Seorang kakek tua sepulang dari masjid bertanya kepada saya: “Mengapa thermo gun –pistol mengecek suhu– itu ditembakkan ke dahi? Mengapa tidak ke ketiak? Kan biasanya cek suhu tubuh ditempelkan ke ketiak.” Pertanyaan ringan ini sulit saya jawab. Lebih bingung lagi adalah setelah ada penjelasan bahwa infra red yang ditembakkan ke dahi itu berpengaruh negatif pada otak kita.
Setelah kakek itu berlalu pergi, seorang mahasiswa bertanya melalui media sosial tentang perbedaan physical distancing (penjarakan tubuh) dan social distancing (pembatasan sosial)? Di ujung pertanyaannya ada kalimat yang membuat saya kagum dengan mahasiswa ini: “Saya khawatir, model distancing di atas akan menjela menjadi anti-social distancing (penjarakan diri yang mengantarkan manusia pada sikap anti sosial). Pertanyaan ini juga belum saya jawab.
Islam adalah agama yang sangat menekankan pentingnya memanusiakan manusia. Cinta dan kasih sayang serta bantuan dan dukungan merupakan hal pokok yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Sikap baik dalam pola hubungan antar manusia dipuji oleh agama. Ini termasuk dalam nilai utama yang universal. Oleh karena itu, apapun bentuk distancing yang dipilih sebagai upaya menghindari virus tak boleh bergeser pada distancing (penjarakan) hati. Berjaraknya hati dengan hati adalah petaka kemanusiaan yang sangat dahsyat kemafsadatannya.
Physical and social distancing tak boleh menjadi pengantar diri untuk saling curiga dan menuduh, saling menghindar dan menjauh. Kadang, ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan akan menggiring manusia untuk berbuat seperti ini. Terisolasinya jiwa sungguh tak kalah berbahaya dibandingkan virus. Selamat dari virus, namun tak selamat dari stress dan depresi. Lalu bagaimanakah pola hubungan dan pola komunikasi yang wajardi masa pandemi seperti saat ini? Jurnal-jurnal internasional berbasis penelitan ilmiah sudah mulai banyak ditulis. Mari kita baca menggunakan nalar sehat, bukan mengandalkan emosi bermotif. Ikuti webinarnya.
Nah, kembali ke pertanyaan awal, mengapa thermo gun ditembakkan ke dahi, bukan ke ketiak? Ada yang bisa bantu menjawab pertanyaan si kakek?

No responses yet