Oleh : Muhammad Sendy Afrilian (Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA)
Keluarga sakinah merupakan suatu konsep dalam Islam yang mengedepankan keharmonisan, keseimbangan, dan ketentraman dalam hubungan keluarga. Dengan kata lain, keluarga sakinah merupakan kondisi yang sangat ideal dalam kehidupan keluarga, karena di dalamnya diliputi rasa cinta, kedamaian, dan kebahagiaan. Kata “sakinah” dalam KBBI memiliki arti kedamaian; ketenteraman; ketenangan; kebahagiaan. Menurut Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), Provinsi Jawa Tengah, keluarga sakinah didefinisikan sebagai keluarga yang dibina atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi hajat hidup spiritual dan material secara layak dan seimbang, yang diliputi suasana kasih sayang antara anggota keluarga dan lingkungannya dengan selaras, serasi, serta mampu mengamalkan, menghayati dan memperdalam nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia. Islam mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dalam keluarga sebagai landasan masyarakat yang sehat.
Pada dasarnya, keluarga sakinah sulit diukur karena merupakan suatu perkara yang abstrak dan hanya dapat ditentukan oleh orang-orang yang berumah tangga. Oleh karena itu, keluarga sakinah memiliki ciri-ciri antara lain :
- Rumah Tangga yang Didirikan Berlandaskan Al-Quran dan Sunnah
Asas terpenting dan yang paling utama dalam membentuk keluarga sakinah adalah rumah tangga yang dibina atas landasan iman dan taqwa, serta berpedoman pada Al Quran dan Sunnah, karena ia menjadi sebuah pegangan dan petunjuk bagi suami dan istri sekiranya mereka mendapati problem yang timbul dalam kehidupan berumah tangga. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam Al Quran yang artinya, “…Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Quran) dan Rasul-Nya (Sunnah), apabila kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. An-Nisa ayat 59).
- Rumah Tangga yang Berasaskan Cinta dan Kasih Sayang (Mawaddah Warahmah)
Sifat cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah) yang wujud dalam sebuah rumah tangga dapat melahirkan masyarakat yang bahagia, saling menghormati, saling memercayai, dan saling tolong-menolong. Dengan demikian, rumah tangga yang berasaskan cinta dan kasih sayang dapat membawa keberkahan serta kesuksesan dalam kehidupan keluarga.
- Mematuhi Peraturan Berumah Tangga
Peraturan dalam rumah tangga melibatkan partisipasi para anggota keluarga, yang berfungsi dalam membentuk kesepakatan bersama dan memberikan panduan yang diperlukan guna menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
- Menghormati dan Mengasihi Kedua Orang Tua
Pasangan yang ingin membina sebuah keluarga sakinahtidak mengesampingkan peran orang tua mereka. Seorang anak harus tetap menghormati dan mengasihi ibu-bapaknya agar mendapat keberkahan dalam mencapai kebahagiaan dalam berumah tangga.
- Menjaga Hubungan dengan Kerabat dan Ipar
Salah satu tujuan ikatan perkawinan ialah untuk menyambung hubungan keluarga atau saudara antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, menjaga hubungan antar saudara merupakan suatu hal yang penting dan perlu diperhatikan, agar suami-istri dapat memperkuat fondasi keluarga dan menciptakan lingkungan yang mendukung.
Di zaman modern ini, berbagai tantangan dan godaan menyusup ke dalam kehidupan rumah tangga akibat kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Kehidupan keluarga sebagai bagian dari masyarakat tidak lepas dari serangan budaya global yang dilancarkan media informasi. Dengan diperkenalkannya budaya yang berbeda, gaya hidup dan hubungan antarmanusia, terutama cara berpikir anggota keluarga, lambat laun akan berubah.
Dua hal yang sering terjadi akibat kehidupan modern di era global ini yaitu; Pertama, suami-istri yang hanya terfokus untuk mencari kesenangan dalam kehidupan perkawinan dari pada memikirkan tanggung jawab. Kedua, putusnya sistem keluarga yang utuh, seperti meningkatnya jumlah orang tua atau lansia yang dikirim ke panti jompo sehingga terpisah dari kehidupan keluarga mereka sendiri yang seharusnya peran kakek dan nenek dalam keluarga besar adalah memperhatikan cucu-cucu mereka. Hal inilah yang menjadi tantangan kehidupan keluarga sakinah di era globalisasi saat ini.
Dari uraian di atas, kita dapat memahami pengertian, ciri-ciri keluarga sakinah, serta tantangan kehidupan berkeluarga di era modern dan globalisasi.Lantas strategi apa saja yang bisa diterapkan untuk mempertahankan keluarga sakinah di era globalisasi saat ini? Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain sebagai berikut.
- PENGUATAN NILAI-NILAI ISLAM
Di dalam rumah tangga penguatan nilai-nilai Islam merupakan hal yang perlu diperhatikan sebagai dasar kehidupan. Menanamkan pemahaman agama yang mendalam di dalam rumah tangga bertujuan agar keluarga dapat menjalankan prinsip-prinsip Islam di dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam menghadapi dampak globalisasi.
- MEMBINA HUBUNGAN BAIK PERKAWINAN
Hubungan yang baik antara suami dan istri menjadi suatu landasan penting untuk membangun keluarga sakinah, di mana keduanya saling mendukung dan bekerja sama untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
- PEMBERDAYAAN ANGGOTA KELUARGA
Mendorong pemberdayaan anggota keluarga dalam mengambil peran dan tanggung jawab masing-masing bertujuan untuk membantu dalam penyelesaian tugas sehari-hari serta mengatasi tantangan bersama.
- KOMUNIKASI YANG TERBUKA
Menjalin komunikasi yang baik dan terbuka dalam keluarga dapat membantu menjaga pemahaman bersama, serta membuka ruang diskusi mengenai perubahan-perubahan yang terjadi dan pemecahan masalah yang tengah dihadapi.
- MENDORONG PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN YANG HOLISTIK
Keluarga dapat menghadapi tantangan yang terjadi di era modern dengan lebih baik dan bijak jika para anggota keluarga memiliki pengetahuan luas serta pemikiran yang terbuka tentang nilai-nilai lokal dan global.
- MENGEMBANGKAN SIFAT ADAPTABILITAS DAN FLEKSIBILITAS
Dalam membina keluarga sakinah perlu untuk dapat mengembangkan sifat adaptabilitas dan fleksibilitas di tengah-tengah perubahan. Ini bertujuan agar keluarga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai inti.
- MANAJEMEN WAKTU DAN PRIORITAS
Hidup di era global saat ini, kita menjalani kehidupan yang sibuk dan sering kali menghadapi tantangan waktu. Oleh karena itu, manajemen waktu yang baik sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan keluarga, urusan pekerjaan, dan tuntutan dunia luar.
- PEMANFAATAN TEKNOLOGI DENGAN BIJAK
Di era yang begitu modern dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, penting untuk mengajarkan keluarga cara dalam menggunakan teknologi seperti smartphone dengan bijak, menjaga privasi, serta menghindari hal-hal yang tidak perlu untuk dilakukan agar terhindar dari dampak-dampak negatif.
Dengan menerapkan strategi-strategi yang telah dipaparkan di atas keluarga dapat membangun fondasi yang kuat untuk mencapai keluarga sakinah di tengah dinamika dan perubahan-perubahan yang terjadi di era globalisasi saat ini.
Kesimpulan
Keluarga sakinah merupakan konsep Islam yang mengedepankan keharmonisan, keseimbangan, dan ketentraman dalam hubungan keluarga. Di era globalisasi, tantangan seperti perubahan nilai, kesibukan, dan pengaruh teknologi dapat berdampak pada upaya membangun keluarga sakinah. Ciri-ciri keluarga sakinah antara lain melibatkan aspek religius, kasih sayang, menaati aturan keluarga, menghormati orang tua, dan menjaga hubungan dengan kerabat. Strategi yang dapat digunakan dalam membangun keluarga sakinah di tengah arus global yakni melibatkan penguatan nilai-nilai Islam, membina hubungan baik perkawinan, pemberdayaan anggota keluarga, komunikasi terbuka, mendorong pendidikan dan pengetahuan yang holistik, mengembangkan sifat adaptabilitas dan fleksibilitas, manajemen waktu, serta pemanfaatan teknologi yang bijak. Dengan menerapkan strategi ini, keluarga dapat mengatasi tantangan dan membangun landasan kokoh bagi kebahagiaan dan keharmonisan di era globalisasi.
Referensi:
Basir, S. (2019). Membangun Keluarga Sakinah. Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam, 6(2), 99-108.
As’ad. (2018). MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH. Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2). http://dx.doi.org/10.30829/taz.v7i2.382
Suryani, A & Kadi. (2020). KONSEP SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH MENURUT M. QURAISH SHIHAB DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA. MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 58-71.
Musthofa, I. (2008). Keluarga Sakinah dan Tantangan Globalisasi. Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam, 18, 227-248.
Ramadhani, A. (2022). Tentang Keluarga Sakinah: Arti, Tujuan dan Ciri-cirinya Menurut Islam. https://www.detik.com/hikmah/muslimah/d-6353220/tentang-keluarga-sakinah-arti-tujuan-dan-ciri-cirinya-menurut-islam/amp Diakses pada tanggal 27 Desember 2023.

No responses yet