Categories:

Oleh: Finna Adhaini, dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Kata sakinah mempunyai arti kedamaian atau ketenangan yang dialami seorang laki-laki dan
perempuan dalam sebuah rumah tangga. Dalam hal ini, setiap pasangan harus mampu
berperilaku dan berkomunikasi dengan baik agar tercipta hubungan yang nyaman antara
suami dan istri. Tujuan pendidikan keluarga Sakinah adalah mampu memenuhi kebutuhan
rohani dan material seluruh anggota keluarga. Tahapan pembentukan keluarga sakinah: masa
pranikah, masa keluarga awal, masa keluarga dewasa, masa keluarga tua.
Hal ini juga tercantum dalam firman Allah QS Ar-Rum ayat 21:
َو ِم ن
تِ ِه
َٰ
ن ۦ َءايَ
َ
َق أ
م ِ م ن لَكُم َخلَ
ِسكُ
نفُ
َ
ًجا أ
زَو َٰ
َ
أ
وا
ِتَ سكُنُ
َها ل
ي
لَ
ِ
َو َجعَ َل إ
َودَّةً بَ ينَكُم
َّم
َو َر ح َمةً
َّنْۚ
ِ
ِل َك فِى إ
َٰ
ت ذَ
َٰ
و م َل َءايَ
ِقَ
يَتَفَ َّكُرو َن ل
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri

dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-
Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar

terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
Ciri-ciri keluarga sakinah :
Ada 4 Aspek

  1. Aspek lahiriah
     Tercukupinya kebutuhan hidup (kebutuhan ekonomi) sehari-hari.
     Kebutuhan biologis suami istri tersalurkan dengan baik dan sehat.
     Mempunyai anak dan dapat mendidik dan membimbingnya.
  2. Aspek Batiniah
     Anggota keluarga dapat merasakan ketenangan dan kedamaian.
     Terjalin hubungan penuh dengan pengertian dan saling menghormati yang
    dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang.
  3. Aspek spritual (keagamaan)
     Setiap anggota keluarga memiliki dasar pengetahuan agama yang kuat.
     Meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
  4. Aspek Sosial
     Keluarga yang dapat di terima lingkungan sekitar atau masyarakat.

 Bermanfaat bagi masyarakat sekitar ataupun masyarakat luas.

Sebagaimana tercantum dalam QS Ar-Rumi ayat 21. Dalam ayat ini dijelaskan ciri-ciri
keluarga Sakinah yaitu bertakwa, akhlak yang baik dan terpuji serta keharmonisan dalam
kehidupan berkeluarga dan juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Cara membina keluarga sakinah
Sakinah, mewujudkan keluarga bahagia dan harmonis menjadi dambaan banyak pasangan.
Berikut adalah penjelaskan bagaimana membangun keluarga Sakinah menurut ajaran Islam.

  1. Perkuat hubungan dengan Allah SWT
    Penting bagi setiap anggota keluarga untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT. Hal
    ini dapat dicapai dengan menjalankan kewajiban keagamaan seperti menunaikan shalat lima
    waktu, membaca Al-Qur’an, berpuasa dan berdoa.
    Selain itu, bersama-sama meningkatkan pemahaman agama dan mengikuti ceramah atau
    tafsir akan mempererat ikatan spiritual antar anggota keluarga. Hal ini juga dapat membantu
    kita belajar bagaimana menciptakan keluarga sakinah yang kita impikan.
  2. Saling menjaga ibadah
    Setiap anggota keluarga dapat saling mengingatkan dalam menunaikan ibadah dan berusaha
    meningkatkan kualitas ibadah masing-masing.

Misalnya, suami istri bisa saling mendukung untuk tetap konsisten dalam beribadah sehari-
hari dan berusaha untuk melayani bersama bila memungkinkan. Dengan beribadah maka

ikatan dalam hubungan keluarga suami istri semakin tumbuh.

  1. Saling menyayangi
    Cinta dan kasih sayang merupakan landasan terpenting dalam mewujudkan keluarga sakinah.
    Saling mencintai bukan hanya soal kata-kata manis, tapi juga tindakan nyata.
    Menghargai, menghormati dan menghormati perasaan dan pendapat anggota keluarga lainnya
    merupakan cara yang baik untuk menunjukkan kasih sayang. Karena ada cinta yang harus
    diungkapkan melalui tindakan, bukan hanya kata-kata. Tuhan menciptakan pendamping bagi
    kita semua di dunia ini. Kekuatan yang Tuhan berikan kepada umat-Nya untuk saling
    mencintai dan menyayangi.
  2. Berkomunikasi dengan baik
    Komunikasi yang baik adalah kunci pemahaman anggota keluarga. Dengarkan baik-baik,
    bicaralah dengan lembut dan cobalah mengungkapkan perasaan dan pikiran dengan jujur dan
    terbuka.
  3. Bersabar satu sama lain
    Kehidupan dalam berumah tangga dan berkeluarga tidak selalu mulus. Tantangan dan cobaan
    kita hadapi bersama. Oleh karena itu, kesabaran merupakan sifat penting dalam mewujudkan
    keluarga sakinah. Berusaha tetap tenang dalam menghadapi permasalahan dan sabar mencari
    solusi bersama membantu dalam menghadapi berbagai kesulitan. Jangan biarkan kurangnya
    kesabaran kita menghancurkan rumah tangga. Semua masalah harus diselesaikan. Kita hanya
    harus tenang mencari solusi terbaik. Jangan sampai kami melakukan kekerasan dalam rumah
    tangga. Rupanya hal ini dilarang dalam ajaran Islam.
  4. Saling memaafkan
    Kesalahan dan ketidaksempurnaan adalah bagian dari kehidupan. Pemahaman bahwa setiap
    anggota keluarga boleh berbuat kesalahan dan memaafkan adalah kunci terciptanya keluarga
    sakinah. Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi belajar dari kesalahan dan berusaha untuk
    tidak mengulanginya di kemudian hari.
    Perlakuan seperti itu membantu mencegah konflik dan membangun kepercayaan di antara
    anggota keluarga. Penting juga untuk membuka ruang diskusi bersama dan pengambilan
    keputusan dalam keluarga.
    Prinsip dasar terbentuknya keluarga sakinah telah dijelaskan di atas. Ketika anggota keluarga
    berusaha menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, maka keluarga
    menjadi lebih harmonis, penuh kasih sayang, dan sejahtera.
    Referensi :
    Syuhud, A. F. (2013). Keluarga Sakinah: Cara membina rumah tangga harmonis, bahagia dan
    berkualitas. Pustaka Alkhoirot.
    Chadijah, S. (2018). Karakteristik Keluarga Sakinah dalam Islam. Rausyan Fikr: Jurnal
    Pemikiran Dan Pencerahan, 14(1).

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *