Oleh Muhammad Aminullah
Idola baru. Dai favorit. Cakep lahir-batin. Masih muda namun keluasan ilmunya, ajiib!! Keilmuan teologinya mantep. Pemahaman ulumul hadistnya, mateng. Maklum, lulusan Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences asuhan almaghfurlah Prof. Dr. Ali Mustofa Ya’qub, MA. Kealiman Fiqhnya, jooosh. Apalagi kedalaman ilmu Tasawufnya, mencerahkan. Arrazy Hasyim namanya. Tokoh yang hari ini menjadi buah bibir di kalangan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sekaligus menjadi target cercaan kelompok yang doyan capcus bidengah, bidengah wal bidengah.
Cukup sebut nama Arrazy Hasyim 3X, niscaya akan ada yang kelojotan sembari mengaum dengan beragam varian sumpah serapah. Katanya, Arrazy adalah:
“Perusak ukhuwah, lah!”
“Pemecah belah umat, lah!”
“Ustadz tukang fitnah, lah!”
“Pembenci sunnah, lah!”
“Pemuja orang gila, lah (maksudnya nyindir tasawuf/wali madjdub)”
“Ustadz perusak akidah, lah, sembari bawa-bawa nama ilmu kalam, filsafat dan tasawuf yang mereka haramkan itu”
Padahal akidah ustadz Arrazy Hasyim adalah Ahlussunnah Waljamaah asy’ariyah, fiqhnya Syafi’iyah dan kedalaman spiritualitas tasawufnya, mengagumkan.
Sudah bisa ditebak, dan hal itu terlihat dari rekam jejak digital. Mereka yang melaknat ustadz Arrazy Hasyim adalah bagian dari kelompok yang sitik-sitik (kit-dikit) bilang bidengah dan bidengah. Kelompok yang anti Maulidan. Anti Barzajian. Anti ziarah kubur. Anti Tahlilan. Anti Sholawatan. Anti tirakatan. Anti Istighosahan. Anti manaqiban. Pokoe semua itu bidengah. Titik. Kata mereka.
Salah satu isi ceramah ustadz Arrazy Hasyim yang diplesetin, dijadikan gorengan oleh kaum bid’aher adalah ceramah beliau tentang jenggot Yahudi Ortodoks yang beliau sebut mirip dengan kelompok mereka. Masih menurut beliau, Yahudi Ortodoks juga sangat menjaga batasan muhrim laki dan perempuan. Mereka juga menunduk jika melihat wanita yang bukan pasangan sahnya. Yahudi Ortodoks juga beribadah di sinagog (rumah ibadah Yahudi) sementara kaum wanitanya beribadah di rumah. Ini fakta yang sebenarnya. Realita dalam kehidupan Yahudi Ortodoks memang demikian adanya. Bukan mengada-ada.
Namun sayangnya, oleh kelompok mereka, pernyataan berdasarkan fakta itu kemudian diframing, digoreng dan dibelokkan dari maksud ucapan ustadz Arrazy. Soal jenggot Yahudi Ortodoks yang katanya mirip dengan penampilan mereka (secara fisik) kemudian diplesetkan mereka menjadi -katanya- sama dengan menghina baginda Nabi SAW yang juga berjenggot. Padahal faktanya (silahkan cek/lihat berulang² ceramah ustadz Arrazy dimaksud) beliau tidak pernah sedikitpun menyebut-nyebut nama sang manusia paripurna dalam bahasan soal jenggot tersebut.
Dan penulis yakin 100 % bahwa tidak mungkin beliau yang sudah menyelami samudera ilmu tasawuf akan bersikap demikian. Dalam salah satu ceramahnya, ustadz Arrazy Hasyim bahkan sampai meneterakan air mata saat menyebut nama mulia Nabi Muhammad Saw saking cinta dan rindunya kepada insan kamil ibni Abdillah. Bahwa semua fitnah soal jenggot itu hanyah akal-akalan framing/gorengan dari mereka karena ustadz Arrazy hari ini adalah yang paling lantang menyuarakan paham Ahlussunnah waljamaah al-Asy’ariyah dan mengkritik konsep trilogi tauhid mereka yang berpaham mujassimah/musyabbihah. Mereka sangat terganggu dengan suara lantang ustadz Arrazy kembali menghidupkan ajaran Ahlussunnah waljamaah al-Asy’ariyah dan ilmu tasawuf. Akhirnya hujatan, hinaan, cemoohan, cercaan, fitnah hingga sumpah serapah mereka tuduhkan kepada ustadz Arrazy. Untuk apa? Untuk merusak citra dan marwah beliau di hadapan publik nitizen.
Saya orang Madura. Masyarakat Madura dari dahulu hingga hari ini masih tetap istiqomah berpaham Ahlussunnah waljamaah al-Asy’ariyah, berfiqh Syafi’iyah dan mengikuti tarekat-tarekat tertentu dalam dunia sufi seperti Naqsabandiyah, Qadiriyah, Tijaniyah, Sammaniyah, Wahidiyah dan lain-lain. Ini sama persis dengan apa yang selalu disampaikan ustadz Arrazy Hasyim dalam setiap kajian/ceramahnya. Karenanya, di tengah gempuran fitnah, hujatan, hinaan dan cercaan kepada beliau, Madura akan selalu ada bersama ustadz Arrazy Hasyim. Terkecuali -mungkin- ada satu-dua oknum orang Madura yang mungkin telah terpapar doktrin pemahaman trilogi tauhid mereka yang suka membid’ah-bid’ahkan amaliyah-amaliyah Ahlussunnah waljamaah al-Asy’ariyah.
Semoga Allah senantiasa memberkahi kehidupan ustadz Arrazy Hasyim. Memberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi hujatan, hinaan, cercaan dari buzzer trilogi. Stay calm and Always Keep Smile, ustadz Arrazy Hasyim.

No responses yet