Oleh: Kania Agisti Zahra, Kanaya Azaria Wijaya (Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA)
Pengertian Depresi
Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai. Seseorang dinyatakan mengalami depresi jika sudah 2 minggu merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga.
Depresi yang dibiarkan terus berlanjut dan tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan terjadinya penurunan produktifitas kerja, gangguan hubungan sosial, hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.
Depresi bisa menyerang siapa saja, termasuk pria dan wanita. Pada wanita, depresi sering dikaitkan dengan perubahan hormonal, seperti menstruasi, kehamilan, setelah melahirkan, atau menopause, tetapi penelitian belum menemukan alasan mengapa wanita lebih sering mengalami depresi.
Penyebab Depresi
Psikoanalisa menekankan konflik yang tidak disadari yang terkait dengan kesedihan dan kehilangan saat munculnya gangguan depresi. Freud mengatakan bahwa depresi dapat muncul sejak kecil. Individu menjadi fiksasi secara instingtif selama periode oral ketika kebutuhan anak kurang terpenuhi. Fiksasi oral akan mendorong Anda untuk bergantung pada
Peristiwa traumatis, Tekanan batin, misalnya karena masalah keuangan atau masalah rumah tangga Pola pikir yang salah, seperti toxic positivity Hilangnya kegiatan atau tujuan hidup setelah pensiun (Post Power Syndrome).
Pengertian Pendekatan Islam
Pendekatan studi islam adalah cara kerja untuk memahami dan mendalami agama islam secara tertentu. Ada beberapa pendekatan yang umum digunakan dalam studi islam, antara lain:
- Pendekatan teologis: menekankan pada aspek norma-norma ajaran islam, sebagaimana terdapat dalam alquran dan sunnah.
- Pendekatan antropologis: memahami agama dengan cara melihat keagamaan yang bertumbuh dan berkembang.
- Pendekatan sosiologis: memahami agama dnegan cara meningkatkan kemampuan manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosisal.
- Pendekatan teologis : membahas ajaran agama islam diliat dari segi alquran dan assunnah.
- Pendelatan fenomenologis: membandingkan berbagai macam gejala agam untuk memahami struktr dan fungsi agama.
- Pendekatan filosofis: proses studi tentang kependidikan yang didasari dengan nilai-nilai ajaran islam.
- Pendekatan historis: memahami agama dengan menumbuhkan perenungan untuk menggeser afama.
- Pendekatan politis: memahami agama dengan cara menanamkan nilai-nilai agama pada Lembaga agar timbul keinginan untuk meraih kesejahteraan serta perdamaian Masyarakat.
Tujuan dari pendekatan studi islam adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam dan kontekstual tentang islam sebagai agama dan budaya yang berpengaruh di dunia.
Terapi dengan membaca alquran
Al-Quran dianggap sebagai terapi penting karena mengandung resep-resep mujarab untuk menyembuhkan penyakit mental. Tingkat kemujarabannya bergantung pada seberapa jauh sugesti pasien percaya. Mendengar dan membaca, memahami, dan memikirkan dan menerapkan isi kandungannya.
Tujuan membaca ayat-ayat Al-Quran adalah sebagai berikut:
a. Memberikan nasihat Pembacaan ayat-ayat Al-Quran bertujuan untuk memberikan nasihat dan bimbingan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia, Cara penyampaiannya tidak menimbulkan perdebatan dan sangat halus.
b. Tindakan pencegahan dan perlindungan: Membaca ayat-ayat Al-Quran dapat membantu mencegah dan melindungi seseorang dari musibah atau ujian berat yang dapat mengganggu kesehatan jiwa
c.Tindakan pengobatan dan penyembuhan: Membaca ayat-ayat Al-Quran dapat membantu menyembuhkan penyakit fisik dan spiritual.
Dalam sebuah riwayat dari Abdurrahman bin Abi Laila dari seorang laki-laki dari ayahnya, Ibnu Sunni mengatakan bahwa Rasullulah SAW pernah menerapi seseorang yang menderita penyakit gila dengan membaca surat al fatihah, al Baqarah 2-5,163-164, 225, 284-286.
Metode Psikoterapi Islam Dalam Mengatasi Masalah Depresi
- Terapi dengan wudhu
ternyata melakukan wudhu adalah bagian dari terapi. seperti yang dijelaskan dalam buku terapi Islam. karena wudhu adalah doa sekaligus pesan positif untuk air. Melakukan wudhu lima kali sehari membantu tubuh mengistirahatkan organ-organnya dan meredakan stres fisik dan mental. Apabila umatnya marah, Rasulullah SAW menganjurkan mereka untuk mengambil air wudhu yang setidaknya dapat berfungsi sebagai terapi mental dan emosi.
Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dosen peminatan Imunologi di Universitas Ain Shams, Kairo-Mesir, Majida Amir yang juga bekerja sebagai konsultan terapi pengobatan alternatif menjelaskan, pembersihan merupakan cara yang sangat efektif untuk mengatasi rasa letih dan penat, Selain itu, bersuci juga bisa memunculkan semangat baru dalam diri seseorang.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa berwudhu adalah tindakan yang sesuai dengan teori medis. Wudhu dengan cara ini dapat membantu mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker. Selain itu, dapat meningkatkan vitalitas, semangat, dan energi seseorang. Bahkan berwudhu dapat membantu memperlancar peredaran darah dan menghilangkan kuman dan pencemaran lingkungan dari area tubuh yang terbuka. Hasil penelitian medis juga menunjukkan bahwa wudhu dapat membebaskan seseorang dari bau mulut dan badan, yang merupakan hal yang sehat, sosial, dan kemanusiaan.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa berwudhu secara benar dan melakukannya setiap hari dapat menyebabkan ketenangan, kedamaian, dan kesehatan, dan tidak mungkin menghindari stres atau depresi.
- Terapi dengan shalat
Shalat merupakan salah satu bentuk ibadah yang merupakan praktik terapi spiritual yang sangat sederhana melalui shalat manusia dapat menjalin kontak langsung antara Hamba dengan Allah SWT tanpa menimbulkan hambatan komunikasi yang terpisah-pisah sholat sebenarnya mempunyai norma-norma tertentu yang mampu menopang semangat orang yang mengamalkannya oleh karena itu, sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT, kita hendaknya diajak untuk berdoa dengan rendah hati, yaitu rendah hati dan focus.
Menurut Ibnu Hajar Ansori dkk, dalam penelitian berjudul “The Psychology of Prayer” (2019), ketika seseorang berkonsentrasi, ia harus mengendalikan dirinya baik dalam tindakan maupun pikirannya Pengendalian diri adalah cara mengendalikan emosi dan dorongan hati yang terlibat Dengan mengendalikan emosi, seseorang dapat menyalurkan energi emosinya ke saluran ekspresi yang bermanfaat. Berbagai ahli medis mengatakan bahwa shalat dapat merehatkan hati dan membuatnya tenang, menghilangkan kegundahan dan kegalauannya. Ini adalah komponen paling penting untuk memulihkan kesehatan tubuh dan dapat mencegah berbagai penyakit dan meringankan penderitaan rasa sakit. Dari penjelasan tersebut disimpulkan bahwa shlalat juga dapat mengatasi stress dan depresi.
- Terapi dengan puasa
Puasa dianggap dapat membantu mengobati penyakit mental yang menimbulkan masalah pada diri sendiri maka dari itu Puasa bisa menjadi salah satu alternatif penyembuhan duka dan luka mendalam “Puasa membantu masyarakat beradaptasi terhadap dampak kesedihan oleh karena itu, harapannya puasa dapat menyadarkan pasien akan penyakitnya,” ujar Dr Donner, pakar psikiatri Ferranindhya Agyananda SpKJ (K).
Psikolog Ratih Zulhaqqi M.Psi berpendapat tentang hal tersebut menurutnya, puasa bisa menunjang kesehatan mental “Kalau fisiknya sehat saat berpuasa, biasanya emosinya juga lebih stabil Selain itu, puasa juga bisa melatih Anda untuk mengendalikan emosi,” ujarnya Namun, dia menjelaskan, proses ini memerlukan konsistensi dari karakter umat Islam Tampaknya dalam dunia medis dikenal dengan nama psikoterapi. Puasa Terapis berperan aktif dalam fungsi, dan manfaat. Puasa bagi mereka yang menderita penyakit mental sebagaimana adanya rasa cemas berlebihan atau stres psikis, puasa bisa menjadi pengobatan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tidak mengherankan jika puasa adalah waktu yang berharga untuk mengembangkan pikiran yang sehat Pasalnya, puasa memerlukan kelengkapan latihan psikologis seperti: Menahan rasa lapar dan haus serta berlaku jujur baik saat bersama orang lain maupun saat sendirian.
Tak heran jika puasa menjadi momentum berharga untuk menghadirkan mental yang sehat. Pasalnya, dalam puasa terkandung latihan-latihan kejiwaan yang harus dilalui, seperti berlaku jujur dengan menahan lapar dan dahaga, baik kala bersama orang lain maupun saat sendirian. Fakta bahwa puasa sangat penting untuk mengajarkan orang untuk mengendalikan hawa nafsu dan berbagai keinginan menunjukkan bahwa puasa pada akhirnya dapat menghilangkan rasa frustasi dan depresi. puasa dapat menjadi obat atau terapi untuk orang yang depresi mental berdasarkan penjelasan di atas.
- Terapi dengan Alquran atau Ruqyah
Kehidupan materialistis sangat dihargai di zaman sekarang ini, bahkan tanpa diduga. Orang-orang begitu bergantung pada peradaban dan kemajuan zaman hingga menjadikan keduanya sebagai hal yang paling mereka hargai. Mereka hanya berkonsentrasi pada pengobatan fisik manusia melalui penggunaan obat penenang dan berbagai operasi yang kompleks. Namun, mereka mengabaikan faktor-faktor seperti iman kepada Allah, membangun hubungan yang baik dengan-Nya, dan mencari kesembuhan melalui Al-Qur’an, zikir, dan doa, yang dapat menguatkan jiwa dan otak. Dengan kekuatan itu sendiri, dia akan dapat melindungi tubuh dan jiwa dari berbagai penyakit fisik dan mental.
- Terapi dengan kesabaran
Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, َر َب ص yang berarti menahan, mencegah atau tabah. Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. Jadi sabar di sini adalah suatu kekuatan, daya positif yang mendorong jiwa untuk menunaikan suatu kewajiban. Di samping itu pula bahwa sabar adalah suatu kekuatan yang menghalangi seseorang untuk melakukan kejahatan. Orang yang sabar akan tahan menerima hal-hal yang tidak disenangi atau tidak mengenakkan dengan ridha dan menyerahkan diri kepada Allah SWT. Sabar merupakan salah satu kunci untuk meraih kebahagiaan dan ketenangan hidup.
Seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat 5, sabar adalah salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap kaum muslim karena dikatakan bahwa sabar adalah setengah dari iman. Orang-orang saleh mengatakan bahwa iman terdiri dari dua bagian: sabar setengahnya, dan syukur setengahnya. Kesabaran sebanding dengan kepala pada anggota tubuh. Kesabaran membangun karakter seorang muslim. Ada banyak jenis sabar. Yang pertama adalah sabar terhadap cobaan yang datang dan pergi. Ada empat jenis sabar: sabar ketika ditimpa musibah, sabar dalam melakukan dan mematuhi perintah Allah SWT, sabar terhadap dorongan syahwat dan maksiat, dan sabar terhadap segala kritik karena berjalan di jalan Allah SWT.
- Terapi dengan Istigfar dan Taubat
taubat dalam Islam berkaitan dengan perbaikan kerusakan atas kehidupan dan kejiwaan manusia akibat dari melakukan dosa. Keutamaan pertobatan dalam Islam masuk dalam kajian syariat Islam, tasawuf dan akhlak. Anjuran untuk melakukan pertobatan dalam Islam ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadis.
Sebuah penelitian meneliti pengrauh terapi taubat dan istighfar untuk menurunkan kecemasan pada siswa S1 psikologi. Hasilnya menunjukkan bahwa terapi memberikan dampak signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan mahasiswa. Studi Ahmad Rusli mencoba menentukan apakah sholat taubat benar-benar meningkatkan ketenangan hati. Selain itu, secara teoritis, mereka yang bertaubat akan berjalan lebih dekat kepada Allah. Mereka yang melakukan shalat taubat secara multidimensional secara berkala akan secara bertahap meningkatkan ketenangan hati mereka, sementara shalat taubat yang dilakukan secara berkala tidak akan berdampak apapun pada ketenangan hati mereka, bahkan tidak akan menurunkannya.
- KESIMPULAN
Sudah kita ketahui maraknya kasus bunuh diri pada saat ini yang dikarnakan depresi terhahap hidupnya, banyak yang kehilangan anggota kelaurga satu persatu masuk kedalam rumah sakit jiwa akibat depresi, setiap orang pasti dan akan terkena depresi ketika mengalami banyak masalah dan kesulitan didalam hidupnya, hal tersebut dapat mengurangi potensi semangat dalam hidup, agar terhindar dalam hal itu perlunya kesadaran dan kemauan dari dalam diri sendiri bahwa dirinya itu mampu melewati segala rintangan dalam hidup.
Allah SWT berfirman pada surah Al-Baqarah:286
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَها ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَت ۗ
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
Dari Ayat diatas, kita memahami bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya apabila umatnya tidak sanggup melewati cobaan tersebut, apabila Allah SWT memberikan cobaaan karna Allah SWT tau bahwa kita sanggup melewati cobaan yang diberikan yang dapat diatasi dengan pendekatan Islam melalui beberapa cara, seperti senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, menjalankan ibadah salat, berdoa agar lebih tenang, memperbanyak bacaan zikir, dan berdamai dengan kenyataan. Selain itu, tawakkal dan iman kepada qada dan qadar juga dapat membantu mengatasi depresi. Karna didalam hidup penuh arti.
Daftar Pustaka
SIREGAR, Pahri. Psikoterapi Islam Dalam Mengatasi Depresi. Hikmah, 2016, 10.2.
RAMADHAN, Ditsar. Mengatasi Depresi dengan Psikoterapi Islami (Membaca dan Mengkaji Al-Qur’an). In: Seminar Asean Psychology and Humanity. 2016.
NOVIA, Iva; THOHIR, Mohamad. Bimbingan dan konseling islam dengan terapi silaturahmi pada seorang remaja yang mengalami depresi. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 2013, 3.1: 76-95.
RAHMY, Hafifatul Auliya; MUSLIMAHAYATI, Muslimahayati. Depresi dan Kecemasan Remaja Ditinjau dari Perspektif Kesehatan dan Islam. DEMOS Journal of Demography Ethnography and Social Transformation, 2021, 1.1: 35-44.
AMANA, Listiani; PURNAMASARI, Santi Esterlita. Efektivitas mendengarkan bacaan Al-Quran terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2015, 17.1: 11-28.
WULAN, Ratna. Model-Model Terapi Mental Dalam Islam. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 2021, 18.1: 14-29.
HASANAH, Muhimmatul. Stres dan solusinya dalam perspektif psikologi dan islam. Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 2019, 13.1: 104-116.
HASANAH, Mabrurotul, et al. Konsep Depresi dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Analisis Ayat-Ayat Psikologis). 2021.
ASIAH, Asiah; DWIDIYANTI, Meidiana; WIJAYANTI, Diyan Yuli. Penurunan tingkat depresi pada pasien dengan intervensi minfulness spiritual Islam. 2019.
SARI, Indryani Puspita; RAZZAQ, Abdur; RASMANAH, Manah. TERAPI PSIKORELIGIUS DALAM MENGATASI DEPRESI NEUROTIK (STUDI ANALISIS PEMIKIRAN DADANG HAWARI). CONS-IEDU: Islamic Guidance and Counseling Journal, 2023, 3.1: 1-8.
SATRIANEGARA, M. Fais. Pengaruh religiusitas terhadap tingkat depresi, kecemasan, stres, dan kualitas hidup penderita penyakit kronis di kota makassar (kajian survei epidemiologi berbasis integrasi islam dan kesehatan). Jurnal kesehatan, 2014, 7.1.
SAEFULLOH, Aris. Peran Agama Sebagai Sarana Mengatasi Frustasi dan Depresi: Sebuah Telaah Psikologis. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 2008, 2.2: 161-177.

No responses yet