Categories:

Oleh: Farhan Refas Alfiansyah, mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) – Jakarta

Keluarga bisa dikatakan sebagai kelompok primer yang terdiri dari dua atau lebih
orang yang mempunyai jaringan interaksi interpersonal, hubungan darah, hubungan
perkawinan, dan adopsi. Bisa juga dibilang sebagai sekelompok orang yang terdiri dari
kepala keluarga dan anggotanya dalam ikatan nikah yang hidup dalam satu tempat
tinggal, memiliki aturan yang ditaati secara bersama dan mampu mempengaruhi antar
anggotanya serta memiliki program dan tujuan yang jelas, Keluarga sebagai unit terkecil
di masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk sosialisasi anak.
Dalam suatu keluarga orang yang paling bertanggung jawab dalam hal pendidikan dam
mencakup semuanya ialah kedua orang tua , pada saat saat ini orang tua patut
memberikan perhatian lebih terhadap anak dan mempersiapkannya agar bisa berguna
kelak dimasa depan teruma dibidang pendidikan dan kemasyarakatan. Hal ini
dikarenakan awal pembentuka dan perkembangan tingkah laku, kepribadian atau jiwa
anak terjadi melalui proses prndidikan di lingkungan keluarga, kepribadian seoran anak
terbentuk pertama kali dalam lingkungan ini. Dalam lingkungan keluarga orang tua
merupakan pendidik utama dalam hal mendidik anaknya terutama dalam hal pendidikan
keimanan bagi anak tersebut, disebut pendidik utama karena besar sekali pengaruhnya.
Sebagaimana dikemukakan oleh Zakiah Dardjat “orang tua merupakan pendidik utama
dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima
pendidikan. Keluarga menyadari perannya sebagai sistem sosial dalam membentuk
karakter dan moralitas anak, keluarga juga lebih darin sekedar tempat berkumpulnya
ayah, ibu, dan anak tetapi sesungguhnya lebih dari itu.
Keluarga menyadari perannya sebagai sistem sosial dalam membentuk karkter dan
moralitas anak kemapuan untuk bersosialisasi, mengatualisasikan diri, berpendapat,
hingga perilaku yang menyimpang. Fungsi keluarga sebagai tempat berlindung yaitu
pertama, mempersiapkan anak berperilaku sesuai nilai dan norma serta aturan
masyarakat dimana keluarga iru tinggal (sosialisasi), kedua perlunya memastikan
terpenuhinya kebutuhan ekonomi (keungan) rumah tangga, ketiga melindungi keluarga
yang sudah tidak memproduksi lagi (usang). Keluarga berperan penting dalam
membesarkan anak, dalam norma dan etika yang berlaku dalam masyarakat, dan budaya
diturunkan dari orang tua kepada anak dan menyesuaikan dengan perkembangan
masyarakat, keluarga juga memegang peran penting dalam peningkatan kualitas sumber
daya manusia. Pendidikan dan moralitas dalam keluarga harus ditularkan kepada setiap
individu sejak dini, namun selain tingkat pendidikan, moralitas pribadi juga menjadi
tolak ukur berhasil tidaknya pembangunan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi memegang peranan penting dan berpengaruh besar terhadap sikap dan
perkembangan intelektuaal generasi muda sebagai penerus bangsa.

Pola pengasuhan anak erat kaitannya dengan suatu kemampuan keluarga atau
komunitas dalam hal memberikan, perhatian, waktu, dan dukungan untuk memenuhi
kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan. Orang
tua yang berperan dalam melakukan pengasuhan pada kasus ini terdiri dari ayah, ibu,
atau sesorang yang bertanggungjawab membibimbing dan melindungi. Orang tua adalah
yang mendampingi dan membimbing anak melalui beberapa tahap perkembangan yaitu
orang yang membimbing kehidupan baru anak mulai dari pengasuhan, perlindungan,
pendidikan, dan pada setiap tahap perkembangan pada masa berikutnya. Pola asuh orang
tua merupakan segala bentuk dan proses interaksi yang terjadi antarorangtua dan anak
yang dapat memberi pengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak, interaksi orang
tua dalam suatu pembelajaran menentukan karakter anak nantinya. Rasullah SAW
secara khusus mengarahkan para orang tua untuk memberikan bimbingan dan bantuan
sehari hari dalam bidang akhlak, etika, budi pekerti, dan keteladanan agar anak-anaknya
mewarisi perilaku terpuji dan terhormat.
Studi Kasus
Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Sosial Dan Nilai
Yang Ditanamkan Pada Anak
Seperti yang diketahui lingkungan keluarga sangatlah berperan penting bagi
keberlangsungan hidup anak, keluarga sudah sepatutnya bertanggung jawab penuh
terhadap pertumbuhan dan cara mendidik anak sebagai mestinya. Berhasil atau tidak nya
anak dalam berpendidikan itu semua bisa jadi faktor dari orang tua serta hubungan
komunikasi dan role model dalam keluarganya. Lingkungan rumah dapat memainkan
peran yang luas dalam perkembangan sebuah keluarga meyediakan sistem pendidikan
yang komprehensif dan berkelanjutan mulai dari tumbuh kembang anak hingga dewasa,
namun saat ini banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaan dan menjalankan
perannya.
Disini saya melakukan penelitian pada seorang perempuan berinisial (M) yang
berusia 20 tahun, kedua orang tuanya sudah meninggal yang pertama ayah atau biasa ia
panggil abahnya pada tahun 2020 kemudian setahun berselang ibu atau umi nya
meninggal pada tahun 2021 kedua orang tuanya meninggal dikarenakan terkena
penyakit . Dia mempunyai 1 kakak perempuan dan 3 abang laki-laki dia termasuk anak
perempuan terakhir di anggota keluarganya. Pada saat orang tuanya meninggal ia
memilih tinggal bersama abang ketiiganya dan istri dari abangnya tersebut, saat di posisi
awal ia merasa sangat kehilangan dan kesulitan saat itu dikarenakan ditinggalkan oleh
kedua orang tua yang sangat ia sayangi dan cintai akan tetapi ada sosok abang dan istri
dari abang tersebut yang selalu menguatkan dan berusaha menggantikan peranan dari
sosok kedua orang ttuanya. Sehingga dia tidak merasakan begitu sakitnya kehilangan
dikarenakan ada sosok abang yang selalu ada disaat masa sulit yang dialaminya. Sosok
abang laki-laki ini berperan sangat aktif sebagai pengganti abahnya dan istrinya pun ikut
membantu untuk menggantikan peran sebagai pengganti uminya, sehingga pada
akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya dengan dukungan dari
kedua kakanya, Dia merasa bahwa hidup di lingkungan keluarga yang sekarang mau
tidak mau harus terus berjalan ke depan dan juga harus membanggakan kedua orang
tuanya yang sudah meninggal serta membuktikan kepada kakak dan abangnya bahwa ia
mampu untuk menggapai cita-citanya ditengah kesedihan yang dia rasakan dilingkungan
sekarang.

Pada tahun 2022 ia pun mengambil keputusan untuk melanjutkan studinya disalah
satu universitas swasta di Jakarta dengan mengambil jurusan dibidang kesehatan.
Melanjutkan kuluah dengan dibiayai dan difasilitasi oleh abang nya, apapun yang
menjadi pilihan adiknya selagi itu demi kebaikan untuk masa depan maka si abang akan
terus selalu mensuppornya, begitu pun sosok isti dari abangnya tersebut yang sudah ia
anggap sebagai kakak atau ibunya sendiri yang selalu memberikan suppor melalui
tindakan seperti memperhatikan kehidupannya sehari-hari. Selain itu juga memberikan
perhatian pada ruang lingkup pertemanannya agar ia selalu berada dalam lingkungan
yang positif, karena pada era atau zaman sekarang ini masih banyak pergaulan yang
diluar kendali orang tua karena itu kakaknya lah yang memberikan perhatian dari segi
tersebut. Oleh karena itu, bimbingan agama sangat diperlukan apalagi almarhum abah
dan uminya selalu mengingatkan kepadanya untuk selalu menunaikan salat. Kakaknya
juga mengajarkan agar ia dapat disiplin waktu seperti ada saatnya bermain dan jangan
lupa juga dengan kuliah serta pembelajarannya agar kelak di

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *