Categories:

Oleh: Shabrina Gheriya Idzni Mutiara. S

 Dalam konteks kehidupan berbangsa, pembinaan dan pengembangan akhlak mulia sangat penting, terutama pada anak usia dini dan remaja. Mengingat bahwa anak usia dini dan remaja merupakan fase kehidupan yang berada pada periode golden age, maka pendidikan akhlak mulia yang diberikan menjadi dasar dalam perkembangan akhlak anak.

  Krisis akhlak yang melanda pada remaja saat ini merupakan salah satu akibat dari perkembangan global dan kemajuan IPTEK yang tidak diimbangi dengan kemajuan moral akhlak. Krisis akhlak tersebut menjadikan remaja cenderung bersikap lekas marah, kurang hormat terhadap orang tua, bersikap kasar, serta menjadi kurang disiplin. Maka dari itu, pendidikan akhlak islam menjadi sangat utama dan sangat penting untuk diberikan pada anak sebelum anak diberi pengetahuan lainnya.

    Hakikatnya khulk (budi pekerti) atau akhlak ialah suatu kondisi atau sifat hasil dari pembinaan orang tua  dan faktor lingkungan sekitar yang pada akhirnya meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian hingga dari situ timbulah berbagai macam perbuatan dengan cara spontan dan mudah tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukan pemikiran. Jika pembinaan akhlak itu dirancang dengan baik, sistematika yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, maka akan menghasilkan anak-anak yang baik akhlaknya.

  Seperti yang diketahui, keluarga (terutama orang tua) sebagai orang terdekat menjadi faktor utama untuk membantu para anak dan remaja dengan berupa bimbingan, arahan, nasehat, dan disiplin yang berlandaskan nilai nilai ajaran agama islam yang harus senantiasa ditanamkan dan dikembangkan orang tua terhadap anaknya.

  Berikut beberapa cara dalam meningkatkan peran orang tua terhadap pendidikan akhlak mulia pada anak, diantaranya:

1. Dengan mengontrol waktu belajar dan waktu bermain anak, sehingga anak terbiasa mendisplinkan waktu.

2. Mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai islam pada anak dalam kehidupan sehari-harri.

3. Menghargai dan mendengarkan anak saat mereka bercerita.

  Abi Hurairah R.A, Ia berkata, Rasullulah bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. (H.R. Al-Bukhari).

  Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa akhlak ialah sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada padanya. Sifat itu dapat lahir berupa perbuatan baik, atau yang biasa disebut akhlak mulia.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *