Categories:

Jika melihat faktor-faktor pendorong (push factors), kemungkinan bisa jadi mau terlibat. Apa sebabnya? Pertama, Imam Besarnya ditangkap dan diadili yang menurut eFPeI hanya kasus biasa dan itu juga dilakukan oleh tokoh lainnya yang tidak diproses hukum. Kasus ini telah meyakini mereka bahwa Imam besar mereka dikriminalisasi, dizolimi, dan dikerdilkan. 

Faktor pendorong kedua adalah pesantren mereka di Megamendung Bogor yang sudah dibangun dengan susah payah dan butuh waktu yang lama diobrak-abrik sehingga muncul ke publik bahwa pesantren itu dibangun dari hasil mengambil tanah dari negara. 

Ketiga, 6 laskar khususnya tewas di jalan ditembak oleh aparat ketika mengawal imam besarnya. Terlepas bahwa peristiwa itu mengundang perdebatan antara pembelaan diri dari masing-masing pihak, fakta yang tidak bisa dikelak adalah 6 orang itu tewas karena tembakan.

Ketiga faktor ini membuat saya yakin jika kemudian mereka akan melakukan tindakan-tindakan balasan yang anarkis atas nama apapun. Pilihan anarkisnya pertama bisa melakukan sendiri meski kemudian menggunakan taktik yang biasa digunakan kelompok teroris. Kedua, bergabung dengan kelompok teroris. Ketiga dimanfaatkan oleh jaringan teroris. Tapi ada kemungkinan lain untuk tidak terlibat yakni BERSABAR sambil mendoakan rezim dengan berbagai kutukan.

Kemudian untuk faktor penarik (Pull Factors), mereka masih tidak berubah. Rezim sekarang komunis, anti Islam, anti ulama. Faktor penarik ini juga bisa jadi yang memicu gerakan-gerakan mereka bisa menggunakan dalih agama.

Salam Damai

Robi Sugara, Pemerhati Terorisme 

Depok, Jawa Barat

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *