Bila Allah berkehendak sesuatu, maka Ia akan mempersiapkan penyebab terjadinya.

Hal itu seperti disebutkan oleh Syaikhona Maimoen Zubair: 

إذا أراد الله شيئا هيأ أسبابه

Allah berkehendak agar ratu Bilqis menjadi orang yang beriman. Hal itu ternyata dimulai dengan peristiwa burung hud-hud yang terbang berkelana jauh, tanpa ada izin dari Nabi Sulaiman.

Melihat dari sini kita mendapatkan pelajaran tentang adanya iman qodlo’ dan qodar bahwa buruk dan baiknya sesuatu itu dari Allah.

“Lha iyo, wong imane Bilqis kok disebabke onone lungo tanpo ijin, iku Allah, Paham cong?”.

Hud-hud terbang dari Palestina sampai Saba’, negeri yang dekat dengan bendungan Ma’rib Yaman. Jarak yang ditempuh kira-kira 2400 km. 

Hud-hud merupakan salah satu jenis burung yang aktif di saat siang hari dan mampu berkelana menembus jarak yang jauh sekali. Saat terbang, burung itu juga mengamati keadaan sekeliling di bawahnya.  Sebagian sumber mengatakan bahwa hud-hud adalah burung yang setia terhadap pasangannya. Ia tidak akan makan dan minum bila ditinggal oleh kekasihnya. Dan bila ditinggal mati oleh pasangannya, selama hidup ia tidak akan melirik kepada betina lain dan selalu memanggil kekasihnya.

Hud hud tidak akan makan dan minum ketika ditinggal pergi oleh pasangannya dan akan selalu berteriak memanggil kekasihnya sehingga kekasihnya kembali. Dan apabila pasangannya mati maka ia tidak akan melirik kepada perempuan lain dan akan selalu memanggil-manggil kekasihnya selama ia hidup.

Di Palestina, Nabi Sulaiman mengabsen dan memeriksa burung-burung. Saat pemeriksaan itu ditemukan bahwa ada seekor burung yang tidak datang. 

وتفقد الطير فقال ما لي لا أرى الهدهد أم كان من الغائبين

Nabi Sulaiman memberikan ancaman hukuman yang berat atau hukuman mati bila hud-hud tidak mengemukakan alasan yang kuat atas ketidakhadirannya. 

لأعذبنه عذابا شديدا أو لأذبحنه أو ليأتيني بسلطان مبين.

Disiplin sangat penting dalam berbagai hal, apalagi dalam dunia militer. Di saat pasukan dikumpulkan, tidak boleh terlambat apalagi absen. Prajurit yang indisipliner akan dihukum. Hal inilah yang diterapkan oleh Nabi Sulaiman kepada seluruh pasukannya.

Saat burung itu datang, ia menyampaikan alasan bahwa ia menemukan sebuah negeri kerajaan Saba’ di Yaman yang dipimpin oleh ratu Bilqis, seorang ratu penyembah matahari.

Saba’ adalah nama dari pendiri kerajaan yang bernama lengkap Saba’ bin Yasyjub bin Ya’rub bin Qohthon. Qohthon inilah salah satu suku asli bangsa Arab, seperti penjelasan Syaikhona Maimoen Zubair. Arab Qothon juga disebut sebagai Aribah yang tinggal di Arab selatan.

Syaikhona menjelaskan bahwa selain “Aribah”, juga ada suku Arab “Badiyah” atau suku Badui pedesaan, dan Arab Musta’ribah atau orang Arab pendatang. Suku Arab Musta’ribah adalah keturunan dari Ma’ad bin Adnan. Adnan merupakan keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrohim.

Sayyid Ja’far berkata dalam kitab maulid “Al-Iqdul Jauhar Fi Maulidin Nabiyyil Azhar” atau yang terkenal dengan sebutan “Al-Barzanji”:

وعدنان بلا ريب عند ذوي العلوم النسبية، إلى الذبيح إسماعيل نسبته ومنتماه.

Setelah mendengar alasan hud-hud, Nabi Sulaiman mengecek kebenaran laporan itu. Beliau memerintahkan hud-hud untuk menyampaikan surat kepada penguasa negeri Saba’. Hal ini juga diajarkan oleh Syaikhona Maimoen Zubair saat mengadakan acara. Beliau memerintahkan berbagai macam hal kepada ketua panitia, seperti ketua Ndalem dan ketua pondok. Beliau selalu menanyakan kesiapan panitia dan mengecek terus menerus. Bahkan seringkali terjun ke lokasi yang akan ditempati acara untuk mengecek kematangan pra ucara.

Lantas mengapa burung hud-hud yang diserahi tugas untuk menyelesaikan surat kepada ratu Bilqis?.

Salah satu alasannya karena untuk mengetes kejujuran, kesungguhan serta kecerdasan hud-hud.

قال سننظر أصدقت أم كنت من الكاذبين.

Dalam tafsir Al-Jalalain disebutkan bahwa setelah itu Nabi Sulaiman menulis surat yang berbunyi:

من عبد الله سليمان بن داود إلى بلقيس ملكة سبأ، بسم الله الرحمن الرحيم، السلام على من تبع الهدى، أما بعد فلا تعلوا علي وأتوني مسلمين.

Surat itu ditulis menggunakan tinta dari misik, kemudian distempel dengan cincin Nabi Sulaiman.

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan kepada hud-hud untuk mengantarkan surat itu kepada ratu Bilqis.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *