Categories:

Najma Kamila Fitri Al Jufri1, Ddicky Syahdeva Lidinillah2, Moch Al-Dhiya Fitrah Suara3

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr Hamka

najmaduhan678@gmail.com

Abstrak

Artikel ini membahas tentang peran terapi spiritual, terutama dzikir, dalam mengelola stres. Sebagai tantangan umum, stres dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang. Terapi spiritual adalah fokus utama dalam mencari solusi komprehensif untuk mengatasi efek stres. Dikir tidak hanya digunakan sebagai praktik keagamaan, tetapi juga memiliki sifat psikoterapeutik yang kuat, yang dapat membantu Anda merasa lebih tenang dan optimis.

Diskusi mencakup pemahaman yang lebih baik tentang stress, dzikir sebagai psikoterapi, dan bagaimana dzikir dapat bermanfaat bagi berbagai kelompok orang, seperti mahasiswa dan lansia. Studi menunjukkan bahwa dzikir dapat menurunkan kecemasan, memberikan rasa positif, dan memenuhi kebutuhan spiritual seseorang, terutama bagi orang tua. Dzikir juga dapat membantu mahasiswa yang rentan terhadap stres mengatasi tekanan akademis dan stres kehidupan.

Kata kunci : Terapi spiritual, dzikir

Abstract

This article discusses the role of spiritual healing, particularly dhikr, in managing stress. As a common challenge, stress can affect a person’s mental and physical health. Spiritual healing is a key focus in the search for comprehensive solutions to overcome the effects of stress. Dikir is not only used as a religious practice, but also has strong psychotherapeutic properties, which can help you feel calmer and more optimistic.

Discussions include a better understanding of stress, dhikr as psychotherapy, and how dhikr can benefit different groups of people, such as university students and the elderly. Studies show that dhikr can reduce anxiety, provide a sense of positivity, and fulfil one’s spiritual needs, especially for the elderly. Dhikr can also help stress-prone university students cope with academic pressure and life stress.

Keywords: Spiritual healing, dhikr

PENDAHULUAN                           

Kita semua pernah mengalami kegagalan dan terputusnya hubungan antara kenyataan dan harapan sebelumnya.

 Hal ini dapat menimbulkan situasi tidak menyenangkan yang menimbulkan emosi seperti kesedihan, ketakutan, keraguan, dan kebingungan.

 Keadaan ini merupakan salah satu ciri  gangguan jiwa dan disebut keadaan stres dalam psikologi.. Dalam menghadapi tantangan ini, pendekatan yang melibatkan dimensi spiritual semakin diakui sebagai komponen integral dalam merawat jiwa dan pikiran.

Stres merupakan respon tubuh terhadap tuntutan eksternal pada individu yang melebihi kemampuannya dalam memenuhi tuntutan pengelolaan dan pemecahan masalah. Ada empat pola gangguan yang dialami  individu sebagai respons terhadap stres: emosional, kognitif, perilaku, dan fisiologis. Dalam mencari Solusi yang holistic untuk mengatasi stress, perhatian semakin terarah pada potensi terapi spiritual.

Salah satu bentuk terapi spiritual yang mendapat perhatian adalah zikir. Dari sudut pandang kesehatan jiwa, dzikir mengandung unsur psikoterapi yang mendalam. Psikoterapi sama pentingnya  dengan psikoterapi psikiatri karena obat psikoterapi mengandung kekuatan mental atau spiritual  yang membangkitkan rasa percaya diri dan  optimisme. Kedua hal ini, bersama dengan obat-obatan dan perawatan medis lainnya, merupakan dasar penyembuhan penyakit.

Subandi (2009) juga menyatakan bahwa  kegiatan zikrullah, cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, diperlukan untuk mengurangi stres dan dampak negatifnya. Tak hanya dalam menghadapi stres, psikoterapi dengan terapi dzikir juga bisa memberikan dampak besar dalam mengurangi kecemasan.

 Secara bahasa (lughowi), dzikir berarti mengingat, namun secara konsep berarti membasahi lidah dengan kata-kata pujian kepada Allah SWT.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan ialah metode critical review, guna menghasilkan artikel yang berkaitan dengan satu topik pembahasan tertentu dengan membaca dan menganalisis jurnal, artikel, website yang berkenaan dengan topik yang akan dibahas, merupakan pengertian dari critical review.

PEMBAHASAN

 Stres

Stres adalah gejala umum yang dialami oleh masyarakat di seluruh dunia, baik di negara miskin, berkembang, bahkan negara yang memiliki ekonomi dan peradaban yang sangat maju. Tidak semua orang yang mengalami tekanan memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengelola stres, yang dapat menyebabkan penurunan kesehatan mental dan kebahagiaan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan gangguan psiko-somatik, yaitu penyakit fisik yang disebabkan oleh gangguan psikologis. Banyak pengertian stres yang dikemukakan oleh ahli sesuai dengan sudut pandang mereka.

Menurut Bakutayan (2015), stres adalah komponen tak terpisahkan dari peradaban modern yang tidak dapat dihindari, baik dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Ini dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat, tanpa mengira umur, jenis kelamin, atau status sosial-ekonomi mereka. Menurut Bartsch dan Evelyn (2005), stres adalah suatu ketegangan yang menarik seseorang ke segala arah ketika dihadapkan pada  tuntutan dan harapan yang mempengaruhi kemampuannya dalam menghadapi hidup, menguasainya, dan menghadapi tantangan.(Kholidah and Alsa 2012).

Dzikir sebagai terapi spiritual

Seseorang yang mengalami stress harus mampu mengelola stress tersebut agar tidak menimbulkan dampak negatif yang dapat memengaruhi kinerja dan Kesehatan. Salah satu cara mengelola stress adalah dengan terapi spiritual dzikir. Dzikir sendiri merupakan praktik spiritual dalam islam yang melibatkan pengulangan lafaz atau nama-nama Allah. Dapat dilakukan dalam berbagai konteks, seperti doa, membaca Al-Quran, atau mengingat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Zikir seringkali melibatkan gerakan tubuh untuk dijadikan bentuk meditasi bergerak yang dapat membantu dalam manajemen stress fisik dan mental, Zikir juga dapat menciptakan ketenangan batin untuk membantu mengurangi Tingkat stress dan kecemasan.

Dzikir dalam pengelolaan stress psikologis

Dzikir merupakan  upaya  mendekatkan diri kepada Allah dengan  mengingat Allah SWT. dzikir merupakan metode terapi yang melibatkan kegiatan mengingat nama dan kemuliaan Allah SWT dan pengenalan kepada Allah SWT dengan tujuan untuk menyembuhkan kondisi psikologis.

 Dzikir bertindak sebagai psikoterapi. Jika Anda banyak berdzikir, pikiran Anda akan menjadi tenang dan tenteram, serta tidak terlalu terpengaruh oleh lingkungan dan budaya global.

Menurut S.ad-Daqqaq yang dikutip oleh Syekh Abu Ali ad-Dakqaq. Gilan Madinah berkata, “Dzikir adalah pilar yang sangat kuat  menuju Allah. Padahal, Dzikir adalah landasan dari Tarekat itu sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa mencapai Allah kecuali orang yang selalu mengingat-Nya. Ketika seseorang mengucapkan kata-kata baik saat shalat atau memuji Allah saat melakukan kegiatan dzikir; maka ia mengenali apa yang diucapkannya dalam keyakinan dan tindakannya sehingga mengembangkan harapan positif dan menimbulkan optimisme yang  tinggi.

Penelitian Kristanti (2010) menemukan bahwa sebagian besar lansia di  panti jompo Kediri menderita kecemasan (40% mengalami kecemasan ringan, 40% mengalami kecemasan sedang, dan 20% mengalami kecemasan berat). Kedua, berdasarkan survei Wiyono dan Widodo (2010) terhadap 47 warga lanjut usia di fasilitas perumahan di kota Surakarta, 36% mengalami kecemasan ringan, 32% mengalami kecemasan sedang, dan 32% mengalami kecemasan berat. (Widyastuti, Hakim, and Lilik 2019).

Rasa takut membuat lansia menjadi pesimis dan tidak mampu menerima dirinya secara positif. Salah satu cara untuk mengobati kecemasan adalah dengan berdzikir. Memperkaya sisi spiritual Anda meningkatkan sikap  positif dan membantu meminimalkan rasa takut. Kurangnya pengetahuan agama dan aspek spiritual menjadi salah satu faktor penyebab kecemasan pada lansia di panti jompo. Salah satu cara untuk mendekati Sang Pencipta adalah melalui dzikir. Dzikir mempunyai efek relaksasi sehingga mengurangi stres dan menenangkan jiwa. (Widyastuti, Hakim, and Lilik 2019)

Seperti permasalahan lainnya, Mahasiswa dengan berbagai peran dan tugasnya sangatlah rentan terhadap stres yang bisa timbul dari berbagai sumber, beberapa penelitian dan pendapat para ahli di ataspun telah menjelaskan secara garis besar tentang stress tersebut,

 Secara khusus, salah satu penelitian yang dilakukan oleh Supradewi (2008) menunjukkan bahwa meskipun hasil penelitian tersebut mempunyai potensi dampak negatif yang tinggi terhadap siswa, namun dampak negatif tersebut dapat dikurangi melalui intervensi Islam, yaitu dzikir, yang menjelaskan apa yang  dapat dilakukan. Zikir dapat dijadikan salah satu alternatif pengelolaan stres dengan  pendekatan spiritual (Sucinindyasputeri 2017).

PENUTUP

Kesimpulan

  1. stres adalah komponen tak terpisahkan dari peradaban modern yang tidak dapat dihindari, baik dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Ini dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat, tanpa mengira umur, jenis kelamin, atau status sosial-ekonomi mereka.
  2. Terapi spiritual, khususnya dzikir memiliki dampak positif dalam mengelola stress dengan melibatkan spiritual
  3. Dzikir juga membantu menciptakan ketenangan batin, dan meningkatkan optimisme.
  4. Dzikir dianggap sebagai alternatif efektif untuk mengatasi stress, khususnta sebagai pendekatan spiritual


DAFTAR PUSTAKA

Kumala, O. D., Kusprayogi, Y., & Nashori, F. (2017). Efektivitas pelatihan dzikir dalam meningkatkan ketenangan jiwa pada lansia penderita hipertensi. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi4(1), 55-66.

Bunyamin, A. (2021). Mengelola Stres dengan Pendekatan Islami dan Psikologis. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan5(1), 145-159.

Kholidah, En, and a Alsa. 2012. “Berpikir Positif Untuk Menurunkan Stres Psikologis.” Jurnal Psikologi 39 (1): 67–75. http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/180.

Sucinindyasputeri, Ridha. 2017. “Pengaruh Terapi Zikir Terhadap Penurunan Stres Pada Mahasiswa Magister Profesi Psikologi.” Inquiry 8 (1).

Widyastuti, Tria, Mohammad Abdul Hakim, and Salmah Lilik. 2019. “Terapi Zikir Sebagai Intervensi Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia.” Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) 5 (2): 147. https://doi.org/10.22146/gamajpp.13543.

Sucinindyasputeri, Ridha. 2017. “Pengaruh Terapi Zikir Terhadap Penurunan Stres Pada Mahasiswa Magister Profesi Psikologi.” Inquiry 8 (1).

Widyastuti, Tria, Mohammad Abdul Hakim, and Salmah Lilik. 2019. “Terapi Zikir Sebagai Intervensi Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia.” Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) 5 (2): 147. https://doi.org/10.22146/gamajpp.13543.

Kholidah, En, and a Alsa. 2012. “Berpikir Positif Untuk Menurunkan Stres Psikologis.” Jurnal Psikologi 39 (1): 67–75. http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/180.

Sucinindyasputeri, Ridha. 2017. “Pengaruh Terapi Zikir Terhadap Penurunan Stres Pada Mahasiswa Magister Profesi Psikologi.” Inquiry 8 (1).

Widyastuti, Tria, Mohammad Abdul Hakim, and Salmah Lilik. 2019. “Terapi Zikir Sebagai Intervensi Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia.” Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) 5 (2): 147. https://doi.org/10.22146/gamajpp.13543.

Kholidah, En, and a Alsa. 2012. “Berpikir Positif Untuk Menurunkan Stres Psikologis.” Jurnal Psikologi 39 (1): 67–75. http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/180.

Sucinindyasputeri, Ridha. 2017. “Pengaruh Terapi Zikir Terhadap Penurunan Stres Pada Mahasiswa Magister Profesi Psikologi.” Inquiry 8 (1).

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *