Categories:

Oleh: Khansa Muthia jaya

Karakter adalah  hal terpenting dalam diri setiap orang yang membentuk kepribadian dan perilaku mereka. Karakter ini memengaruhi bagaimana seseorang bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini, dan cara mereka beradaptasi dengan berbagai situasi yang berbeda.

Tak selalu karakter individu itu merupakan hal positif bagi kehidupan. Berbagai  perubahan  yang  terjadi  dalam  seluruh  aspek  kehidupan  individu dimulai  dari  tata  pergaulan,  gaya  hidup,  bahkan  hingga  pandangan-pandangan  yang  mendasar tentang  standar  prilaku  telah  menyebabkan  masyarakat  jauh  dari  nilai-nilai  moral  dan  telah meninggalkan  karakter  dari  masyarakat  Indonesia  itu  sendiri  yang  yang  santun,  bertanggung jawab  dan  menjunjung  tinggi  norma  agama  dan  norma  yang  ada  dalam diri  masyarakat  (Sidi Gazalba. 2001: 92).

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ‘ilm al-nafs (ilmu jiwa) ialah ilmu praktis yang bertujuan untuk melatih jiwa dan mengendalikan hawa nafsu. Fokus utama dari ilmu ini adalah membangun akhlak mulia, tidak hanya dalam kehidupan pribadi tetapi juga dalam interaksi sosial, seperti memperlakukan keluarga, pembantu, dan orang-orang di sekitar dengan baik. Melalui ilmu ini, seseorang diajarkan untuk mencapai pengendalian diri yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Pengertian pendidikan karakter

Pendidikan karakter ialah usaha yang terencana untuk membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nila meliputi hubungan dengan Tuhan, diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan bangsa. Proses yang dilakukan melalui bimbingan, pengajaran, dan pelatihan, dengan tujuan membentuk individu yang berakhlak baik, memiliki hati nurani yang jernih, dan mampu menjaga kesopanan dalam memenuhi tanggung jawab kepada Tuhan maupun sesama. Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter melibatkan pemberian teladan, pembiasaan, dan penjelasan terkait norma agama, kesusilaan, dan nilai-nilai sosial. Dengan pendekatan psikologi Islam, pendidik dapat lebih memahami kondisi mental anak didik, sehingga lebih efektif dalam menanamkan akhlak sesuai ajaran Islam yang mencakup hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama (hablumminannas).

Sebagai contoh terdapat beberapa ayat yang berkaitan dengan pendidikan karakter salah satunya ialah surah Al-Ahzab ayat 21, sebagai berikut:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Ayat tersebut mengajarkan bahwa Rasulullah SAW ialah contoh teladan terbaik bagi umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Ayat ini menekankan pentingnya meniru akhlak, perilaku, dan sikap Rasulullah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah, sesama, maupun dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan meneladani Rasulullah, umat Islam diajarkan untuk membentuk karakter yang baik, penuh rasa hormat, kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang kepada orang lain.

Memberikan penjelasan bahwa ajaran islam merupakan ajaran yang mengedepankan pendidikan karakter yang memiliki beberapa sumber, yaitu Al-qur’an dan sunnah sebagai dasar dalam membentuk moralitas akhlak yan baik dalam diri sendiri.

Penjelasan diatas telah menujukkan bahwa pendidikan karakter memiliki hubungan erat dengan psikologi isam. Psikologi membantu memahami kondisi mental jiwa anak didik, memudahkan openanaman moral spiritual, sehingga pendidikan karakter mampu membentuk individu yang tidak hanya memiliki akhlak yang mulia tetapi juga sadar akan nila-nilai agama yang dapat menjadikannya priadi yang utuh dan bertanggung jawab atas duniawi dan akhiratnya.

Referensi

Baharuddin, M. (2005). Aktualisasi Psikologi Islam. Jakarta: Pustaka Pelajar.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *