Categories:

Kesadaran Spiritual

Oleh: Ratih Nurmalita (Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dari Fakultas Psikologi)

Dalam era dinamika modern yang terus berkembang, keluarga sebagai pusat kehangatan dan
keamanan seringkali merasakan tekanan perubahan zaman. Di tengah tantangan ini, kasih sayang
menjadi nafas kehidupan keluarga yang memberikan cahaya dan arah.
Menurut Soetjiningsih (1995:121) menjelaskan bahwa kasih sayang merupakan salah satu bentuk
perwujudan proses pengembangan timbal balik rasa cinta dan kasih sayang sesama manusia, serta
antar generasi yang merupakan dasar hubungan kekeluargaan yang harmonis.
Diriwayatkan oleh Muslim, Keutamaan Kasih sayang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada
keluarganya didalam Hadist (HR-MUSLIM-4282) yangْ artinya: Dan telah menceritakan kepadaku ‘Amru An Naqid dan Ibnu Abu ‘Umar seluruhnya dari
Sufyan. ‘Amru berkata; Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Az Zuhri dari
Abu Salamah dari Abu Hurairah Bahwa “Aqra’ bin Habis pernah melihat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam mencium cucunya Hasan. Kata Aqra’; “Aku punya anak sepuluh orang. Namun
tidak satupun di antara mereka yang pernah kucium.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Siapa yang tidak penyayang, tidak akan disayangi.” Telah menceritakan kepada kami
‘Abad bin Humaid; Telah mengabarkan kepada kami ‘Abdur Razzaq; Telah mengabarkan kepada
kami Ma’mar dari Az Zuhri; Telah menceritakan kepadaku Abu Salamah dari Abu Hurairah dari
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Hadits yang serupa.
Keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan kasih sayang kepada anggota
keluarga nya. Dalam era kehidupan yang semakin modern ini bukan hanya moralitas karakter
anggota keluarganya yang harus di bentuk tetapi juga karakter dalam kesadaran spiritual juga perlu
di betuk dalam meningkatan keiman dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Iman dan
Taqwa kepada Tuhan sebetulnya merupakan landasan yang kuat untuk terbentuknya karakter para
anggota keluarga.
Didalam Keluarga Islam yang modern komunikasi terbuka antaranggota keluarga sangat
diperlukan. Diskusi tentang perasaan dan harapan dilakukan dengan penuh pengertian dan
kejujuran sedangkan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual dapat dilakukan dengan menanamkan
etika nilai nilai Islam, seperti bersikap rendah hati, sabar, dan saling menghormati satu sama lain
dan juga membimbing anggota keluarga untuk menghadapi konflik dengan perspektif keislaman
memberikan solusi yang bermartabat dan berlandaskan rasa hormat serta menciptakan lingkungan
yang penuh keberkahan. Ini bukan hanya sekadar norma, melainkan menjadi landasan bagi setiap
tindakan kasih sayang dan dukungan yang diberikan.
Bukan hanya itu dukungan spiritual juga dapat membantu mengatasi rasa takut terhadap perubahan
atau kekhawatiran mengenai masa depan yang dimana dapat diatasi dengan merangkul nilai-nilai
keimanan. hal tersebut juga dapat memberikan kedamaian dan kenyamanan psikologis kepada
anggota keluarga untuk menghadapi tantangan hidup dengan keyakinan dan ketenangan batin.

Dengan menjadi teladan yang baik dalam menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari
inilah yang kemudian dianggap penting bahwa keluarga harus menjadi teladan yang baik bagi yang
lainnya dalam menciptakan kehidupan anggotanya menjadi lebih bahagia dan juga memberikan
inspirasi serta panduan bagi keluarga lainnya dalam mencapai keharmonisan dan kedamaian
hidup. Semoga konstruksi keluarga seperti ini dapat terus menjadi panduan bagi masyarakat dalam
menciptakan kehidupan keluarga yang penuh makna dan berkah.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *