang isu-isu sensitif seperti ini.
Mendapatkan dukungan dari keluarga, teman, atau komunitas yang paham dan mendukung dengan cara berjuang untuk beristiqomah dalam menjalankan perintah Allah, berikut dapat membantu mengurangi dampak negatif pada kesehatan mental. Lingkungan juga perpengaruh seperti kata pepatah ” jika kita bermain dengan orang yang berjualan parfum pasti kita ikut wangi”
C. Penyebab Fenomena Jilboobs
Fenomena “Jilboobs” menciptakan perdebatan karena menampilkan gaya penggunaan jilbab yang terkesan menonjolkan bagian dada atau payudara. Penyebabnya mungkin berasal dari interpretasi yang berbeda mengenai aturan berbusana dalam Islam. Beberapa orang memilih gaya tersebut sebagai ekspresi pribadi, sementara yang lain menganggapnya tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Faktor lain bisa meliputi pengaruh budaya populer dan tekanan sosial dalam tampilan dan penampilan, yang seringkali berlawanan dengan nilai-nilai agama. Fenomena ini sering memicu diskusi tentang batasan antara menjaga nilai-nilai agama dan tuntutan dari tren dan budaya modern.
Merupakan hasil dari kompleksitas nilai, budaya, dan interpretasi agama yang saling bertentangan. Beberapa faktor yang mempengaruhinya meliputi evolusi persepsi terhadap busana Islami, di mana sebagian orang melihat jilbab sebagai kewajiban agama sementara yang lain memandangnya sebagai ekspresi pribadi. Pengaruh dari budaya populer dan tekanan media sosial juga berperan, di mana banyaknya eksposur pada penampilan fisik dan gaya hidup seringkali bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Situasi ini mengilustrasikan perdebatan kompleks antara kebebasan individu dalam berekspresi dan memilih busana serta menjaga nilai-nilai agama yang konservatif. Perbedaan pandangan tentang bagaimana menjalankan ajaran agama sering memunculkan ketegangan sosial, dengan beberapa pihak mendukung kebebasan berbusana sebagai bentuk hak individu, sementara yang lain merasa hal itu bertentangan dengan nilai-nilai agama yang harus dijunjung tinggi. Diskusi ini mencerminkan tantangan dalam menyeimbangkan identitas pribadi dengan tuntutan nilai-nilai budaya dan agama dalam masyarakat yang terus berubah dan terhubung erat dengan media sosial serta tren mode yang cepat berkembang.
D. Cara Mengatasi Fenomena Jilboobs
Cara mengatasi fenomena jilboobs ini ada beberapa hal yang pertama dari perspektif pendidikan dan kesadaran agama memperkuat yang mendalam untuk memahami nilai-nilai Islam dengan baik dan membentuk pemahaman yang benar tentang pakaian sopan dan perlunya menghormati nilai-nilai keagamaan dalam interaksi sosial. Pemahaman yang mendalam menggali pemahaman yang lebih dalam tentang hukum-hukum Islam terkait pakaian dan etika dalam berpakaian, serta bagaimana hal itu bisa diinterpretasikan dalam konteks sosial yang berubah.
Empati dan keterbukaan mengembangkan empati terhadap individu yang memiliki pandangan berbeda dan menjalani kehidupan sesuai dengan keyakinan mereka, sambil tetap mempertahankan prinsip-prinsip moral dan etika agama. Membangun lingkungan sosial yang mendukung menciptakan lingkungan sosial yang mendukung individu untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan keyakinan agama tanpa adanya tekanan atau diskriminasi.
E. Kesimpulan
Pentingnya memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai agama terkait berpakaian, menekankan pentingnya kesopanan, kepatutan, dan menjaga nilai-nilai moral dalam berbusana, terbuka dan pemahaman yang empatik, menciptakan ruang bagi individu untuk saling memahami tanpa menyalahkan, serta menjelaskan nilai-nilai agama dengan cara yang penuh pengertian. Membantu individu memperkuat identitas keagamaan mereka, sehingga pilihan berpakaian didasarkan pada penghayatan nilai-nilai agama yang kokoh.

No responses yet