Categories:

Oleh: Nazaliah Yusma Zahrani, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka

Keluarga sakinah adalah istilah dalam Islam yang menggambarkan keluarga yang hidup dalam harmoni, kedamaian, dan keberkahan. Konsep ini meliputi hubungan yang baik antara suami, istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya. Dalam keluarga sakinah, terdapat komunikasi yang terbuka dan pengertian satu sama lain, kesadaran akan tanggung jawab terhadap Allah SWT serta sesama, dan kemampuan untuk menyelesaikan konflik secara sehat. Setiap anggota keluarga memiliki peran yang penting dalam menciptakan lingkungan yang positif dan harmonis. Inti dari konsep ini adalah menciptakan kehidupan keluarga yang penuh dengan kebahagiaan, keharmonisan, dan keberkahan yang bersumber dari nilai-nilai Islam.

Al-Qur’an menyebutkan,

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir” (QS Ar-Rum: 21)

Beberapa prinsip penting untuk menciptakan keluarga sakinah antara lain:

1. Taqwa kepada Allah: Ketika setiap anggota keluarga memiliki hubungan yang kuat dengan Allah, maka ikatan antar anggota keluarga juga semakin kuat. Ketaatan terhadap ajaran agama dan pemahaman tata cara Islam dalam kehidupan sehari-hari memberikan landasan yang kuat.

2. Komunikasi yang baik: Sangat penting untuk berbicara dengan hormat, mendengarkan dengan cermat, dan menyelesaikan konflik dengan baik. Terbuka terhadap percakapan konstruktif dan mengekspresikan emosi dengan jujur memperkuat hubungan keluarga.

3. Kesetaraan dan Keadilan: Menghargai peran setiap anggota keluarga dan memperlakukan mereka secara adil merupakan prinsip yang penting. Memberikan perhatian dan kasih sayang yang seimbang kepada seluruh anggota keluarga tanpa dibedakan.

4. Harmoni dan Keseimbangan: Sangat penting menjaga keseimbangan antara kebutuhan keluarga, pekerjaan, dan kewajiban agama. Ciptakan lingkungan yang penuh kedamaian, cinta dan kehangatan di rumah.

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka…” (QS Al-Baqarah: 187)

5. Komitmen dan Keterbukaan: Setiap anggota keluarga mempunyai tanggung jawab untuk menjaga komitmen terhadap keluarga. Keterbukaan untuk mengkomunikasikan masalah dan menyelesaikan masalah bersama adalah cara yang baik untuk menciptakan keluarga sakinah

6. Pendidikan dan Pemahaman: Mendorong pendidikan dan pemahaman agama serta nilai-nilai kebaikan bagi keluarga, termasuk pemahaman akan pentingnya hubungan keluarga yang sehat.

7.Belas Kasih dan Pengertian: Saling menunjukkan cinta, pengertian dan dukungan dalam segala situasi baik maupun sulit.

قال رسول الله خياركم خياركم لنساءكم لا يضربن أحدكم ظعينته ضربه أمته

Rasulullah bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istri. Janganlah kalian pukul istri kalian seperti halnya kalian memukul budak-budak kalian” (HR Al-Baihaqi).

Meskipun setiap keluarga memiliki dinamika yang berbeda-beda, namun yang membedakan keluarga sakinah adalah komitmen untuk saling mendukung, memahami dan menjaga keharmonisan, serta mengamalkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi anggota keluarga. Dengan mengamalkan nilai-nilai tersebut akan membantu membangun keluarga yang harmonis, kokoh dan penuh kasih sayang sesuai prinsip Islam. Membangun keluarga sakinah memerlukan kesadaran bersama, komunikasi yang baik, dan kemauan untuk terus belajar dan tumbuh bersama sebagai sebuah keluarga.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *