Categories:

Oleh: Ummu Nisa Asmanih

Tingkat Pendidikan yang dimiliki seseorang sangat mempengaruhi sikap atau perilaku setiap individu. tak hanya itu saja lingkungan pun mempunyai andil yang besar dalam perilaku hidup seseorang. Dapat kita liat dari lingkup pergaulan di kesehariannya. Itulah mengapa pada setiap permasalahan akan mempunyai sudut pandang yang berbeda dari setiap tanggapan individu. Satu lagi pengaruh sangat kuat yang mendominasi perilaku seseorang adalah keluarga. Kepribadian seseorang di lihat dari ruang lingkup keluarga, Pendidikan, teman dan lingkungan. Kekuatan pondasi dari keluarga menjadi pertahanan sikap individu dalam pergaulan.

Di era digital saat ini, membutuhkan mental yang kuat dari didikan keluarga. Lengahnya keluarga dalam memberikan panutan akan membentuk luang untuk hal-hal yang negative. Di pengaruhi perkembangan tehnologi yang lebih canggih, pembentukan kepribadian menjadi masalah yang cukup sulit, bila didalam diri tak berbekal panutan.

Itulah mengapa membangun peradaban literasi membutuhkan sosok keperibadian yang Tangguh,tidak hanya Pendidikan akan tetapi perlu nya dedikasi dari dalam keluarga. Peran keluarga mampu membentuk sosok kepribadian yang kuat.Berbagai tantangan yang ada di masa depan akan mudah dihadapi apabila dukungan dari keluarga yang kuat.

Membangun peradaban literasi digital menghadapi berbagai tantangan, tantangan ini berasal dari rendahnya minat baca, seperti yang kita ketahui minat baca Masyarakat Indonesia masih sangat rendah, ini disebabkan kurangnya kesadaran dalam diri akan pentingnya membaca. Padahal Ketika wahyu pertama kali di turunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah surah al alaq, yang isinya perintah membaca. Sistem Pendidikan di Indonesia yang belum sepenuhnya memberikan Pendidikan secara optimal, khusus nya di daerah terpencil dengan pengajaran yang monoton akibat kurang terlatihnya guru-guru atau tidak ada nya mata Pelajaran pengembangan literasi dalam kurikulumnya. Di Indonesia setiap daerah mempunyai Bahasa yang beragam. Keberagaman Bahasa ini kadang menjadi penghambat bagi Masyarakat dalam memahami kosakata karena terbiasa menggunakan Bahasa daerah. Selain Bahasa, budaya dan gaya hidup pun menjadi tantangan dalam peradaban literasi digital karena kebanyakan dari Masyarakat lebih memilih bermain di media sosial dan bermain game, hiburan visual ini lebih menarik di bandingkan membaca atau menulis. Konten-konten seperti tiktok, facebook, Instagram lebih mudah dicerna daripada membaca, sehingga membatasi Masyarakat untuk mengembangkan minat baca. Disamping itu juga kurangnya akses terhadap sumber bacaan, minim nya koleksi buku yang tersedia di perpustakan sekolah terlebih di daerah pelosok. Kurangnya  kesadaran Masyarakat akan literasi digital menyebabkan literasi digital tidak di anggap sebagai kebutuhan yang penting, sehingga partisipasi dukungan Masyarakat pun hanya sedikit. Akibatnya penyebaran informasi palsu (hoaks) meningkat, banyak Masyarakat kesulitan membedakan berita fakta dan berita hoaks di media sosial. Kemampuan berpikir yang dangkal,menyebarkan berita tanpa membaca dan menyaring  lagi isi berita.

Di Indonesia masih ada Sebagian masyarakatnya kurang paham akan dunia digital,terutama di pelosok daerah yang jauh dari jangkauan internet, karena luas nya wilayah, hambatan tehnologi dan internet menyebabkan literasi digital hanya berkembang di kalangan Masyarakat yang memiliki askes ke perangkat atau internet, kesenjangan ekonomi Masyarakat pun menjadi salah satu keterbatasan. Tantangan ini yang menghambat peradaban literasi digital di Indonesia. Meskipun Masyarakat sudah memahami tehnologi namun dalam mengaplikasikan tehnologi digital masih banyak yang awam.

Dengan peradaban literasi digital Masyarakat saat ini sudah makin paham akan kebutuhan tehnologi. Hampir seluruh Masyarakat Indonesia menjadi pengguna internet. Dimana berbagai informasi akan dengan cepat dan mudah di terima. Melek tehnologi merupakan keharusan bagi setiap orang, guna mendapatkan informasi yang cepat dan tidak ketinggalan informasi. Peradaban literasi digital menuntut Masyarakat untuk berpikir cerdas. Mengikuti peradaban literasi digital sama dengan membangun bangsa menjadi maju, mendorong kemajuan sosial dan ekonomi, meningkatkan kualitas Pendidikan, serta membantu Masyarakat memahami isi-isu publik, membangun Masyarakat yang aktif dan kritis, juga mejaga dan mengembangkan kebudayaan melalui dokumentasi Sejarah, tradisi sehingga nilai-nilai budaya tetap terjaga untuk generasi yang akan datang.  

Karenanya penting bagi pemerintah untuk menggalakkan, memperkenalkan literasi digital. Agar Masyarakat mau meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital. Kebijakan dan infrastruktus pemerintah yang mendukung dapat meningkatkan literasi berkembang dan merata dengan penyediaan perpustatakan digital, e-books, perpustakaan digital dan lain lain.

Adapun faktor yang bisa di perbaiki atau usaha untuk mengatasi tantangan dalam membangun peradaban literasi digital, ada baik nya pemerintah melakukan pembenahan di bidang Pendidikan,sosial ekonomi, budaya, hingga perkembangan tehnologi. Dengan cara membangun taman bacaan di setiap tempat ibadah,atau ruang pojok baca yang banyak orang bersosialisasi agar minat baca Masyarakat meningkat, pengadaan buku-buku bacaan yang dapat di akses oleh semua Masyarakat khusus di daerah terpencil yang masih sulit untuk mendapatkan buku-buku bacaan yang bagus. Juga memberikan Pendidikan melalui seminar, kampanye atau pelatihan literasi kepada guru-guru. Mengembangkan program literasi digital dengan cara memberikan Pelajaran literasi digital sebagai mata Pelajaran dalam kurikulum Pendidikan di sekolah. Meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang pentingnya membaca dan menulis dengan cara mengadakan perlombaan seperti lomba membuat puisi, menulis artikel atau novel, serta menulis jurnal atau tulisan karya ilmiah sehingga meningkatkan kreatifitas Masyarakat.

Semoga tantangan dan hambatan serta manfaat dalam membangun peradaban literasi digital  dapat mengembangkan Masyarakat dalam menjaga nilai-niai budaya dan lebih siap menghadapi tantangan global.

Jakarta, 16 Desember 2024

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *