Categories:

Oleh: Mifta Fauziah

Setiap individu tentu pernah mengalami situasi yang tidak menyenangkan. Situasi itu dapat berupa kegagalan atau ketidak sesuaian antara kenyataan dengan apa yang kita harapkan. Situasi ini dapat pula berupa kejadian yang luar biasa sehingga individu merasa berat dan bahkan tidak mampu mengatasinya. Situasi-situasi tersebut akan menimbulkan perasaan tidak nyaman, sedih, cemas, takut, dan bingung. Dalam psikologi, timbulnya perasaan tidak nyaman, sedih, cemas, takut, dan bingung merupakan gejala gangguan psikologis . Gangguan ini disebut dengan kondisi stres.

Hans Selye pada tahun 1976 melakukan penelitian tentang stres dan mendefinisikan stres sebagai respon non spesifik dari tubuh terhadap beberapa tuntutan lingkungan. Hans Selye mengidentifikasi tiga tahap respon sistemik tubuh terhadap kondisi –kondisi yang menimbulkan stress dan menyebutnya sebagai General Adaptation Syndrome (GAS). Tahap pertama , adalah alarm reaction, Tahap pertama ini bisa diartikan sebagai pertahanan tubuh. Tahap kedua merupakan tahap resistance, ahap ini juga merupakan tahap adaptasi, tubuh tetap mengeluarkan hormon stres tetapi tidak setinggi pada reaksi waspada. Tahap ketiga , exhaustion atau kelelahan.

Stress adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stres adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. Menurut Korchin (1976), keadaan stress muncul apabila tuntutan-tuntutan yang luar biasa atau terlalu banyak mengancam kesejahteraan atau integrasi seseorang.

Hadis-hadis mengenai stress

Rasulullah SAW. Bersabda:

‟Sungguh mengagumkan perkara orang mukmin: seluruh urusannya adalah kebaikan. Bila ia mendapat kesenangan maka ia mensyukurinya sehingga hal itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ditimpa sesuatu musibah maka ia sabar sehingga hal itu menjadi kebaikan baginya.‟ (H.R Muslim)

“Sesungguhnya Allah SWT, apabila menghendaki kebaikan pada seseorang, maka ia akan mempercepat siksa- Nya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada seorang hamba, maka Allah akan menunda siksa tersebut sehingga ia dibangktkan pada hari kiamat dengan membawa dosanya.‟‟ (HR. Tirmidzi)

“….Ya Tuhanku aku berlindung kepada- Mu dari kecemasan dan kesedihan, sikap lemah, malas, kikir, penakut, himpitan utang dan kedzaliman manusia “ (HR. Bukhari ).

 ”Tidaklah seorang Muslim ditimpa suatu kesulitan, kesusahan, sakit,   atau kesedihan hingga duka cita yang meresahkan dirinya kecuali Allah menghapus sebagian keburukannya.‟ (HR. Muslim)

Berikut merupakan jenis-jenis stress yaitu:

  1. Distress adalah jenis stres yang mengancam dan berbahaya bagi diri seseorang yang mengalami tekanan tersebut, seperti tuntutan tugas akademik yang berlebihan, tuntutan kerja di luar batas kemampuan individu untuk  menyelesaikannya atau suatu tuntutan yang tidak disenangi yang menguras energi yang berakibat pada menurunkan motivasi dan imunitas individu sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan baik fisik maupun mental.
  2. Eustress adalah hasil dari respon terhadap stres yang bersifat baik, positif, dan konstruktif dapat meningkatkan motivasi bagi individu yang mengalaminya.

Faktor yang mempengaruhi Stress ada 3, yaitu faktor individu, faktor lingkungan, faktor organisasi. Selain itu, ada sumber yang mengakibatkan stress, yaitu berprasangka buruk kepada Allah SWT, musibah, penyakit hati, berprasangka buruk kepada orang lain. Ketika seseorang sudah memiliki stress tingkat tinggi dan dapat menyebabkan depresi. Jika seseorang tidak memiliki iman yang kuat, maka dia bisa melukai dirinya atau bunuh diri. Maka dari itu, solusinya adalah Ikhlas, sabar, zikir, dan beribadah kepada Allah SWT.

Referensi

1. COPING STRESS DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN, Yuli Darwati, Institut Agama Islam Negeri Kediri, Volume 6, Number 1, 2022

2. KOMPENSASI BEBAN DALAM PERSFEKTIF PSIKOLOGI ISLAM, Nurlaila,Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah, Palembang

3. MENGELOLA STRES DENGAN PENDEKATAN ISLAMI DAN PSIKOLOGIS, ANDI BUNYAMIN, Universitas Muslim Indonesia Makassar, JURNAL IDAARAH, VOL. V, NO. 1, JUNI 2021

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *