Dari sekitar 20 manuskrip kitab peninggalan Syeikh Mahfuzh al-Tarmasi, sebagian besar telah dicetak, khususnya naskah yang tersimpan di Pesantren Bustan Usysyaqil Qur’an, Demak. Namun demikian ada beberapa naskah yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Ada juga yang kabarnya pernah dicetak di Arab Saudi dalam jumlah terbatas namun kini tak ditemui jejaknya.

Dari naskah-naskah yang raib, sebagian besar atau bahkan keseluruhannya merupakan kitab-kitab yang membahas soal qira’at, seperti kitab Insyirah al-Fuad, Al-Fawaid al-Tarmasiyah, dan Al-Badr al-Munir.

Kitab Insyirah Al-Fuad  bi Qiraati  al-Imam Khamzah Riwayatay Khalaf wa Khalad, merupakan kitab qira’at Imam Hamzah dengan riwayat Imam Khalaf dan Imam Khalad. Sementara kitab Al-Fawaidu  al-Tarmasiyyah  fi Asanid al-Qiraat  al-`Isyriyyah berisi bahasan tentang qira’at sepuluh (asyriyah). Sedang kitab Al-Badr al-Munir bi Qiraatil Imam  Ibnu  Katsir berisikan bahasan tentang qira’at Ibnu Katsir.

Ketiga kitab di atas kuat dugaan berada di Arab Saudi dan tersimpan di perpustakaan diantara perguruan tinggi di sana, seperti King Saud University atau Ummul Qura University. 

Dugaan ini muncul mengingat manuskrip kitab-kitab qiraat beliau yang lain berada di kampus tersebut dan banyak dijadikan referensi para mahasiswa pasca sarjana dalam penyusunan tesis dan disertasinya, seperti Ghunyah al-Thalabah (qiraat asyriyah), Tanwir al-Shadr (qiraat Ibn Amr), Ta’mim al-Manafi’ (qiraat Imam Nafi’) dan Is’af al-Mathali’ (Ushul Fikih).

Lain daripada itu, sanad riwayat qiraat ‘asyriyah maupun sab’ah dari Syeikh Mahfuzh sebagian besar menyebar ke ulama-ulama Timur Tengah. Sementara murid-murid beliau dari Nusantara lebih banyak mengambil sanad qiraat Imam Ashim riwayat Hafs, seperti Kiai Muhammad bin Sulaiman, Solo; Kiai Dalhar Muntilan, Kiai Dimyathi Tremas dan sebagian besar ulama nusantara yang pernah mulazamah kepada beliau.

Anda tertarik menerima tantangan untuk berburu naskah peninggalan ulama Nusantara?

Kredit Foto : Manuskrip kitab Ta’mim al-Manafi’ dan Tanwir al-Shadr koleksi King Saud University.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *