Menurut Imam Ghozali, sholat sebenarnya adalah aktivitas dalam rangka at ta’dzim wal ihtirom (pengagungan dan penghormatan) kepada Gusti Allah. Sehingga ada adab dalam sholat yang harus diketahui. Kalo sholat dimaknai doa, maka doa yang kemungkinan besar diterima adalah doa yang memakai adab.

Adabnya sholat seperti mengikuti sunnah Nabi dalam sholat, khusyuk dan menghadirkan hati, menyempurnakan sunnah-sunnahnya dan lain-lain. Seperti yang dijelaskan Imam Ghozali dalam Bidayatul Hidayah.

Sholat yang tidak memakai adab, akan menghilangkan makna sholat sebagai ta’dzim wal ihtirom. Doa yang dilangitkan pun hambar karena berasal dari sholat yang tidak memakai adab. Walau tetep sah, selama syarat dan rukunnya tuntas. Artinya, adab ini sunnah sholat.

Menurut ulama fiqih, adab (sunnah-sunnah) sholat jika tidak dilakukan, maka hal itu tidak membatalkan sholat. Ini benar, ditinjau dari sisi bahwa sunnah hanya pelengkap kesempurnaan. Sunnah sholat kalo diibaratkan seperti mata dan telinga manusia. Orang buta atau tuli, dia dianggap masih hidup dan tidak mati. Tapi ya disebut difabel. 

Begitu juga sholat, tanpa melakukan sunnah sholat, hal itu dianggap sah sekedar menggugurkan kewajiban dan pastinya ada kemuliaan tersendiri di sisi Gusti Allah. Seperti halnya seorang pelayan yang buta, dengan segala kekurangannya, dia tetap hadir untuk memenuhi panggilan Sang Juragan untuk melakukan pengabdian. Walau ada kekurangan, si pelayan pasti punya tempat kemuliaan tersendiri di sisi Sang Juragan atas kemauannya untuk tetap datang memenuhi panggilan tugas melayani di tengah berbagai kekurangannya. Jadi gak usah khawatir.

Tapi yang namanya sunnah, gunanya untuk menambal bolong-bolong dalam rukun wajibnya. Kalo kita yakin rukun kita kurang sempurna (dari segi bacaan kurang fasih atau kurang tumakninah), ingin pahala lebih atau ingin lebih dekat dengan Gusti Allah, ya jangan ditinggalkan sunnahnya.

Gaya sholat kita akan membentuk karakter kita. Kalo kita perhatian pada adab dan sunnah sholat, maka kita akan terlatih memperhatikan adab dalam kehidupan. Dan itu punya karomah yang tinggi. Kalo gak, ya mindset kita akan “asal bisa jalan”, gitu aja sih.

Di atas itu semua, apapun pilihan kita, dawuh Imam Ghozali, yang penting sholat, mbah. Jangan sampai alasan belum bisa khusyuk, trus kita gak sholat. Karena orang mau sholat itu aja udah menghidupkan karomah yang besar di sisi Gusti Allah. Gak mau sholat ya kayak mayat.

Mugi manfaat.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *